Menyusun Masa Depan dari Meja Makan Minimalis iCreate

Merancang Masa Depan dari Meja Makan Minimalis iCreate

Keluarga kami punya hubungan emosi yang sangat kuat dengan meja makan. Bapak kami selalu membiasakan kalau sedang di rumah semua harus makan bareng. Nggak boleh ada yang makan terpisah baik itu makan duluan atau makan belakangan.

Sejak kecil kami bertanya-tanya kenapa Bapak membiasakan itu. Setelah berumah tangga, baru Bapak membuka rahasia itu…

Bapak selalu menganjurkan agar makan bareng. Sejak zaman telur dadar bisa dipotong jadi 12 hingga 1 telur dadar dimakan sendiri, mulai dari taplak meja plastik kembang-kembang, hingga meja dilapisi kaca kebiasaan ini mendarah daging. Bahkan sampai anak-anaknya berkeluarga dan berumah tangga.

Kebiasaan ini juga diajarkan kepada para menantunya. Saat ada kesempatan makan bareng, sebelum anak-anaknya pisah rumah, Bapak berpesan bahwa makan bareng itu harus terus dilakukan.

Kebiasaan ini ternyata Bapak dapatkan dari Simbah atau kakek. Sejak dulu bersama Simbah membiasakan 6 anaknya makan bareng. Kalau ada satu anak yang belum pulang karena masih main, maka ditunggu sampai datang. Kalau ada anaknya yang berantem lalu nggak mau makan bareng, harus diselesaikan dulu, baru semuanya bisa makan bareng.

Dari kebiasaan kecil itu ternyata membuat anaknya memiliki keterikatan satu sama lain. Mereka saling membantu dan saling menolong. Bahkan saat semua orang yang sudah jadi orang sukses, mereka tidak lupa lupa dengan saudaranya.

 

Keluarga kami juga sangat jarang makan di luar. Paling banter beli makan di luar, lalu dibawa ke rumah.  Makan di luar hanya sesekali saja.

Bagi keluarga kami, meja makan menjadi pusat komunikasi. Ya, saat selesai makan, kami tidak selesai begitu saja. Tetapi masih ngobrol. Ngomong santai. Membahas banyak hal ringan.

Di meja makan, Bapak bisa menandai kalau ada yang sedang marahan. Itulah jelinya Bapak. Kalau ada yang sedang marahan bisa kelihatan di meja makan itu.

Dulu waktu kecil yang kami tidak tahu kenapa alasan Bapak mewajibkan kami makan bareng. Lalu saat dewasa, saya baru menyadari bahwa banyak manfaatnya.

Di meja makan itu kami belajar arti persaudaraan, silaturahmi, saling berbagi, saling mengalah, dan lainnya.

Bahkan dari meja makan itu bisa menyatukan pemikiran dan ide untuk mengadakan sebuah kegiatan.

Di keluarga kami ada sebuah tradisi trah keluarga. Setiap 4 setahun sekali kami berkumpul di Mbah di Bantul, Jogja.

Jadi yang berada di pulau Sumatera (Jambi, Lampung), Banten, Jakarta, Jawa Timur, hingga Kalimantan semuanya berkumpul di rumah Simbah. Alhamdulillah bisa sempat berkumpul. Meskipun tidak banyak kegiatan, yang penting ngumpul. Melepas kangen, menguatkan silaturahmi.

Setelah berkeluarga, keluarga saya pun meneruskan kebiasaan baik itu. Selalu berusaha makan bareng. Akhirnya, bagi kami, meja makan tak hanya berfungsi sebagai tempat makan saja. Karena banyak aktivitas lain yang dilakukan enaknya di meja makan. Termasuk merancang masa depan bagi keluarga dan anak-anak kami.

Agar lebih maksimal dalam obrolan di meja makan, sangat penting kondisi meja makan. Estetika di meja makan sangat menentukan produktivitas kita. Ingin merasakan pengalaman di meja makan lebih berkesan, percayakan pada iCreate.id. Ya, iCreate.id merupakan toko online Furniture yang hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern akan kemudahan berbelanja, kapanpun dan dimanapun Anda menginginkannya.

Lebih-lebih saat ini sedang Work from home, berlama-lama di meja makan yang berdesain ciamik sangat mendukung kualitas kerja Anda. Ruangan luas maupun terbatas bisa dipercantik dengan meja makan minimalis dari iCreate.id.

HANNOVER MEJA MAKAN KAYU MINIMALIS

Meja makan ini terbuat dari MDF dan Solid beech wood, dengan bentuk persegi meja makan minimalis ini menjadi tepat di ruang makan anda, Meja makan warna putih di bagian atas dan cokelat di bagian bawah dengan desainnya simple dan elegant sehingga membuat ruang makan anda tampak lebih berkelas. Meja makan kayu ini cocok untuk apartement atau ruang makan yang tidak terlalu besar.

HAMBURG MEJA MAKAN BULAT KACA UK. 100 CM

Meja makan bulat ini merupakan solusi untuk ruangan anda yang tidak terlalu luas. Penggunaan material tempered glass membuat meja makan bulat kaca ini mudah dibersihkan. Meja makan bulat ukuran 100 cm ini bisa muat untuk 4 kursi.

WALDENBURG MEJA MAKAN EXTENDABLE MOTIF MARMER

Produk dengan rating 6/6 ini sungguh cantik. Bentuknya ramping. Kesan mewah dihadirkan di ruang makan. Meja ini cocok untuk makan malam yang hangat untuk empat orang. Bisa menambahkan kursi ekstra dengan menarik daun ekstensi bawaan yang cerdas untuk memberi ruang bagi teman dan keluarga.

NURNBERG MEJA MAKAN BULAT MINIMALIS UK. 90 CM

Meja makan ini terbuat dari MDF dan Solid beech wood, dengan bentuk lingkaran dining table ini menjadi tepat di ruang makan anda, Meja makan ini memiliki warna putih bagian atas dan cokelat bagian bawah, desainnya simple dan elegant sehingga membuat ruang makan anda tampak lebih berkelas.

Testimoni Produk iCeate.id

v

LIU SETIA,DRESDEN MEJA MAKAN MINIMALIS KAYU 4 KURSI WARNA PUTIH

respon customer service baik dan responsif

v

BEBET TIRTA

sangat puas, produk sangat berkualitas, perakitan cukup mudah, tidak ada cacat produk

v

BERLIN, MEJA MAKAN MOTIF MARMER

Barang diterima dengan baik, kualitas baik

v

ELVIRA PERTIWI, pertiwi

Sangat puas dengan produk dan pelayanan. Waktu pertama antar ada produk yg ditukar karena lecet sedikit namun yang antar sangat baik dan sabar, pekerja keras waktu antar barang yg ditukar dibersihkn

Kenyamanan, sudah pasti ditawarkan pada produk iCreate.id. Tak hanya kenyamanan, pengalaman mendalam bersama keluarga atau orang terdekat pun bisa didapat di meja makan.

iCreate.id merupakan referensi tepat furniture online. Bersama iCreate.id ayo temukan inspirasi rumah idaman dan dekorasi dengan harga terjangkau

showroom iCreate.id

Jl. AM Sangaji No. 2B Petojo Utara Jakarta Pusat

Create.id The Icon Business Park

The Icon Business Park Blok A no. 3, Bumi Serpong Damai Tangerang Selatan
Jam operasional :
Senin – Minggu
9.00 AM – 19.00 PM

iCreate.id Mendrisio Gading Serpong

Mendrisio 3D No. 5 Paramount Gading Serpong
Jam operasional :
Senin – Minggu
9.00 AM – 19.00 PM

3 Langkah Menumbuhkan Kepedulian Terhadap Sampah

3 Langkah Menumbuhkan Kepedulian Terhadap Sampah

Kesadaran membuang sampah masyarakat kita memang akut. Tak hanya membuang sampah sembarangan atau tidak pada tempatnya tapi juga membuang sampah di tempat yang ADA LARANGAN membuang sampah. Saya beberapa kali menjumpai potret seperti itu. Saya yakin semua orang pasti bisa membaca. Tapi anehnya tidak memahami apa yang dibacanya.

 

Potret di atas saya ambil di dekat pusat ibukota kabupaten lho. Nggak jauh, kok. Sekitar 500 meter ke pusat pemerintahan kabupaten Lebak. Sudah jelas ada larangan membuang sampah di situ. Eh masih saja banyak warga yang membuang sampah sembarang.

Jika potret di atas terjadi di daerah perkotaan, bagaimana dengan daerah pedesaan? Sepertinya tak beda jauh. Pemandangan serupa saya dapatkan di daerah pedesaan. Memang tidak terlalu pelosok sih tapi daerah ini relatif lebih sepi. Masih banyak lahan kosong dan rumah-rumah pun tidak padat. Berikut ini fotonya.

Beberapa penampakan sampah yang dibuang sembarangan

Saya sering saya melewati jalan kampung ini. Biasanya kalau momong anak, muter-muter ke jalan ini. Sebetulnya, senang aja kalau lewat jalan ini sepi kendaraan. Udaranya masih bersih, bebas dari asap kendaraan. Tapi, setiap melewati jalan ini anak-anak disuguhi pemandangan yang memiriskan.

Banyak warga yang membuang sampah sembarangan. Karena banyak lahan yang kosong, ‘dimanfaatkan’ oleh warga untuk membuang sampah di sana. Tidak satu dua warga. Banyak. Akhirnya lama kelamaan menjadi menggunung.

Kenapa ya orang membuang sampah sembarangan? Salah satunya karena ingin rumahnya bersih dari sampah. Sampah yang ada di rumah harus hilang. Tak peduli bagaimana nasib sampah selanjutnya. Ya, tentu saja, rumah bebas dari sampah merupakan dambaan setiap orang. Sampah ini identik dengan sisa sehingga sering dianggap masalah. Kalau ada sampah di rumah, pengennya segera dibuang.

Karena itu, banyak orang yang langsung membuang sampah rumah tangganya. Tanpa memilahnya berdasarkan jenis sampah yaitu sampah organik dan sampah organik.

Padahal, bukan berarti masalah sampah selesai dengan membuang sampah. Membuang sampah hanya MEMINDAHKAN masalah dari rumah ke tempat lain. Di tempat kita selesai masalah sampah, muncul masalah baru di tempat lain.

Diperkirakan, Indonesia menghasilkan 64 juta ton sampah setiap tahunnya. Jadi sekitar 64.000.000.000 kilogram sampah. Dari sejumlah itu, 60 % -nya merupakan sampah organik. Jadi, sebetulnya banyak yang bisa didaur ulang lagi. 

Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia yaitu sebanyak 10 milar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik di buang ke lingkungan.

Pada November 2018 lalu kita digemparkan dengan matinya paus sperma di Pulau Kapota, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Kematiannya diduga karena banyak memakan sampah plastik. Dalam perut paus sperma tersebut didapati ribuan sampah plastik. Dari laman Republika, Balai Taman Nasional (BTN) Wakatobi menyebutkan sampah plastik yang ditemukan di dalam perut paus tersebut berupa 115 gelas plastik (750 gr), 19 plastik keras (140 gr), 4 botol plastik (150 gr), dan 25 kantong plastik (260 gr). Ada juga 2 sandal jepit (270 gr), 1 karung nilon (200 gr), 1000 lebih tali rafia (3.260 gr), dan lain-lain.

Sumber gambar : www.kompas.com

Tentu kita ingat tentang tragedi Leuwigajah yang terjadi pada Senin, 21 Februari 2005. Ledakan keras yang disusul longsor sampah yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah Kota Cimahi itu menelan korban 157 orang meninggal.

Longsoran sampah langsung menyapu dua pemukiman yakni Kampung Cilimus dan Kampung Pojok. Kedua pemukiman yang jaraknya sekitar 1 km dari TPA Leuwigajah langsung luluh lantak tertimbun sampah. Akibatnya, 157 jiwa tewas. Gunungan sampah sepanjang 200 m dan tinggi 60 meter itu goyah. Ledakan terjadi karena gas metan dalam tumpukan sampah itu.

Ada korban jiwa saja sudah membuat kita merasa kehilangan. Apalagi dalam tragedi ini karena disebabkan sampah. Tentu membuat kita harus mengevaluasi perilaku kita. Ya, sampah memang menjadi masalah krusial bagi setiap daerah. Inilah akibatnya jika kita abai dengan masalah sampah. Dan perilaku kita hanya membuang sampah tanpa bijak mengelolanya. Sampah memiliki dampak yang tidak kecil.

Lalu bagaimana agar kejadian serupa tidak terulang lagi? Banyak yang bisa dilakukan.

1. Mengurangi Sampah Dari Rumah

Rumah memiliki peran yang besar dalam mengurangi sampah. Rumah tangga menghasilkan sampah organik lebih banyak sebesar 60 % ketimbang sampah nonorganik. Jadi sebetulnya banyak sampah yang bisa diolah kembali atau didaur ulang.

Apa saja yang bisa dilakukan?

Pertama, Membuat Eco Enzyme

Sampah organik bisa kita ubah menjadi eco enzyme yaitu larutan dari hasil proses fermentasi antara sampah organik (sisa sayuran dan kulit buah), gula, dan air. Larutan ini berwarna coklat. Berbau segar asam.

Eco enzyme berawal dari hasil penelitian Dr. Rosukon Poompanvong. Beliau founder Asosiasi Pertanian Organik (Organic Agriculture Association) dari Thailand.

Kita bisa memisahkan sampah organik yang dapat dijadikan kompos seperti sisa makanan, tulang ikan atau ayam, sisa sayuran, cangkang telur, dan sebagainya. Sampah itu tidak langsung dibuang tetapi ditampung. 

BAHAN

Bahan ada di sekitar kita. Sisa sayuran atau kulit buah, gula, dan air dengan perbandingan 3:1:10.

✓150 gram kulit buah/sayuran

✓50 gram gula

✓500 ml air

 ALAT

✓ Wadah berupa botol plastik atau derigen bekas ukuran 1 liter yang memiliki tutup rapat

✓ Corong

 

CARA MEMBUAT

✓ Siapkan alat dan bahan

✓ Potong-potong dan masukkan sisa kulit buah atau sisa sayur ke dalam botol/dirigen (jangan isi wadah penuh, sisakan tempat untuk proses fermentasi)

✓ Tutup rapat dan aduk atau bolak balikkan botol sampai larutan air dan gula bercampur

✓ Bulan pertama, setiap hari buka botol untuk mengeluarkan gas. Aduk atau bolak balikkan botol

✓ Simpan di tempat kering dan hindari sinar matahari langsung

✓ Tunggu selama 3 bulan untuk siap dipanen

 

Manfaat Eco Enzyme

ECO enzyme memiliki banyak manfaat, yaitu sebagai cairan pembersih, pupuk, mengusir hama, dan menjaga kondisi alam.

  1. Sebagai Cairan Pembersih

Larutan eco enzyme yang dilarutkan lagi dengan air bermanfaat sebagai larutan pembersih. Larutan pembersih serbaguna ini bisa dimanfaatkan untuk membersihkan perabotan, pakaian, lantai, buah dan sayuran.

2. Pupuk

Larutan dengan takaran 30ml dan 2l air dapat digunakan sebagai pupuk. Larutan ini bisa disemprotkan ke tanah untuk menyuburkan tanaman. Atau bisa disemprotkan ke daun tanaman untuk meningkatkan kualitas buah dan sayuran yang dihasilkan.

  1. Pengusir Hama

Jika pada tanaman ditemukan semacam serangga perusak, semut, atau yang sering kita temui hama berwarna putih. Larutkan 15ml ecoenzym dengan 500ml air dan semprotkan pada tanaman yang berhama. In shaa Allah hama akan kabur.

4. Menjaga kondisi alam

Pada saat proses pembuatan eco enzyme manfaat sudah bisa dihasilkan. Pada saat proses pembuatan eco enzyme larutan ini sudah melepaskan gas ozon (03). O3 diyakini dapat mengurangi karbondioksida (CO2) di atmosfer sehingga mengurangi pemanasan global. Selain itu dapat juga memperbaiki kesuburan tanah. Membersihkan air yang tercemar.

Beberapa pemanfaatan hasil Eco Enzyme (dokumen pribadi)

Kedua, Mengubah Minyak Jelantah Menjadi Sabun

Minyak jelantah hampir tidak bisa diapa-apakan lagi. Padahal, setiap hari rumah selalu memasak yang diantaranya menggunakan minyak goreng.

Sisa minyak goreng yang sering disebut minyak jelantah, paling banter menjadi limbah yang dibuang ke selokan, ke westafel, atau masukkan plastik kemudian dibuang ke tempat sampah.

Saat bergabung dengan komunitas ibu-ibu, isteri saya mendapat ilmu tentang mengolah minyak jelantah menjadi pembersih lantai. Ilmu itu dimodifikasi oleh isteri menjadi mengubah minyak jelantah menjadi sabun batangan.

Ilmu ini sangat berguna untuk ibu-ibu yang selama ini dipusingkan dengan limbah minyak jelantah ini. Setelah beberapa kali bikin sabun mijah di perumahan, berkat posting di media sosial, istri beberapa kali diundang berbagi ilmu di ibu-ibu komplek lain. 

Seneng sih bisa berbagi solusi. ya, sebab minyak jelantah ini kan sering bikin resah.

Pernah pula diusulkan ikut dalam lomba daur ulang barang bekas yang diadakan oleh kementrian Perindustrian. Saat itu lombanya pada Desember 2019.

Dalam ajang itu, isteri saya mendapatkan juara favorit. Banyak juga yang tertarik dengan sabun mijah. Produk yang dibawa pun ludes diborong.

Juara favorit lomba daur ulang yang diadakan oleh kementerian Perindustrian (dokumen pribadi)

Produk sabun mijah yang unik dan lucu-lucu (dokumen pribadi)

Tidak cukup mengolah minyak jelantah sendiri, kami juga menampung minyak jelantah dari rumah-rumah di sekitar komplek.

Ada beberapa rumah yang menyumbang minyak jelantah. Mereka cukup menampungnya di botol plastik untuk selanjutnya diolah menjadi sabun batangan yang banyak busanya, wangi, dan membersihkan dengan maksimal peralatan dapur

2. Bergabung dengan Komunitas Peduli Sampah

Masalah sampah memang butuh energi yang besar. Kadang, kalau sendirian, akan bosan atau energi melemah. Padahal, peduli sampah ini kepedulian sepanjang waktu. Nah, supaya energi kita tetap ada, bagus jika bergabung dengan komunitas. Dala komunitas itulah biasanya ada kebiasaan berkolaborasi.

Biasanya saling berbagi informasi, saling memotivasi, atau menambah energi. Kadang kalau lihat anggota komunitas yang semangat melakukan sebuah proyek peduli sampah, anggota lain bisa ikut-ikutan bersemangat.

Nah, keluarga saya ikut dalam sebuah komunitas. Tidak hanya membahas masalah sampah saja, sih, tapi banyak hal. Sharing ilmu membuat kami semakin banyak tahu. Kami Misalnya tentang Zero Waste.

Zero waste tidak hanya mengenai recycle atau mendaur ulang. Tetapi meliputi tahap refuse (menolak), reduce (mengurangi) dan reuse (menggunakan kembali) melalui repair (memperbaiki) dan replace (mengganti) dan terakhir recycle (mendaur ulang) sehingga populer dengan gerakan 5R oleh Bea Johnson.

Setelah mengetahui landasan zero waste, dalam praktiknya kita bisa melakukan cegah, pilah, dan olah. Yang perlu dilakukan menolak penggunaan barang sekali pakai dan menggantinya dengan barang yang bisa dipakai berulang. Contoh, kantong kresek diganti tas belanja. Botol plastik dan tempat makanan sekali pakai diganti yang dipakai berulang. Perilaku ini dapat mengurangi sampah.

Pisahkan sampah sesuai dengan jenisnya. Sampah kompos (sisa sayur, buah), kertas dan kardus dalam kondisi kering dan bersih. Sampah B3 (Bahan berbahaya dan beracun), sampah daur ulang campuran (plastik, kaleng, kaca, kotak susu) dan sampah lain lain yang tidak bisa diolah (tisu, pospak).

Bahkan dari komunitas itu kami tahu bahwa belajar zero waste bukan hanya menghemat plastik, tetapi juga sumber daya lainnya (air, listrik, bahan bakar dan sebagainya) agar tidak terbuang percuma.

3. Berkolaborasi dengan Sang Ahli

Waste4Change merupakan lembaga yang memberikan layanan pengelolaan sampah 100% menyeluruh untuk perusahaan lembaga atau pelaku bisnis untuk berusaha mengurangi sampah yang dihasilkan di tempat tersebut. Dengan berlandaskan teknologi dan kolaborasi, Waste4Change telah berkiprah banyak dalam pengelolaan sampah di berbagai tempat.

Mempercayai pengelolaan sampah kepada Waste4Cange merupakan pilihan bijak. Lembaga, organisasi, perusahaan, pabrik, dan lainnya bisa memanfaatkan layanan Waste4Change seperti Waste Management Indonesia, Extended Producer Responsibility Indonesia, Personal Waste Managemen yang sifatnya bisa kelembagaan atau pribadi.

Waste4Change telah berpengalaman dalam Pengelolaan sampah ini telah sukses bermitra melayani 198 klien, 175 klien, dan telah mengelola 5.404.041 kg sampah.

Temukan berbagai pengelolaan sampah yang tepat, baik untuk kelembagaan seperti pemerintah, swasta, perumahan, pengelola bangunan, hingga untuk kebutuhan personal atau rumah sekalipun.

Sudah banyak orang yang jengkel akibat sampah yang dibuang sembarangan. Padahal sudah ada larangan membuang sampah di tempat itu tapi tetap saja ngeyel.

Sering kan baca kalimat seperti ini,

“Ya Allah mohon cabutlah segera nyawa mereka yang buang sampah di sini,”,

 ‘Ya Allah Cabutlah Nyawaku Segera … Bila Aku Membuang Sampah di Sini,

“Hanya monyet yang boleh buang sampah di sini”,

“Ya Allah cabutlah nyawa orang yang membuang sampah di sepanjang jalan ini”,

Banyak orang yang geram dengan perilaku membuang sampah sembarangan.

Padahal yang buang sampah sembarangan pun akan marah kalau di tempatnya ada orang yang buang sampah sembarangan. Iya kan? Karena itu, yuk sama-sama menjaga lingkungan kita dari sampah.

Mari menjadi bagian dari solusi atas permasalahan sampah. Semoga ini menjadi bukti bahwa kita cinta pada bangsa ini. Tertarik dengan berbagai program keren Waste4Change? Kita dapat mendatangi kantornya Vida Bumipala, Jl. Alun-alun Utara, Padurenan, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat 17156. (021) 29372308 atau contact@waste4change.com

 * * *

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog Waste4Change Sebarkan Semangat Bijak Kelola Sampah 2021.

Penulis : Supadilah. Sumber tulisan : https://regional.kompas.com/read/2018/11/21/18003211/infografik-sampah-plastik-dalam-perut-paus-yang-mati-di-wakatobi, https://waste4change.com, dan pengalaman pribadi.

 

Prestasi Menulis

Prestasi Menulis

Bismillahirrahmanirrahim… Artikel ini bukan bermaksud membanggakan diri tapi supaya ada dokumentasi atas prestasi yang saya raih. Doakan terus bertambah ya.. Aamiin

  1. Juara 2 lomba artikel dan karya Jurnalistik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018
  2. Juara Harapan 1 Lomba Menulis Artikel oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, 2018
  3. Juara 3 lomba blog SawitBaik, 2019

Tahun 2020

  1. 4. Juara 2 Lomba Blog Sekolah Relawan
  2. 10 Blogger Tercepat Lomba Blog Blibli.com
  3. Juara Favorit Lomba Jurnalistik Ulang Tahun PT Semen Padang
  4. Juara 1 Lomba Blog kbr.id
  5. Grand Prize Laptop Acer
  6. Peringkat 10 besar lomba blog guruinovatif.id yang diadakan oleh Hafecs
  7. Juara 2 Lomba Blog DUMET School, November 2020
  8. Juara 3 Lomba Sahabat Hosting
  9. Nominasi 20 Besar Lomba Blog yang diselenggarakan Pusat Pembinaan Karakter (Puspeka) Kemdikbud RI, Oktober 2020.

Tahun 2021

  1. Juara hiburan lomba blog Qwords
  2. Juara 5 lomba ASUS berhadiah laptop ASUS E410
  3. Juara 1 Lomba Blog AISEI dengan tema “Pendidik yang Menginspirasi”
  4. Juara 3 Review Guruinovatif.id
  5. Nominasi (5 besar) Lomba blog Bank Indonesia, BI Netifest 2021.

Prestasi Menulis

Prestasi di 2021

Bismillahirrahmanirrahiim..

Sebagai dokumentasi prestasi beberapa lomba yang saya ikuti.

  1. Juara hiburan lomba blog Qwords
  2. Juara 5 lomba ASUS berhadiah laptop ASUS E410
  3. Juara 1 Lomba Blog AISEI dengan tema “Pendidik yang Menginspirasi”
  4. Juara 3 Review Guruinovatif.id
  5. Nominasi (5 besar) Lomba blog Bank Indonesia, BI Netifest 2021
5 Tips Agar Tulisan Terbit di Koran

5 Tips Agar Tulisan Terbit di Koran

Siapa sih yang nggak kepingin tulisannya nongol di media? Dengan banyak alasan layak sekali kita mencoba menulis di media.

Misalnya nih ya alasannya supaya bisa eksis di media, melatih kemampuan menulis, meningkatkan kualitas tulisan, atau dikenal oleh lebih banyak orang.

Oh iya. Media yang saya maksud di sini adalah media massa. Baik cetak seperti majalah, koran, dan lainnya maupun digital seperti website atau platform kepenulisan lainnya.

Meskipun, media cetak dan digital biasanya dianggap lebih selektif daripada platform kepenulisan. Maka bisa menembus di tempat tersebut biasanya memiliki kurasi yang lebih kuat.

Berdasarkan pengalaman, saya hendak membagikan kiat agar tulisan tembus di media.

Pertama, kenali kecenderungan media tersebut. Jenis tulisan di koran A biasanya berbeda dengan di koran B, dan seterusnya. Termasuk gaya kepenulisannya.

Dari mana tahu kecenderungan sebuah media? Maka rajin-rajinlah baca tulisan di sana. Niscaya dapat tuh feel-nya. Termasuk gaya kepenulisannya.

Kedua, agar naskah diterima, perhatikan ketentuan tulisannya. Misalnya harus 4000 kata, 9000 karakter, atau mencantumkan jumlah halaman tertentu. Nah, supaya tidak langsung disingkirkan oleh redaksi, perhatikan betul ketentuan ini.

Ketiga, bersifat analisa. Bukan hanya deskriptif. Apalagi jika menulis tentang opini. Maka benar-benar unsur opinilah yang prioritas. Bukan sekadar informatif apalagi deskriptif tadi.

Keempat, agar naskah diterima sebuah media, lengkapi dengan identitas penulis. Agar redaksi yakin bahwa pengirimnya jelas ada. Termasuk untuk kepentingan kredibilitas penulis. Sertakan pula foto penulis, KTP dan NPWP (jika perlu).

Kelima, sertakan kata pengantar. Etikanya sebuah naskah tidak dilemparkan begitu saja. Agar naskah diterima redaksi, sebaiknya dilengkapi pengantar. Mirip dengan sebuah pengantar di makalah.

Demikian tips agar karya diterima di media. Ini berdasarkan pengalaman saya. Alhamdulillah sudah ada beberapa karya dimuat di media. Semoga bermanfaat.