Select Page
Kunci Hidup Tenang

Kunci Hidup Tenang

Ada kalanya kita merasakan hidup begitu sumpek. Tidak tenang. Serasa ada yang mengganjal. Padahal, kita tidak sedang kekurangan apapun. Badan kita sehat. Punya pekerjaan. Dompet tebal, hehe…

Lalu, kenapa masih ada rasa kurang tenang? Padahal, hidup dalam ketenangan itu hidup yang sangat lengkap. Iya, tahu sih. Tapi, bagaimana memunculkan ketenangan?

Nah, tips berikut ini perlu dicoba. Apa saja?

1. Awali Pagi Dengan Bersyukur.

Kunci hidup tenang yaitu rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan.

2. Beribadah

Mendekatkan diri pada-Nya akan memberikan ketenangan batin untuk mereka yang serius dalam beribadah.

3. Tidak Membandingkan Diri Dengan Orang Lain

Iri dengan yang dimiliki oleh orang lain akan membuat hidup menjadi tidak tenang.

4. Jangan Bergantung Pada Orang lain

Pastikan untuk bahagia kamu sendiri yang menentukan.

5. Hindari Orang Yang Toxic

Habiskan lebih banyak waktu pada lingkungan yang membuat kamu nyaman untuk berkembang.

6. Banyak Berbagi

Karena sejatinya semua yang kita peroleh adalah sebuah titipan, sehingga berbagilah dan berilah banyak manfaat pada orang lain.

7. Bodo Amat Dengan Haters

Orang yang tidak suka pasti akan selalu ada, lebih baik fokus dengan orang peduli dan selalu mendukung kamu.

8. Berdamai Dengan Masalah

Masalah yang akan membentuk karakter seseorang agar menjadi pribadi yang lebih kuat.

PON XX Papua. Sambut Mentari Baru, Harapan Baru Dari Timur. Torang Bisa!

PON XX Papua. Sambut Mentari Baru, Harapan Baru Dari Timur. Torang Bisa!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menuju PON XX PAPUA 2021 : 20 OKTOBER 2021 20:20 WIT

Day(s)

:

Hour(s)

:

Minute(s)

:

Second(s)

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX akan digelar pada 2-15 Oktober 2021 di Papua. Penyelenggaraan PON XX Papua ini mencatatkan sejarah baru. Sebab, sejak PON digelar pada 1948, pertama kali inilah Papua bertindak sebagai tuan rumah ajang olahraga terbesar di Nusantara.

Dengan mengusung Pondemi atau PON di masa pandemi, pelaksanaan PON diharapkan menjadi bukti kebangkitan bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemi. Ini menjadi sebuah tantangan. Dengan bergotong royong, kita pasti bisa menyukseskannya. Torang Bisa!

Penyelenggaran kompetisi merupakan pertaruhan gengsi. Pelaksanaan PON pasti menjadi konsumsi berita negara lain.

Dengan demikian, sukses atau tidaknya PON juga tanggung jawab kita. Tentu kita ingin nama negara kita harum di mata negara lain. Karena itu, PON XX Papua bukan hanya tanggung jawab panitia dan tuan rumah saja tetapi tanggung jawab kita. Siap sukseskan PON XX Papua?

Pelaksanaan PON XX Papua

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX  Papua akan digelar pada 2-15 Oktober 2021. Ada 4 (empat) lokasi / klaster penyelenggaraan yaitu di Kabupaten Mimika, Kabupaten Marauke, Kabupaten Jayapura dan di Kota Jayapura. Di tempat inilah akan dilombakan 37 cabang olahraga, 56 disiplin, 679 nomor pertandingan, dan melibatkan 6442 atlet.

Kabupaten Mimika
Akan dilangsungkan beberapa cabang olahraga yaitu Terjun Payung, Aeromodeling, Terbang Layang, Atletik, Bola Basket, Biliar, Panjat Tebing, Futsal, Bola Tangan, Judo, dan Tarung Derajat.
Kabupaten Merauke
Akan dilangsungkan beberapa cabang olahraga  yaitu Bermotor, Catur, Wushu, Anggar, dan Sepak Bola Putri
Kota Jayapura
Akan dilangsungkan beberapa cabang olahraga  yaitu Renang Perairan Terbuka, Angkat Besi, Angkat Berat, Binaraga, Softball, Voli Indoor, Voli Pasir, Canoeing, Rowing, Traditional Boat Race, Layar Taekwondo, Karate, Pencak Silat, Selam Laut, Sepak Takraw, Sepatu Roda, Sepak bola Putri, Tenis, Bulutangkis, dan Tinju.
Kabupaten Jayapura
Akan dilangsungkan beberapa cabang olahraga  yaitu Gantole, Paralayang, Loncat Indah, Renang, Renang Artistik, Polo Air, Hoki Outdoor-Indoor, Baseball dan Softball, Senam Aerobik, Senam Artistik, Senam Ritmik, Muaythai, Senam Kolam, Kempo, Rugby 7’S, Menembak, Kriket, Sepak Bola, dan Panahan.
 

Venue PON XX Papua

Berkelas Dunia

Kesiapan pelaksanaan PON XX Papua sangat terlihat. Berbagai venue disiapkan untuk menyukseskan pelaksanaan PON XX Papua. Fasilitas yang disiapkan merupakan fasilitas yang terbaik. Misalnya Stadion Lukas Enembe yang akan menjadi tempat penyelenggaran opening ceremony PON XX Papua.

Stadion yang dulunya bernama stadion Papua Bangkit ini dibangun di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Dibangun dengan anggaran Rp. 1,3 triliun dengan luas stadion mencapai 71.697 meter persegi di atas tanah seluas 13 hektar, kemegahan stadion Lukas Enembe bisa setara dengan stadion Gelora Bung Karno (GBK).

Hadirnya stadion berkapasitas tempat duduk 42.000 penonton ini menjadi ikon baru bagi Bumi Cenderawasih. Stadion Lukas Enembe dibangun sesuai standar internasional dan memenuhi peraturan Federasi Sepakbola Internasional (FIFA).

Selain itu, terdapat beberapa venue terstandar internasional pula seperti arena atletik, arena kriket, lapangan hoki, dan panjat tebing.

masuk dalam daftar 21 stadion untuk mendapat penghargaan sebagai stadion terbaik 2019 yang digelar oleh media online asal Polandia, Stadiumdb.com.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Mengenal Stadion Papua Bangkit Venue Utama PON XX Senilai Rp 1,3 Triliun, Raih 3 Rekor MURI”, Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/03/16/155000578/mengenal-stadion-papua-bangkit-venue-utama-pon-xx-senilai-rp-1-3-triliun.

Editor : Rachmawati

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

masuk dalam daftar 21 stadion untuk mendapat penghargaan sebagai stadion terbaik 2019 yang digelar oleh media online asal Polandia, Stadiumdb.com.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Mengenal Stadion Papua Bangkit Venue Utama PON XX Senilai Rp 1,3 Triliun, Raih 3 Rekor MURI”, Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/03/16/155000578/mengenal-stadion-papua-bangkit-venue-utama-pon-xx-senilai-rp-1-3-triliun.

Editor : Rachmawati

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

but terdapat venue aquatic, Istora Papua Bangkit, venue cricket, dan venue hockey indoor dan outdoor.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Mengenal Stadion Papua Bangkit Venue Utama PON XX Senilai Rp 1,3 Triliun, Raih 3 Rekor MURI”, Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/03/16/155000578/mengenal-stadion-papua-bangkit-venue-utama-pon-xx-senilai-rp-1-3-triliun.

Editor : Rachmawati

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kangpho & Drawa,

Maskot PON XX Papua

Pemerintah Provinsi Papua menetapkan Kangpho dan Drawa sebagai maskot PON XX Papua. Kangpho atau kepanjangan dari Kanguru pohon.

Kanguru pohon mantel emas (Dendrolagus Pulcherrimus) salah satu hewan khas Papua ini

merupakan satwa marsupial atau mamalia yang memiliki kantung di perutnya.

Hewan ini memakan buah dan biji-bijian. Bagian pipi, leher, dan kakinya dihiasi warna kuning keemasan, sehingga hewan ini memiliki julukan mantel emas.

Drawa atau Burung Cenderawasih (Paradisaea Raggiana) adalah jenis burung pengicau berukuran sedang dengan panjang 34 cm.

Drawa adalah burung jantang dewasa yang memiliki hiasan didominasi

warna merah, jingga dan warna campuran antara merah dan jingga pada bagian sisi perutnya. Sementara bulu bagian dada berwarna cokelat tua. Paling uniknya lagi, pada ekor Drawa terdapat dua buah tali yang panjang berwarna hitam.   

Kangpho dan Drawa mengenakan ikat kepala khas Papua yang berbentuk rumbai dan kerucut menyerupai gambaran pegunungan tengah Papua yang dikelilingi oleh gunung sekaligus simbol bahwa Papua memiliki kekayaan alam yang melimpah.

“Rumbai pada pinggang Drawa dan Kangpho biasa digunakan oleh perempuan dan laki-laki yang melambangkan sambutan hangat dan penuh keakraban di tanah Papua,” kata Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Drawa dan Kangpho dilengkapi dengan rumbai dari kulit kayu atau akar pohon untuk menutupi bagian pinggang kebawah yang juga dilengkapi dengan hiasan ukiran Papua pada pinggangnya.

Logo PON XX Papua

dan Sejuta Maknanya

 Torang Bisa! Tagline PON XX

Penuh Energi

Torang Bisa! menjadi Tagline PON XX Papua. Sebuah ungkapan penyemangat dalam bahasa Papua. Dua kata yang mewakili bermakna luas. Ada semangat, optimisme, dan keyakinan. Sangat relevan dalam berbagai kondisi.

Sangat pas betul dengan kondisi saat ini. Saat pandemi akibat Covid-19 mengacaukan banyak hal termasuk berbagai iven olahraga, Torang Bisa! menjadi energi bahwa Papua (dan kita semua) pasti bisa menggelar PON XX.

Bahkan tagline ini releven juga buat kehidupan kita. Hidup kita mungkin saja banyak tantangan bahkan masalah. Banyak sekali kondisi hidup kita yang membutuhkan energi. Torang Bisa! menjadi energi untuk bisa berani menghadapi tantangan dan menyelesaikan masalah itu. Sekali lagi, Torang Bisa!

Papua telah membuktikan tuah tagline ini. Dalam persiapan PON XX Papua, pasti terdapat berbagai kendala. Di saat pandemi, tidak mudah berkoordinasi apatah lagi menyiapkan berbagai infrastruktur. Namun, dengan semangat Torang Bisa!, Papua dibawah komando Gubernur Provinsi Papua sekaligus ketua umum PB PON XX 2021 Lukas Enembe berhasil membuktikan bahwa Papua bisa.

PON XX Papua

Perpaduan Keindahan Budaya dan Olahraga

Olahraga memang tidak berdiri sendiri. Banyak hal terdampak dari olahraga. Kalau olahraga maju, bidang lain pun maju. Sebaliknya, kalau olahraga mundur, bidang lain pun akan mundur.

Seperti kata ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo menyebut PON di Papua merupakan perpaduan antara keindahan alam dan budaya yang menyatu dalam sportivitas olahraga yang membawa spirit kebangsaan.

Sepakat banget dengan Pak Bamsoet ya. Papua memang memiliki destinasi alam dan budaya yang indah. Menyaksikan PON bukan hanya menyaksikan olahraga tapi juga keindahan Papua dengan budayanya yang memukau.

PON XX Papua

Sambut Mentari Baru,

Harapan Baru Dari Timur

Tidak dimungkiri, perhelatan kompetisi olahraga berujung pada raihan prestasi. Setiap atlet yang berlomba ingin mendapatkan prestasi berupa trofi/medali/penghargaan. Wajar sih setiap pemain berusaha menang. Tapi namanya pertandingan kan ada kalah menang. Maka, setiap pemain yang bertanding harus siap menang dan siap kalah.

Banyak makna dari raihan juara. Mulai dari mendapat penghargaan, sejumlah hadiah atau bonus, membawa nama baik diri, keluarga, dan daerah.  Prestasi di sini bukan hanya menjadi harapan dan capaian pemain tetapi penyelanggara juga.

Kalau kompetisi sukses, penyelenggara dikatakan sukses juga. Bahkan nama daerah juga disebut-sebut. Jadi setiap penyelanggara berusaha meraih sukses pula.

Kompetisi bukan hanya menang atau kalah. Kalah dan menang hal biasa. Menang disanjung, kalah tetap kita puji. Atlet yang berlaga di PON XX Papua merupakan putra-putri terbaik bangsa. Jangan sampai kita mem-bully kekalahan mereka. Walaupun beda daerah kita harus tetap saling menghormati. Karena kita adalah satu bangsa.

Nah, di PON XX Papua ini kita berharap muncul Mentari Baru, Harapan Baru Dari Timur yang bisa direpresentasikan sebagai juara-juara baru. Kita berharap muncul generasi berprestasi dari berbagai cabang olahraga yang akan mengharumkan Indonesia di kancah dunia. Tentu hal ini tidak mungkin bisa tercapai tanpa gotong royong kita semua.

Sukseskan PON XX Papua.

Torang Bisa!

Pelaksanaan saat pandemi bisa diadaptasi. Atlet dan official pertandingan dipastikan sudah divaksin. Masyarakat Papua pun siap untuk divaksin demi menyukseskan gelaran PON di Bumi Cendrawasih ini. Totalitas kita membuktikan bahwa Torang Bisa! menggelar PON di saat pandemi.

Kesuksesan pelaksanaan PON XX Papua membawa nama baik negara bukan hanya pada kancah nasional tetapi juga internasional. Mata dunia akan melihat ke Indonesia. Apalagi jika ada berbagai rekor terpecahkan di ajang PON XX Papua nanti. Kesuksesan PON XX Papua merupakan kebanggaan bangsa. Ayo kita sukseskan PON XX Papua dengan segala daya kita.

1. Kenali

Kenali berbagai hal tentang PON XX Papua. Mulai dari jadwal kegiatan, venue pertandingan, jumlah cabang olahraga yang dilombakan, maskot, tagline, jargon, dan lainnya. Menurutku, ini penting. Kalau tahu tentang PON XX Papua kita bakal dengan mudah mempromosikannya.

2. Promosi

PON XX Papua ini harus kita promosikan. Supaya ramai. Agar banyak orang Indonesia yang tahu. Bisa kita lakukan dengan memanfaatkan media sosial yang kita punya. Apalagi sekarang ini orang begitu massif di media sosial. Ya, work from home selama pandemi memungkinkan orang berinteraksi di dunia maya lebih lama.

3. Dukung

Mari kita dukung pelaksanaan PON XX Papua dengan berbagai cara. Mulai mempromosikan, ikuti lomba-lomba menjelang pelaksanaannya biar PON XX Papua menjadi trending, atau mengabarkan lomba-lomba saat pelaksanaannya.

4. Ajak Relasi

Ayo ajak teman-teman, saudara, atau keluarga untuk ikut memeriahkan PON XX Papua. Kasih kalau tahu ada pelaksanaan PON XX Papua. Ingat, PON XX Papua bukan hanya hajatan Papua saja tetapi kita semua sebagai bangsa Indonesia. Betul?

5. Doa

Mari kita doakan agar pelaksanaan PON XX Papua ini lancar, sukses, dan memberi dampak positif bagi masyarakat Papua dan bangsa Indonesia. Termasuk bagi generasi muda Indonesia yang nanti akan unjuk diri dan meraih prestasi pada PON XX Papua.

6. Menjadi saksi

Tentu saja. Jangan lupa untuk menjadi saksi kemeriahan PON XX Papua yang akan digelar pada 2-15 Oktober 2021. Ikuti mulai dari opening ceremony, pertandingan-pertandingan yang digelar, hingga closing ceremony-nya. Jangan lewatkan aksi, selebrasi, dan dokumentasi di setiap pertandingannya. Siap? Tentu siap ya!

#PondemiKompetisiBlog #PONDEMI #MentariHarapanBaruDariTimur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RPP TERPADU untuk Sekolah Islam Terpadu

RPP TERPADU untuk Sekolah Islam Terpadu

Pada desain aktivitas pembelajaran di Sekolah Islam Terpadu, diharapkan pada perangkat pembelajaran yang pun mencantumkan langkah-langkah Terpadu.

Anjuran ini memang berlaku untuk sekolah Islam Terpadu. Sebuah sekolah yang memiliki kekhasan tersendiri terutama penguatan muatan agama Islam di dalamnya. Di Indonesia saat ini banyak sekali sekolah Islam Terpadu. Namun, sekolah Islam Terpadu yang memenuhi standar adalah sekolah yang berada di naungan Jaringan Sekolah Islam Terpadu.

, Kenapa harus JSIT? Karena diharapkan sekolah yang melabeli Islam Terpadu benar-benar sesuai dengan semangat Islam Terpadu-nya. Bahkan sekolah Islam Terpadu itu ada akreditasi sendiri di luar akreditasi kedinasan yang dilakukan BSNP.

Jadi tidak semua sekolah Islam Terpadu yang merupakan anggota JSIT. Karena ada standarnya. Misalnya, dalam rekrutmen guru, harus benar-benar memenuhi standar misalnya tidak merokok.

Jumlah Sekolah di JSIT Indonesia

 

Dikutip dari https://jsit-indonesia.com, jumlah sekolah Tingkat Taman kanak-kanak/ PAUD IT berjumlah 934 TK, Tingkat Sekolah Dasar berjumlah 905 SDIT, Tingkat Sekolah Menengah Pertama IT berjumlah 286 SMPIT, Tingkat Sekolah Menengah Atas/ Sekolah Menenga Kejuruan IT berjumlah 88 SMAIT dan SMKIT.

Awalnya, JSIT dibentuk dari 5 sekolah. Kelima sekolah yang menjadi cikal bakal model penyelengaraan SIT itu, yakni SDIT Nurul Fikri Depok, SDIT Al Hikmah Jakarta Selatan, SDIT Iqro Bekasi, SDIT Ummul Quro Bogor, dan SDIT Al Khayrot Jakarta Timur. Sejak saat itu, SIT terus bermunculan dan  berkembang pesat.

JSIT Indonesia yang berdiri pada 31 Juli 2003 di nahkodai Dr Fahmy Alaydroes, yang juga ketua yayasan pendidikan Nurul Fikri. Kini, JSIT memasuki usia hampir dua dekade. Banyak pemberdayaan yang dilakukan terhadap sekolah Islam yang berafiliasi dalam jaringannya.

Ok, tidak berlama-lama lagi, mari kita kupas apa saja elemen Terpadu itu? Terpadu merupakan akronim ya. Berikut ini penjelasan Terpadu.

Telaah

Yaitu proses mengajak siswa untuk mengeksplorasi tentang sebuah peristiwa, gambar dan lainnya.

Eksplorasi

Pada tahap eksplorasi, siswa diajak untuk mengetahui berbagai alasan dan hal-hal tentang peristiwa tersebut.

Rumuskan

Peserta didik diajak mengambil kesimpulan tentang peristiwa yang ditampilkan atau didiskusikan.

Presentasikan

Peserta didik diminta untuk memberikan contoh yang terkait dengan peristiwa atau gambar yang ditampilkan. Peserta didik diajak untuk berani mempresentasikan dari diskusi atau hasil rumusannya terhadap peristiwa tadi

Aplikasi

Peserta didik diajak untuk tahu aplikasi atau kegunaan dari materi yang dipelajari.

Duniawi

Peserta didik diajak untuk mengaitkan materi yang dipelajari dengan kegiatan duniawi di berbagai aktivitasnya.

Ukhrawi

Peserta didik diajak untuk mengaitkan peristiwa dunia itu dengan ajaran agama baik itu Alquran, hadist, atau kata hikmah lainnya.

8 Alasan Kamu Tidak Harus Vaksin

8 Alasan Kamu Tidak Harus Vaksin

Hingga setahun lebih pandemi Covid-19 terjadi, korban berjatuhan di mana-mana. Berita kematian terdengar setiap hari. Pemakaman Covid-19 sudah penuh. Tapi, ada saja orang yang masih tidak percaya kalau Covid-19 ada.

Saat ini berbagai negara sudah melakukan vaksinasi. Termasuk di Indonesia. Tapi, masih ada juga yang tidak vaksinasi.

Ya, banyak orang yang ragu mau vaksin atau tidak. Berbagai alasan dan pertimbangannya. Misalkan keampuhan efektivitas vaksin ataupun efek setelah divaksin.

Kamu tidak perlu vaksin kamu tidak perlu jika kamu punya alasan di antara 8 alasan ini.

1. Kamu tidak sayang keluarga kamu
2. Kebal semua penyakit
3. Ingin mencicipi cofid19
4. Ingin PPKM selamanya
5. Ingin menyusahkan teman-temanmu
6. Ingin jadi beban bagi banyak orang
6. Borongan anti-virus dan susu kalengmu belum habis
7. kamu belum mendapat rekomendasi vaksin

Tulisan ini diambil dari Instagram dr. Samuel P.K. Sembiring

Pandemi adalah comunal disease. Jadi harus ditangani bersama-sama. Nah, vaksin merupakan salah satu upaya untuk melindungi keluarga dan orang di sekitar kita.

Jika kamu layak vaksin, maka vaksinlah. Sebagai ikhtiar mencegah diri dan keluarga dari Covid-19. Apalagi saat ini virus telah muncul varian-varian baru. Kalau tidak segera vaksin, bisa jadi korban akan lebih banyak.

Bukan hanya untuk diri kita. Bisa jadi sekarang ini kita merasa sehat. Tapi siapa yang menjamin besok-besok kita tidak sakit? Keluarga kita juga perlu kita lindungi. Keluarga kita mungkin tidak sekuat kita. Tidakkah kasihan jika mereka justru kena virus itu?

Banyak yang bilang saat ini negara lain sudah nggak pakai masker segala. Sudah aman. Mereka pengen kita mencontoh negara itu. Tapi mereka nggak lihat preosesnya. Mereka lihat hasil akhir saja.

Tidak Mau Vaksin Alasan Agama

Banyak juga yang tak mau vaksin karena faktor agama. Ragu atau tidak yakin dengan kehalalan vaksin. Takut barang haram masuk ke tubuhnya.

Ok, saya pernah ikut seminar bersama Ipho Santosa. Beliau adalah penulis buku 7 Keajaiban Rezeki. Kata beliau, ada syeikh di Arab Saudi yang juga vaksin. Anda pasti kenal namanya. Beliau adalah Syeikh Sudais. Nah, kurang soleh apa Syeikh Sudais, coba? Tapi beliau vaksin. Soleh mana kamu dengan syeikh Sudais?

Erdogan pakai vaksin. Kurang pinter apa Erdogan tapi juga pakai vaksin. Palestina pun pakai vaksin.

Kalau lifestyle-nya sehat, olahraga rajin, paparan matahari pagi cukup, makanan sehat nggak banyak gorengan atau instan, nggak vaksin nggak papa.

Tapi kan banyak yang lifestyle nya kurang sehat. Maka sangat perlu vaksin. Makan gorengan, santan, malas olahraga, kurang gerak, atau kurang nutrisi.

Jangan karena pandangan politik beda  nggak mau vaksin. Banyak yang nggak mau vaksin itu karena informasi salah atau kurang informasi. Informasi membahayakan di WhatsApp tentang vaksin lalu dipercaya. Padahal, kita harus jeli dengan berita bahkan broadcast itu.

Rencana Berkunjung Ke Tanah Surga Toraja

Rencana Berkunjung Ke Tanah Surga Toraja

“Tidak Perlu Mati untuk Menuju Surga”

Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan)

Di bulan November 2019 lalu seorang teman mengirim pesan WhatsApp. Isi pesan sukses membuat hati saya panas. Dia pamer foto berlatar rumah adat Tongkonan. Di bawah fotonya dia tulis begini:

“Indonesia keren banget. Banyak berjalan, banyak dilihat. Perbanyak piknik woy… ”

Lantas saya jawab, “Iya sih yang halan-halan. Pengen bisa ke sana juga.”

Eh, dia malah semakin manas-manasin,

“Jangan cuma pengen. Kudu diniatin. Jangan nunggu tua.”

Hadeuh.

Nih dia Abul, teman saya yang pamer kunjungannya ke Toraja. Bener-bener bikin iri.

Udara mendadak terasa semakin panas. Jujur saja saya iri. Sejenak saya mikir, boleh nggak ya iri sama temen? Ah, kalau dalam hal positif, kayaknya boleh deh iri. Hehe…

Sejak lama saya bermimpi bisa keliling Nusantara. Bahkan ambisi keliling Nusantara lebih besar daripada ke luar negeri. Perbandingannya 90 persen vs 10 persen-lah.

Karena saya yakin Indonesia punya banyak tempat indah dan menakjubkan. Banyak objek wisata dengan pemandangan serupa surga. Mulai dari pantai, bukit, gunung, sawah, air terjun, alam pedesaan, dan lainnya. Indonesia punya banyak adat, budaya, dan kebiasaan masyarakat yang unik dan sarat pelajaran hidup.

Termasuk Tanah Toraja yang juga menyimpan sejuta keindahan. Bahkan, menteri KKP menyebut Toraja sebagai tanah surga.

“Tidak Perlu Mati untuk Menuju Surga”

kata Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Toraja Utara pada Sabtu (19/6/2021). (https://infotoraja.com)

 

Benarkah sedemikian indahnya Toraja hingga menteri KKP mengatakan Toraja sebagai surga? Saya yakin ucapan tersebut tidak berlebihan. Ya, Indonesia memang ibarat surga. Malah kata Cak Nun, “Surga itu bocor. Dan tetsannya jatuh di di Indonesia”. Makanya, Indonesia begitu indah alamnya.

Lebih-lebih Tana Toraja ini. Dengan segala potensi keindahan alam serta sebaran desa-desa tradisional sangat pas bila Toraja menjadi surga. Toraja pun layak menjadi tujuan wisata termasuk dalam konsep Era Baru Berwisata.

Saya belum pernah ke Toraja. Tapi, sudah tahu Toraja sejak dulu. Sejak 21 tahun yang lalu.

Saya tahu Toraja dari buku-buku sekolah dasar, sekolah menengah hingga sekolah atas selalu diceritakan keunikan dan keindahan Tanah Toraja.

Dan jika ada kesempatan berkunjung ke Toraja, tentu sangat senang sekali. Tempat yang paling ingin saya kunjungi adalah rumah adat Tongkonan. Sejak 21 tahun lalu, rumah adat ini hanya terkenang dalam otak saya. Ya, lewat buku RPUL (Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap yang berisi berbagai pengetahuan dulu saya menghafal nama-nama rumah adat. Meskipun, sampai sekarang belum ke sana. Ah, andai saja ada rezeki untuk ke sana.

Bisa dibilang, tempat yang paling wajib didatangi kalau ke Toraja adalah desa Ke’te Kesu. Di desa inilah terdapat rumah adat Tongkonan. Kita musti bangga karena pada tahun 2009, Ke’te Kesu diakui oleh UNESCO sebagai cagar budaya warisan dunia. Tentu nggak cuma bangga, kita harus turut menjaganya juga.

sumber foto: https://www.tripsavvy.com

Rumah adat tongkonan ini tentu menyimpan banyak makna. Ke’te Kesu menjadi salah satu tempat saksi sejarah awal mula keberadaan masyarakat Tana Toraja. Berbagai peninggalan jejak sejarah menyatakan bahwa Ke’te Kesu dihuni para leluhur.

Terdapat pula makan para bangsawan pada beberapa makam khusus di dinding batu Ke’te Kesu. Tentu sangat menakjubkan adanya makam di dinding. Biasanya makam terletak di tanah. Hal ini tentu menjadi pengalaman berharga dan berbeda jika saya bisa menyaksikannya langsung.

Makam goa dan makam tebing  berusia 500 tahun. Tentu sangat tua sekali. Benda bersejarah itu semakin tua semakin besar nilai sejarahnya.

Saat berwisata ke Ke’te Kesu, tentu harus jaga sikap. Tak boleh bertindak tidak sopan. Harus menghargai adat di sana. Kalau melanggar, bisa kena sanksi. Bukan hanya hukum adat tapi bisa juga berurusan dengan polisi. Jenis hukuman adat bervariasi. Mulai dari persembahan hewan sembelih hingga penahanan.

Alamnya yang sangat memukau seakan melambai-lambai. Saya merasa terpanggil. Harus mendatanginya. Ah, semoga saja ada kesempatan buat ke sana. Tak hanya Ke’te Kesu yang jadi destinasi sangat menarik tapi juga Wisata Londa, Wisata Museum Ne’ Gandeng, Wisata Pallawa, Wisata Batu Tumonga, Wisata Kompleks Megalit Kalimbuang Bori, Wisata Ranteallo, Wisata Air Terjun Kalean, dan Wisata Ollo.

Jika wisata lainnya erat dengan wisata budaya, wisata air terjun Kalean dan Wisata Ollo menawarkan wisata alam yang sangat menarik. Di sana ada Air Terjun Tujuh Tingkat yang merupakan objek wisata paling diincar yang ada di desa Kalean. Wow. Tujuh tingkat. Pastilah tinggi dan unik sekali. Maka, sayang kalau dilewatkan begitu saja. Airnya jernih dan bersih membuat kita segera ingin nyemplung dan berenang. Pastinya tubuh kita segar dan sehat saat berkunjung ke sana karena udaranya bersih, sehat, dan jauh dari pencemaran.

Wisata Air Terjun Kalean

Wisata Ollon juga. Pemandangan berupa hamparan bukit hijau yang begitu luas tersaji di sini. Alam terbuka sangat baik dalam memberikan pengalaman berkesan. Apalagi jika datang ke sini dengan keluarga dan berkemah di sana.

Keindahan alam yang memukau menjadi garansi. Dengan bukit yang luas, banyak kegiatan bisa dilakukan. Cocok sekali jika dijadikan tempat bermain keluarga. Pemandangan nan hijau sangat menyegarkan mata. Berbagai beban pikiran dan pekerjaan pastilah sirna begitu saja. Energi bakal kembali terisi dengan menikmati pemandangannya

Wisata Ollon

Dan jika dikasih kesempatan ke Toraja, saya tidak akan menyia-nyiakannya.  Saya siap mendapatkan berbagai pengalaman berharga berwisata ke Toraja. Siap pula belajar banyak kearifan lokal masyarakat Toraja. Tentu saja saya siap menuliskan kembali pengalaman perjalanan ke Toraja. Agar pengalaman berharga dan ilmu yang saya dapat dari sana bisa dibagi ke banyak orang. Ya, menjadi misi saya bahwa keindahan dan keelokan Toraja harus banyak dieksplor, agar semakin banyak yang tahu keindahan tanah surga Toraja ini.

Dan jika dikasih kesempatan ke Toraja, saya tidak akan menyia-nyiakannya.  Saya siap mendapatkan berbagai pengalaman berharga berwisata ke Toraja. Siap pula belajar banyak kearifan lokal masyarakat Toraja. Tentu saja saya siap menuliskan kembali pengalaman perjalanan ke Toraja. Agar pengalaman berharga dan ilmu yang saya dapat dari sana bisa dibagi ke banyak orang. Ya, menjadi misi saya bahwa keindahan dan keelokan Toraja harus banyak dieksplor, agar semakin banyak yang tahu keindahan tanah surga Toraja ini.

Berkunjung Ke Toraja, Semoga Bukan Mimpi Saja

Ya, mudah-mudahan bukan mimpi saja. Saya berharap keinginan ke Toraja menjadi nyata. Apapun bisa terjadi kalau sudah ada takdirnya. Kalau sudah bertekad, biasanya mimpi akan terwujud menjadi nyata.

Tentu saja, bukan hanya menikmati pemandangan serupa surga, tapi juga siap belajar dan memetik kearifan lokal Toraja. Seperti kata pepatah, “Lain ladang, lain belalang. Lain lubuk, lain ikannya”. Setiap daerah punya budaya masing-masing. Begitu pula Toraja, punya banyak budaya yang luhur penuh nilai-nilai karakter bagi kita.

Saya yakin, dengan belajar dan mengenali budaya daerah lain akan membuat kita merasa bangga sebagai bangsa Indonesia.

“Yang kita perlukan hanya kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya. Tangan yang akan lebih banyak berbuat dari biasanya. Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya. Leher yang akan lebih sering melihat diatas. Lapisan tekad yang seribu kali lebih kuat dari seribu baja. Hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya. Mulut yang akan selalu berdoa.”

Artikel ini diikutsertakan pada kompetisi blog wisata Toraja Highland Festival 2021. #TorajaHighlandFestival

Sumber tulisan

 

https://infotoraja.com/kagumi-keindahan-toraja-menteri-kkp-tidak-perlu-mati-untuk-menuju-surga/

https://www.gotravelly.com/blog/tempat-wisata-di-toraja/

https://www.idntimes.com/travel/destination/andi-aris/7-fakta-unik-kete-kesu-tana-toraja-1/7