Pilih Laman

Hingga setahun lebih pandemi Covid-19 terjadi, korban berjatuhan di mana-mana. Berita kematian terdengar setiap hari. Pemakaman Covid-19 sudah penuh. Tapi, ada saja orang yang masih tidak percaya kalau Covid-19 ada.

Saat ini berbagai negara sudah melakukan vaksinasi. Termasuk di Indonesia. Tapi, masih ada juga yang tidak vaksinasi.

Ya, banyak orang yang ragu mau vaksin atau tidak. Berbagai alasan dan pertimbangannya. Misalkan keampuhan efektivitas vaksin ataupun efek setelah divaksin.

Kamu tidak perlu vaksin kamu tidak perlu jika kamu punya alasan di antara 8 alasan ini.

1. Kamu tidak sayang keluarga kamu
2. Kebal semua penyakit
3. Ingin mencicipi cofid19
4. Ingin PPKM selamanya
5. Ingin menyusahkan teman-temanmu
6. Ingin jadi beban bagi banyak orang
6. Borongan anti-virus dan susu kalengmu belum habis
7. kamu belum mendapat rekomendasi vaksin

Tulisan ini diambil dari Instagram dr. Samuel P.K. Sembiring

Pandemi adalah comunal disease. Jadi harus ditangani bersama-sama. Nah, vaksin merupakan salah satu upaya untuk melindungi keluarga dan orang di sekitar kita.

Jika kamu layak vaksin, maka vaksinlah. Sebagai ikhtiar mencegah diri dan keluarga dari Covid-19. Apalagi saat ini virus telah muncul varian-varian baru. Kalau tidak segera vaksin, bisa jadi korban akan lebih banyak.

Bukan hanya untuk diri kita. Bisa jadi sekarang ini kita merasa sehat. Tapi siapa yang menjamin besok-besok kita tidak sakit? Keluarga kita juga perlu kita lindungi. Keluarga kita mungkin tidak sekuat kita. Tidakkah kasihan jika mereka justru kena virus itu?

Banyak yang bilang saat ini negara lain sudah nggak pakai masker segala. Sudah aman. Mereka pengen kita mencontoh negara itu. Tapi mereka nggak lihat preosesnya. Mereka lihat hasil akhir saja.

Tidak Mau Vaksin Alasan Agama

Banyak juga yang tak mau vaksin karena faktor agama. Ragu atau tidak yakin dengan kehalalan vaksin. Takut barang haram masuk ke tubuhnya.

Ok, saya pernah ikut seminar bersama Ipho Santosa. Beliau adalah penulis buku 7 Keajaiban Rezeki. Kata beliau, ada syeikh di Arab Saudi yang juga vaksin. Anda pasti kenal namanya. Beliau adalah Syeikh Sudais. Nah, kurang soleh apa Syeikh Sudais, coba? Tapi beliau vaksin. Soleh mana kamu dengan syeikh Sudais?

Erdogan pakai vaksin. Kurang pinter apa Erdogan tapi juga pakai vaksin. Palestina pun pakai vaksin.

Kalau lifestyle-nya sehat, olahraga rajin, paparan matahari pagi cukup, makanan sehat nggak banyak gorengan atau instan, nggak vaksin nggak papa.

Tapi kan banyak yang lifestyle nya kurang sehat. Maka sangat perlu vaksin. Makan gorengan, santan, malas olahraga, kurang gerak, atau kurang nutrisi.

Jangan karena pandangan politik beda  nggak mau vaksin. Banyak yang nggak mau vaksin itu karena informasi salah atau kurang informasi. Informasi membahayakan di WhatsApp tentang vaksin lalu dipercaya. Padahal, kita harus jeli dengan berita bahkan broadcast itu.

error: Content is protected !!