Pilih Laman
Hidup Layak Untuk Guru Honorer

Hidup Layak Untuk Guru Honorer

Hidup Layak untuk Guru Honorer

Selesai mengajar saya pulang. Saat itu  akhir bulan. Saya pulang membawa amplop gajian. Dengan was-was, amplop saya buka bersama istri. Isinya? Satu lembar uang bergambar I Gusti Ngurah Rai. Gaji saya Rp. 50.000.

Ya, gaji pertama mengajar sejumlah lima puluh ribu rupiah. Itu terjadi pada tahun 2013. Saya merasa lemas. Pikiran kalut. Dengan uang segitu bagaimana saya menafkahi keluarga?

Berapa bulan kemudian gaji saya memang naik. Tapi tidak sampai sepertiga dari UMK atau Upah Minimum Kabupaten. Juga masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan bulanan.

Untuk menambah penghasilan saya nyambi jualan jualan donat, susu kedelai, bakpao dan lainnya. Sering saya ke sekolah sambil bawa jualan untuk dititipkan ke warung-warung.

Tapi kemudian saya kewalahan membagi waktu mengajar dan jualan. Akhirnya saya pun tak lagi jualan. Berkuranglah pemasukan. Tapi demi murid, saya harus menerima kenyataan.

Horornya Gaji Guru Honorer

 

Gaji guru honor di negeri ini memang horror. Ribuan bahkan jutaan guru honor hidup jauh dari kata sejahtera. Banyak guru yang digaji tak layak.

Guru Oemar Bakri bukan hanya ditemui dalam lagu Iwan Fals. Benar-benar ada di kondisi nyata. Ada guru yang dibayar tiga bulan sekali, jumlahnya pun tak besar, habis untuk satu bulan saja. Kalau gaji tiga bulanan itu tidak cukup untuk kehidupan sebulan, bagaimana dengan kehidupan dua bulannya lagi?

Ada ibu guru yang sudah 10 tahun lebih menjadi seorang guru honor. Datang ke sekolah menempuh jarak puluhan kilometer. Ada tiga kecamatan yang dilewati. Meninggalkan suami dan anak. Saat ini dia masih berharap diangkat PNS.

Saya berharap diangkat menjadi PNS. Ingin bergaji layak seperti guru lainnya. Ikut tes PNS, tak lolos. Sekarang umur 34 tahun.

Saya guru honor di swasta. Masih ada harapan untuk hidup sejahtera sebetulnya masih ada. Dengan sertifikasi guru swasta. Namun prosesnya pun tidak mudah. Harus lulus UKG yang ujiannya sangat sulit.

Tidak setiap tahun ada. Kalau ada, hanya sedikit guru yang diluluskan. Satu kabupaten hanya dua atau tiga orang guru.

Harapan sertifikasi semakin kabur. Padahal, walaupun tidak diangkat sebagai PNS, kalau dapat sertifikasi, sudah lumayan. Sebelas tahun mengabdi belum dapat sertifikasi.

Suasana Horor Saat Rapat Guru

Suasana saat musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) ngeri-ngeri sedap. Dalam obrolan guru ada kata-kata ‘cair’ atau ‘meleleh’. Begitu juga dalam percakapan grup WhatsApp.

Ada pula ‘cek ATM’. Guru-guru tentu tahu maksudnya. Yang dimaksud dengan cair adalah cairnya tunjangan atau dana sertifikasi bagi guru negeri.

Ah, guru honor sedih mendengarnya. Saya bukannya iri dengan guru negeri. Tapi kadang manusiawi ingin juga mendapat ‘cair’ seperti mereka.

Juga bukan mengkritik kebiasaan obrolan guru PNS. Saya yakin guru PNS bukan menyindir guru honor  pula.

Saat itu ingin teriak di hadapan pemerintah, “Sejahterakan kami! Sejahterakan guru honor!”

Apakah tak boleh guru memperjuangkan haknya agar setara dengan guru PNS lainnya? Apa tak boleh guru honor lebih sejahtera hidupnya?

Padahal jasanya sangat besar untuk bangsa ini. Ada ungkapan bahwa di dunia ini hanya ada dua pekerjaan yaitu guru dan bukan guru.

Indonesia sudah 76 tahun merdeka. Iya benar kita sudah lepas dari penjajah nista. Tapi kehidupan bangsanya belum sejahtera. Guru juga merasakannya.

Jika guru PNS ada istilah gaji 13, sebetulnya guru honor pun ada gaji 13. Tapi maksudnya gajian di tanggal 1, di tanggal 3 sudah habis. Nama sama, nasib beda.

Kadang jengkel juga dengan pemerintah yang tak kunjung memperhatikan nasib guru honorer. Ingin melepas profesi sebagai guru.

Teringat murid, mereka butuh guru, butuh ilmu dan hikmah dari sang guru, membuat guru honor bertahan meskipun dalam kondisi jauh dari sejahtera.

Ki Hajar Dewantara pernah mengatakan, “Guru harus menghadirkan sepenuh hati karena murid belajar dengan sepenuh hati.” Benar adanya. Tapi bagaimana bisa menghadirkan sepenuh hati kalau guru mengajar dibayangi kebutuhan rumah tangga, uang belanja, dana pendidikan anak, dan kebutuhan lainnya?

Akhirnya guru tak bisa mengajar di kelas dengan tenang. Pemerintah harus memerhatikan guru honor. Agar kesejahteraannya meningkatkan. Maka agar nyaman dalam mendidik tenangkan pikirannya dengan cara penuhi kebutuhannya.

Harusnya pemerintah turun langsung melihat potret guru di honor di pelosok-pelosok dengan honor yang horror itu. Jangan hanya melihat dari kejauhan saja atau mendengar laporan yang dibuat berdasarkan asal bapak senang (ABS).

 PPPK = Kebijakan Bencana?

 

Pemerintah harus tahu kebingungan guru tentang kebijakan yang sering berubah. Guru di akar rumput banyak yang dirugikan dari kebijakan.

Acapkali kebijakan bukan menghadirkan solusi tapi malah menjadi sumber kontroversi. Termasuk kebijakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

UU No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai dasar hukum PPPK. UU ini membuat istilah guru dan tenaga pendidik honorer tidak lagi dikenal secara hukum. Yang ada guru ASN dan guru yayasan. Guru ASN sendiri terdiri atas PNS dan PPPK.

Guru honorer tentu saja berharap PNS.  Namun, yang ditawarkan adalah PPPK  yang substasinya adalah tenaga kontrak. Kalau pun saat ini guru juga mengincar PPPK, itu lantaran tidak ada pilihan. Daripada sebagai honorer yang dibayar tiga bulan sekali itu.

Berbagai surat kabar memberitakan bahwa Indonesia kekurangan guru. Kok bisa? padahal guru honorer sangat banyak. Lha ini ada apa? Kenapa tidak diangkat saja guru honorer menjadi guru PNS? (Dari data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, hingga 2020 terdapat 728.461 guru honorer.)

Negara kita sangat kaya. Tapi rakyat tetap miskin karena salah kelola. Kesenjangan lebar menganga. Dalam ranah pendidikan kesenjangan terjadi juga.

Kalau kekayaan itu dijaga dan dikelola dengan sebenar-benarnya pasti bisa untuk membiayai kebutuhan negara termasuk mensejahterakan guru honor. Uang negara banyak dikorupsi. Jumlahnya sangat besar. Termasuk dana bansos juga dikorupsi.

Coba kalau miliaan atau triliunan itu untuk kesejahteraan guru. Mungkin persoalan itu dapat dikurangi atau bahkan di atas diselesaikan.  

Tidak muluk-muluk. Guru honor nggak sampai pengen beli kendaraan atau barang-barang mewah. Yang penting bisa mencukupi kebutuhan bulanan dan menyiapkan dana pendidikan anak.

Mudah-mudahan ada nasib baik untuk guru. Terutama guru yang berada di usia senja. Setidaknya mereka bisa merasakan bahagia. Hidupnya bisa lebih sejahtera. (*)

#hutri76
#lombamenulis
#lombapidotaorasi
#tamsillinrung
#dasadlatif
#hersubeno

Penulis: Supadilah. (11 tahun menjadi guru honorer).

Ngeblog Dari Rumah Banyak Manfaat Juga Menambah Penghasilan

Ngeblog Dari Rumah Banyak Manfaat Juga Menambah Penghasilan

Ngeblog Dari Rumah Banyak Manfaat Juga Menambah Penghasilan

Pertengahan Juli lalu saya dikejutkan dengan sebuah pesan masuk.

“Bapak, mohon bantuan jadi narsum seminar LPMP Banten dengan tema ngeblog mencerdaskan. Audien kurang lebih 1000 orang. Dilakukan secara daring via zoom meeting.”

Saya terkejut karena dua hal. Pertama, pesan itu dari tokoh di lembaga penjamin mutu pendidikan (LPMP). Sebuah instansi ternama di ranah pendidikan.

Kedua, jumlah audien yang mencapai 1000 orang. Meskipun daring, tetap saya akan gugup kalau dilihat orang sebanyak itu.

Ada pesan selanjutnya yang membuat saya semringah. “Saya minta CV, No NPWP dan NO Rekening ya Pak. Buat SPJ Keuangan.”

Sudah bisa ditebak buat apa ya nomor rekening itu? Dan tak berapa lama setelah acara, ada transferan sejumlah uang di rekening saya. Jumlahnya lumayan. Bisa untuk mentraktir anak dan istri serta beli beras juga.

Itulah salah satu manfaat dari ngeblog. Dari ngeblog itulah saya mendapatkan pengalaman diundang sebagai pembicara. Banyak lagi manfaat ngeblog. Inilah yang saya rasakan setelah tiga tahun lebih aktif mengelola blog.

Nah, selain yang tuliskan barusan ini, ada banyak lagi lho manfaat menulis di blog. Ini berdasarkan pengalaman yang saya alami.

1. Menyampaikan opini

Masih ingat kapan mulai work from home atau bekerja dari rumah? Atau school from home? Pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang belajar dari rumah (BDR) yang dimulai pada 12 Maret 2020.

Karena mendadak, maka banyak yang gagal dengan perubahan itu. Termasuk orang dan guru. Selama pandemi, Orang tua capek mendampingi anak belajar daring. Di awal mendampingi, orang tua masih bisa sabar. Lama kelamaan, habis juga kesabaran orang tua. Mengapa? Karena orang tua juga harus WFH. Perhatian terbagi antara pekerjaan dan mendampingi anak.

Orang tua uring-uringan. Kesal dengan anak yang tidak juga paham dengan tugas sekolah. Orang tua sudah mengarahkan tapi anak tidak kunjung paham. Jika sebelum pandemi, mendidik anak diserahkan kepada guru atau sekolah. Saat pandemi, orang tua jadi guru buat anak-anaknya.

Sering kan lihat video tentang kesalnya orang tua saat mengajari anaknya? Juga sebaliknya, orang tua juga sudah angkat tangan mendampingi anaknya.

Saya pernah menuliskan opini saya tentang BDR. Selama pandemi ini kita harus bijaksana. Bagaimana pun kualitas BDR tidak bisa disamakan dengan pembelajaran tatap muka (PTM). Orang tua jangan terlalu memaksa anaknya untuk paham dengan materi atau tugas sekolah.

Saya memang tidak tahu berapa orang dan siapa saja yang membaca atau terpengaruh dengan tulisan itu. Tapi yang penting saya sudah nulis. Semoga ada yang mendapat manfaat dari tulisan itu.

2. Berbagi Ilmu

Saya pernah menulis tentang kontrak belajar daring. Ternyata pembacanya banyak. Seneng dong kalau tulisan kita bermanfaat bagi orang lain.

Saat ini, tulisan itu telah 5063 kali tampil. Amazing bagi saya. Padahal dulu nggak baca dibaca. Setelah satu bulan diposting, hanya ada 47 pembaca. Setahun kemudian menjadi berlipat- lipat jumlah pembacanya. Senang banget bisa berbagi ilmu. Ibaratnya kamu diakui oleh orang lain. Hehe ..

Lain waktu ada pesan masuk. Dia seorang siswa sebuah sekolah negeri di Jawa. Menanyakan materi trigonometri pada postingan yang saya buat. Dengan senang hati saya jelaskan lagi. Dia pun bertanya tentang sebuah soal dari sekolahnya. Seneng banget rasanya.

Pernah juga saya menulis tentang “Cabang-cabang ilmu Fisika”. Pernah menempati halaman pertama pencarian Google. Saat ini masih di page one.

 

 3. Bisa Mempengaruhi Orang

Suatu hari ada ibu-ibu yang emosi curhat di grup sekolah. Dia geram karena ada beberapa anak muda yang mabuk-mabukan di depan gedung DPRD di kota saya. Katanya, ada perempuan juga. Dia menyayangkan kenapa tidak ada aparat yang menegur atau mengusir mereka.

Lalu curhatan itu saya tulis. Tapi bukan hanya berbekal kronologis yang diceritakan sang ibu. Saya sendiri sering melihat anak muda yang nongkrong di sana sampai tengah malam. Jadi saya membenarkan curhatan si ibu.

Saya tambahkan dengan foto yang menggambarkan lokasinya. Setelah diposting, saya bagikan ke grup WA dan di media sosial. Postingan saya itu dibaca sebanyak 300-an. Malamnya, Satpol PP terlihat berjaga-jaga di tempat itu. Tentu saja ada yang pro dan kontra dengan tulisan itu. Ada yang membela juga ada yang mengkritik kenapa tidak langsung ditegur saja. Tapi asal itu untuk kebaikan, harus berani dikritik.

  1. Promosi Bisnis atau Usaha

Saya seorang guru. Istri saya dosen. Tapi kami tak bisa mengandalkan gaji bulanan. Kami juga berbisnis. Punya usaha rumahan. Kami punya usaha minuman herbal. Tepatnya British Propolis.

Dua kali saya menulis tentang produk usaha kami. Banyak juga yang baca. Ada banyak keuntungan lho promosi lewat website.

Pertama, pasarnya semakin luas. Kalau usahanya offline mungkin paling banter pasarnya satu daerah misalnya satu kecamatan atau satu kabupaten saja. Tapi, kalau usahanya online maka dari daerah lain pun bisa tahu.

Misalnya pasang baliho besar. Yang tahu kan cuma yang lewat di jalan atau daerah itu. Padahal, sewa baliho itu mahal lho. Memang sih tergantung ukuran, durasi pemasangan, dan lokasi. Rata-rata Rp. 5 juta hingga Rp. 40 juta.

Kedua, biaya promosi murah. Dibanding sewa baliho, promosi di website atau blog jauh lebih murah. Nggak sampai Rp. 200 ribu bisa setahun atau lebih. Anggap biaya perpanjangan domain dan/atau hosting yang biasanya Rp. 150 ribu hingga Rp 500 ribu. Lebih murah, kan? Apalagi pasarnya lebih luas daripada baliho tadi.

Dua postingan tadi cukup banyak pembacanya. Ada yang 700-an bahkan ada yang 1000-an pembacanya. Nah, lumayan juga kan.

Ketiga, tak mengenal kedaluwarsa. Selama blognya masih aktif, selama itu pula kita bisa promosi. Tanpa takut ditertibkan oleh apparat (kalau baliho sudah kedaluwarsa biasanya sering dicopot aparat) atau diganti dengan baliho lain.

5. Berbagi pengalaman

Saat pandemi saya dan keluarga sebetulnya sudah menikah tetap menerapkan protokol kesehatan. Hampir jarang sekali kami keluar rumah. Kalau memang nggak perlu-perlu banget. Kami jalan-jalan wisata ataupun belanja ke tempat-tempat ramai. Kalau keluar juga selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid 19.

Saya pun mengikuti vaksinasi lengkap 2 kali. Tapi, sudah vaksin bukan berarti bebas dari Covid-19. Bulan Juli 2021 saya dan keluarga harus menjalani isolasi mandiri atau isoman. Kami pikir dari mana ya kami kena? Antara sekolah dan tamu yang datang ke rumah.

Pagi-pagi istri saya mengalami anosmia atau kehilangan penciuman. Kalau istri saya anosmia, bagaimana dengan saya?

Lalu saya mencari parfum dan berusaha mencium baunya. Ternyata penciuman saya juga hilang. Lalu kami memutuskan untuk isoman selama lebih dua pekan. Pengalaman isoman itulah yang saya tuliskan sebuah blog.

Ada teman yang membaca tulisan saya. Ketika dia  mengalami gejala-gejala Covid-19, termasuk anosmia,  dia memutuskan untuk langsung isoman. Jadi nggak harus ke rumah sakit. Lagian, saat itu rumah sakit memang sedang penuh-penuhnya. Pasien membludak. Bahkan kalau pasien datang, harus antre di tenda di luar ruangan rumah sakit.

6. Dari Lomba Blog, Bisa Nambah Penghasilan

Ternyata selama ini ngeblog bisa banget menambah menghasilkan. Saya tahu dari blog para suhu blogger mereka sudah punya banyak prestasi. Ada yang dapat jutaan rupiah bahkan sepeda motor. Ada blogger yang sudah punya seratusan prestasi dari lomba blog. Dari mana saya tahu? Dari berkunjung ke blog mereka. Biasanya di blog itu dicantumkan penghargaan atau achievement-nya.

Tahu kalau ternyata asyik dan menghasilkan, saya pun tertarik mengikuti jejak mereka.  Bisa dibilang, saya telat masuk di ranah nge-blog ini. Tapi, seperti kata pepatah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Begitu.

Saya mulai ikut lomba pada 2019. Saat itu saya belum tahu trik menang lomba. Juga belum bisa menulis yang bakal dilirik juri. Saya maju dengan seadanya. Lomba pertama kali saya dapat urutan 78 dari

Sebetulnya saya sudah punya blog sejak 2007 lalu. Tapi tidak aktif dikelola. Saya aktif ngeblog lagi di 2019.

Setelah itu saya belajar dari para juara. Saya baca postingannya dan melihat blog mereka. Akhirnya saya belajar dari mereka. Di sini saya dapat kesimpulan kalau jalan tercepat menjadi juara adalah belajarlah dari para juara.

Istilahnya ATM atau amati, tiru, dan modifikasi. Boleh juga ditambah menjadi ASUS atau Amati, Susuli, Ungguli, dan Sempurnakan.

Dari lomba blog saya bisa mendapat uang jutaan rupiah, smartphone, bahkan laptop lho. Pembaca bisa lihat beberapa prestasi saya di sini.

Kalau dilihat gambar di atas, saya memang banyak dapat juara selama pandemi ini. Ya, pandemi membuat kita sering di depan laptop. Hikmahnya saya jadi tahu banyak lomba. Lalu saya ikut banyak lomba. Dan akhirnya banyak juara pula.

7. Melatih Kemampuan Menulis

Ada banyak media yang bisa menerima tulisan. Baik itu koran cetak, media online, atau platform kepenulisan seperti Kompasiana, kumparan, retizen, dan lainnya.

Tapi, untuk latihan menulis, blog merupakan tempat yang paling tepat. Mengapa?

Menulis di blog itu pasti dimuat. Karena selain sebagai penulis, kita juga redaksinya, kita juga sebagai pemilik medianya. Hehe…

Apapun jenis tulisannya bisa diterima redaksi. Nah, kalau di platform menulis lainnya, kan belum tentu dimuat. Kadang mereka membatasi sesuai tema tertentu atau sesuatu visi misi medianya.

  1. Menambah relasi

Biar semangat ngeblog, sebaiknya Anda bergabung di komunitas blog. Kita bisa saling belajar tentang blog. Selain itu, biasanya ada blog walking. Nah, pembaca atau pengunjung blog kita pun bertambah.

Nggak cuma itu saja, dengan blog walking, blog kita pun semakin interaktif. Biasanya dalam program blog walking itu kan saling berkunjung dan berkomentar. Kalau blog kita ada yang berkomentar biasanya membuat kita semakin semangat menulis. Yakin deh!

Komunitas blogger juga biasanya juga ada grup WhatsApp. Nah, di sana kita bisa saling belajar. Saling mengoreksi dan berbagi ilmu tentang Blog. Percayalah, ilmu tentang blog kita bakal semakin meningkat.

Saya bergabung di tiga komunitas blogger. Ada grup Cakrawala Blogger Guru Nasional atau Lagurenal (187 anggota), ada grup Sejuta Guru Ngeblog (246 anggota) dan Blog Walking Asyik (BWA).

Nah, demikian beberapa manfaat dari ngeblog. Sampai di sini apa sudah termotivasi untuk menulis blog juga?

Pembaca tertarik ikut lomba blog juga? Kebetulan banget nih Shopee mengadakan Kontes Blog #NgeBlogDariRumah. Kompetisi ini tentu saja sayang dilewatkan. Total hadiahnya mencapai puluhan juta rupiah. Wow!

Informasi lengkap tentang lomba ini silakan cari tahu di sini atau Kontes Blog Shoope.

Hadiah Kontes Blog #NgeBlogDariRumah

Tak perlu khawatir dengan hadiah Kontes Blog Shopee #NgeBlogDariRumah. Shopee sudah menyiapkan deretan hadiah menarik yang bisa kamu dapatkan!

  • Juara I: Rp8.000.000

  • Juara II: Rp6.000.000

  • Juara III: Rp3.500.000

  • Best Engagement (komentar dan share terbanyak): Rp2.500.000

  • 200 submission pertama: ShopeePay @50.000

Terima kasih sudah membaca postingan saya hingga akhir. Semoga tulisan ini bermanfaat. Dukung saya agar terus semangat membuat postingan-postingan yang bermanfaat. Pembaca juga boleh kok mengapresiasi lewat kolom komentar. Apresiasi merupakan energi. Energi untuk konsisten menulis blog.

Strategi Ampuh Sukses Jual Beli Online Bersama Tiki

Strategi Ampuh Sukses Jual Beli Online Bersama Tiki

Strategi Ampuh Sukses Jual Beli Online Bersama Tiki

Cak Lontong pernah menyampaikan begini dalam materi stand up comedy-nya. “Selama pandemi, saya malah bisa jualan. Banyak yang bisa saya jual. Saya jual kursi, jual TV, jual mobil.”

Kelakar Cak Lontong ini tentu candaan. Dia bukan menjadi pengusaha karena menjual barang-barang, tapi karena kondisi hidup yang sulit akhirnya barang-barang di rumahnya dijual. Hehe…

Tapi ternyata candaan itu saya alami lho. Saya punya usaha rumahan. Menjual makanan frozen dan buah beku. Saya punya 2 mesin freezer. Dua bulan awal pandemi, satu freezer dijual. Biaya operasionalnya besar. Pemasukan tak mencukupi biaya operasional. Tiga bulan kemudian, satu freezer lagi dijual. Diganti freezer berukuran kecil untuk penghematan pengeluaran.

Saya punya usaha rumahan. Namanya gerai fasih. Menjual pakaian dan minuman herbal. Pakaian itu sifatnya musiman. Paling ramai menjelang lebaran. Tapi itu dulu. Lagi-lagi, pandemi membuat penghasilan usaha kami menurun drastis.

Pandemi memang membuat banyak usaha turun pendapatannya. Bahkan banyak yang gulung tikar.  Di siang hari saya mau memfoto kopi berkas. Biasanya tempatnya tertutup. Tapi kali ini tidak. Pintu dan jendelanya dibuka lebar-lebar. Bahkan lampu di dalam ruangan tak dihidupkan.

“Tumben tempatnya dibuka, Pak. AC-nya mati ya”

Lalu mengalirlah curhatan si bapak.

“Iya, Mas. Sekarang ini semakin susah. sedikit yang datang. Pemasukan semakin berkurang. Buat bayar listrik juga masih nombok,” katanya.

 

Bahkan saat ini telah merumahkan beberapa pekerjanya. Ya, biasanya anak-anak muda yang mengerjakan. Tapi kali ini si bapak sendiri yang turun tangan. Demi penghematan pengeluaran, beberapa tenaga kerja dirumahkan dan dilakukan penghematan.

Lain hal usaha teman saya. Dia punya usaha minuman herbal. Nggak tanggung-tanggung, saat pandemi ini dia merumahkan sekitar 80 persen karyawan.

Padahal, sebelum pandemi, mereka mengerjakan 80 ton jahe merah per bulan. Saat ini mereka mengerjakan 5-10 ton saja.

Begitulah, pandemi banyak memberikan dampak. Usaha saya pun begitu. Semakin hari semakin berkurang pemasukannya. Padahal saya punya tanggungan keluarga. Ada anak dan istri yang harus diberi makan. Jadi saya harus cari cara agar tetap berpenghasilan di saat pandemi.

Di tengah pandemi begini tentu tidak mudah. Kalau tidak pandemi, saya bisa pontang panting nyari kerja sambilan di luaran sana. Tapi kan ada kebijakan Pembatasan Sosial Besar-besaran (PSBB) untuk menekan penyebaran Covid-19. 

Padahal kebutuhan selama pandemi justru semakin meningkat.  Selain konsumsi, pengeluaran yang juga membengkak adalah pengeluaran internet, listrik dan lainnya. Ditambah saya dan istri saya harus mengajar daring. Tentu saja kebutuhan internet semakin membengkak.

Lalu datang sebuah tawaran dari teman. Dia menawarkan sebuah bisnis. Tak langsung nerima, saya tanya beberapa hal.

Saya tanya apakah usaha itu MLM? Katanya tidak. Kalau begitu saya lanjutkan cari tahu tentang usaha itu.

“Ini produk kesehatan, Mas,” kata Bu Lilis. “Namanya British Propolis (BP). Produksi dan pengolahannya di Inggris. Menggunakan teknologi terkini. BP ini menjadi propolis terbaik bahkan disebut sebagai propolis premium adalah karena propolis ini diambil dari lebah madu yang hidup di 4 musim (Musim Semi, Panas, Gugur, dan Dingin),”

“Oh, jadi tes kualitasnya di Inggris, Bu?”

“Bener, Pak. Jadi kualitasnya bener-bener premium,”

Tak hanya itu, saya harus memastikan bahwa bisnis ini harus punya prospek yang menjanjikan dong. Saya pun bertanya manfaat produknya dan sistem bisnisnya.

Jadilah saat itu tanya jawab yang seru.

“Ada sertifikasi halal MUI?”

“Ada. British Propolis juga sudah tersertifikasi BPOM RI. Jadi halal dan aman dikonsumsi”

“Kalau gabung di bisnis ini harus beli produknya?”

“Iya dong Mas. Mas kan mau jualan. Kalau mau jualan, harus ada barangnya kan?”

“Apa bisa ngambil dulu?”

“Utang dulu maksudnya Mas? Nggak boleh, Mas. The founder bisnis ini nggak mengizinkan. Kebiasaan mental berutang itu nggak bagus,”

“Kalau saya gabung, diajari juga jualannya?”

“Benar, mas. Bagi yang tergabung di mitra BP nanti ada pembinaannya, Pak. Jadi mitra nggak dibiarkan marketing sendiri,”

“Boleh tahu pembinaannya apa saja dan seberapa sering, Mbak?”

“Ada motivasi jadi pengusaha, hidup sehat, strategi marketing, pentingnya saling support pasangan bisnis, mindset sukses, meningkatkan skill media sosial, bahkan parenting.”

Saya pikir karena menarik sistem bisnisnya, saya lantas bergabung. Ternyata benar apa yang dikatakan teman saya bahwa bisnis ini luar biasa. Sistemnya sangat jempolan. Ini saya tahu setelah benar-benar nyebur di dalamnya. Saya banyak mendapatkan ilmu tentang bisnis.

Kabar baiknya saya tidak pelit ilmu. Saya akan bagi rahasianya. Saya kasih tahu strategi ampuh agar tetap dapat cuan meski di rumah saja. Percayalah. Bahkan hanya sarungan, bisa dapat transferan. Sudah tidak sabar menyimaknya? Ok, ini dia rahasianya.

 

Kalau Anda ingin jualan, pertimbangkan 5 hal berikut ini. Rahasianya disingkat Mamamumemo. Mudah diingatkan? Tapi, apa itu Mamamumemo? Ini dia penjelasannya.

1. Ma = Manfaat

Pastikan produknya bermanfaat. Mengapa manfaat perlu dipertimbangkan? Semakin banyak orang yang merasakan manfaatnya, orang akan banyak membeli. Jadi, perlu dipertimbangkan apakah jualan itu dirasakan oleh banyak orang atau tidak.

2. Ma = Margin Besar

Margin besar. Ini perlu. Jualan tentu mencari untung. Kalau margin besar, untuk makin besar juga. Kalau ada jualan yang marginnya besar, jangan ragu-ragu lagi. Jualan itu saja.

3. Mu = Mutu Bagus

Kepuasan pelanggan sangat menentukan keberlangsungan jualan. Kalau mutu jualan bagus, orang akan beli lagi dan lagi.

4. Me = Mentor.

Pilihlah usaha yang ada mentornya. Mentor ini sifatnya seperti peta jalan. Ibarat melakukan sebuah perjalanan, perjalanan akan lebih mulus kalau ada peta. Kita jadi tahu jalan yang akan dilewati, jalan yang harus dihindari, jalan mana yang ada lobangnya, atau jalan mana yang punya tikungan tajam. Mentor itu lebih dulu terjun di usaha. Maka dia sudah punya pengalaman. Dia juga pernah gagal dan sukses. Nah, gagalnya mentor itu kita hindari. Suksesnya mentor itu kita ikuti. 

5. Mo = Modal

Kalau bisa, modalnya kecil. Termasuk dalam modal membuat tempat usaha atau toko. Nah, berhubung minuman herbal tadi bisa dijual secara online, tidak membutuhkan toko fisik, kami pun OK. Gaspol!

Ternyata bisnis ini terbukti meyakinkan. Satu dua pekan bergabung di bisnis ini mulai Nampak tambahan penghasilan. Satu dua bulan berikutnya penghasilan melebihi ekspektasi. Di tiga bulan berikutnya penghasilan kami sudah melewati penghasilan utama sebagai guru dan dosen. Benar saja, penghasilan tambahan bisa lebih dari penghasilan utama. Oh iya, saya seorang guru di sekolah swasta. Sementara, istri saya seorang dosen.

Inilah pengalaman nyata saya membangun usaha online di saat pandemi.

Pandemi memang membawa hikmah. Salah satunya pengalaman saya ini.

Saat orang lain mungkin menurun penghasilannya, keluarga kami malah naik. Alhamdulillah, tentu ini sebuah hikmah. Bagaimana, apa tertarik menjalankan usaha seperti saya?

Izinkan saya kasih tahu rahasia lagi, yang bahkan mungkin terpenting. 

Jangan bosan dengan yang saya jelaskan ya.

1. Ukurannya Kecil

Kalau bisa, ukuran barangnya kecil. Supaya apa? Ongkos kirimnya tidak mahal. Banyak lho orang mikir-mikir kalau ongkirnya mahal. Jangan sampai ongkir lebih mahal dari harga barang. Misalnya market atau pasarnya luas. Menjangkau seluruh Indonesia. Tapi kalau ongkirnya mahal karena jaraknya jauh, orang bisa mikir-mikir untuk beli. Ya gimana lagi. Habis diongkir saja.

Maka kalau bisa ukuran barangnya kecil. Jadi nggak kena ukuran volume-nya. Sehingga ongkir bisa diminimalisasi. Kalau ongkirnya murah orang akan mau repeat order.

Untungnya British Propolis sudah memenuhinya. Ukurannya yang kecil dan simple menjadikannya mudah untuk mengepaknya. Bobotnya yang ringan membuat ongkirnya murah.

 

2. Bisa Dijual Online

Dengan dionlinekan pasarnya semakin luas. Bisa menjangkau daerah yang lebih luas. Kalau toko offline, mungkin hanya satu kecamatan atau kabupaten saja. Sangat kecil kemungkinannya dibeli dari provinsi lain. Tapi kalau online pemasaran bakal lebih luas.

Apalagi sekarang ini penggunaan media sosial semakin meningkat. Hampir tiap orang punya media sosial. Hampir tiap orang punya smartphone. Bahkan banyak orang punya lebih dari satu. Ada yang punya tiga atau lima akun media sosial. Begitu juga dengan smartphone. Benarkan?

Yang penting mau postang posting, bakal closing deh. Ya, di saat orang lain banting tulang, jualan online cuma postang posting. Dengan mengandalkan 4 senjata jualan online. Eits, apa saja empat senjata itu? Ini dia senjatanya. Disingkat WIFI. Apa itu WIFI? WIFI adalah WhatsApp, Internet, Facebook, dan Instagram. Ya, dengan 4 senjata itulah jualan online dijalankan.

Enaknya bisnis online. Dari rumah bisa hasilkan rupiah. Bahkan seluruh dunia bisa dijamah. Ippho Santosa

Dua cara cari uang.

Pertama, pontang panting. Kedua, postang posting. Ippho Santosa

Aman dan Nyaman Jual Beli Online Bersama Tiki

Jasa kirim barang punya andil yang sangat besar dalam memajukan usaha online. Saya pun mengalaminya. Ya, kebanyakan usaha saya dijalankan secara online. Maka saya tak sembarang milih jasa kirim paket.

Tak hanya cepat tapi juga aman serta nyaman untuk dua pihak yaitu pembeli dan penjual. Konsumen saya ada di berbagai provinsi mulai dari Jambi, Palembang, Lampung, Kalimantan, dan Papua. Selain itu tentu yang paling banyak di Pulau Jawa seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jogja, Jawa Barat, dan Jakarta.

Tak hanya memastikan sampai tujuan, yang tidak kalah penting adalah barang sampai dengan kondisi selamat, dalam kondisi bagus.

Tapi untuk hal ini saya nggak perlu khawatir. Tiki, jasa pengiriman dan logistik yang terpercaya ini begitu secara optimal memenuhi ekspektasi pelanggan. Saya sudah merasakannya. Pembaca begitu juga kan?

Layanan apa yang paling sering saya gunakan? Biasanya saya tanya dulu ke mitra tau pelanggan. Mau pilih yang mana antara tds (two days service) atau reg (sercvice reguler). Ya, dua pilihan ini yang paling sering diminati mitra atau pelanggan saya.

7 Produk Unggulan Tiki

Tiki punya banyak layanan untuk membantu pelaku usaha dalam menjalankan usahanya. Beberapa mungkin sudah kita kenal. Ada baiknya kita tahu semuanya. Supaya ada pilihan mau gunakan yang mana. Setidaknya ada 7 produk Tiki yang bisa kita pilih.

8 Layanan Unggulan Tiki

Beragam kemudahan menjalankan usaha dengan Tiki sebagai pilihan antar jasa. Bahkan layanan antar tetap jalan lho meskipun di hari Minggu. Tentunya agar layakan jasa antar barang tetap lancar.

Pengantaran setiap hari tentu memanjakan kita ya. Tinggal pilih saja layanan yang diinginkan. rerata lamanya pengiriman 1 hari untuk Overnight Service (ONS), 3-4 hari untuk regular Service (REG) dan 4-5 hari untuk Economy Service (ECO).

Kalau mau mengecek sampai di mana kiriman bisa lewat website resmi TIKI : https://tiki.i atau menghubungi 1500125. Benar, ya, banyak kemudahan yang menjadi jaminan layanan TIKI. TIKI memang layak dipercaya ddengan  jangkauan paling luas di Indonesia meliputi 65 kota besar, lebih dari 500 kantor cabang dan 3700 outlet. 

Pakai Aplikasi TIKI, Pengiriman Semakin Mudah

Bisa Dilakukan Dari Rumah

Saat pandemi begini kita dianjurkan mengurangi mobilitas untuk pencegahan Covid-19.

Tapi gimana kalau mau mengirimkan paket? Sementara, pelanggan dan mitra menunggu barang?

Tenang. Dengan aplikasi TIKI hal itu bisa diatasi. Kirim barang nggak perlu ke kantornya, tapi bisa dilakukan sambil tetap di rumah saja. Jadi, #PakeTIKIaja ya.

Di Aplikasi TIKI semuanya sudah ada. Paket yang akan kita kirimkan bisa dijemput ke rumah. Ya, aplikasi TIKI punya layanan JEMPOL atau Jemput Online lewat Aplikasi TIKI. Kita tinggal tunggu saja abang TIKI datang ke rumah. Bahkan cek resi, cek ongkir, atau layanan TIKI yang lain juga bisa.

Ada layanan PUTAR TIKI atau Jemput Antar. Kiriman di jemput dan di antar pada hari yang sama. Untuk menggunakan layanan ini kita bisa melakukan pemesanan via telpon 08981500125. Lalu ada SERLOK yaitu Seller Online Booking.

Layanan ini memfasilitasi UKM dan Bisnis online yang belum memiliki badan usaha. Kita bisa membuatnya di TIKI Aplikasi.

Bahkan kini ada program Same Day Service (SDS) TIKI. Masih promo dengan biaya cuma Rp. 25. 000 (Jawa dan Madura) yang bisa dinikmati hingga15 November 2021. (Dengan S&K Berlaku).

Jualan online itu mudah. Asalkan ada kemauan saja. Zaman now apa-apa serba online. Tunggu apa lagi? Mari menjemput rezeki dengan berjualan online. 

Ingat kata pengusaha sukses, bahwa usaha yang terbaik adalah usaha yang dijalankan. Bukan usaha yang ditanya-tanyakan.

Dalam menjalankan usaha lakukan pula usaha yang terbaik. Agar hasilnya terbaik pula. Jangan lupa cari mitra usaha yang terbaik pula. Untuk urusan layanan jasa antar barang percayakan pada TIKI.

Mari jemput sukses jalankan usaha bersama TIKI sebagai mitra. Sepakat?

 

Kenal Lebih Dekat Kusta, Sikapi Dengan Bijaksana

Kenal Lebih Dekat Kusta, Sikapi Dengan Bijaksana

Kenal Lebih Dekat Kusta, Sikapi Dengan Bijaksana

Sang Penakhluk Kutukan (dok. pribadi)

Buku ini menceritakan kisah yang sedih sekali. Saya yang laki-laki saja sangat terenyuh dan meneteskan air mata membaca kisahnya.

Betapa besar penderitaan yang dialami mereka. Akdong (sang ayah) dan Laknang (sang anak) diusir warga kampung karena dianggap memiliki penyakit kutukan.

Mereka tinggal di hutan. Warga pun menjauhi dan mengucilkannya. Mereka terpaksa tinggal di gubung yang sangat reyot. Sinar matahari bisa masuk dengan leluasa di atap-atapnya. Daun pintu dan jendelanya sudah miring. Tak lama lagi akan roboh.

Ketakutan terhadap penyakit itu sebetulnya tidak beralasan. Mereka tak punya cukup pengetahuan tentang penyakit itu. Ketakutan itu hanyalah tentang kebencian yang diwariskan, desas-desus yang meracuni dan dugaan yang tidak benar.

Akdong menderita penyakit yang membuat sekujur tubuh rusak. Warga mengira itu adalah penyakit kutukan, padahal bukan. Bahkan sebenarnya penyakit itu bisa disembuhkan, tapi orang-orang tidak mengerti. Mereka merasa ngeri melihat buruknya keadaan Akdong dan menjadi takut ketularan.

Di samping itu, banyak juga orang yang dengki atas kesuksesan Akdong yang menghasut lurah dan warga. Akhirnya, beberapa hari setelah kelahiran putranya, Akdong diusir ke hutan. Pengusiran itu membuat istrinya tertekan dan menderita, sedih, dan kehilangan semangat hidup. Kesehatannya terus menurun. Tidak lama kemudian sang istri meninggal.

Sampai kemudian sebuah peristiwa alam telah menyadarkan mereka. Akhirnya mereka benar-benar menyadari bahwa tak ada satu pun yang tertular penyakit apa pun. Tidak penyakit kulit, tidak juga kutukan pesugihan.

Yang terjadi pada peristiwa itu hanyalah histeria massa. Penyakit yang seakan sungguhan ada akibat dipicu oleh kepanikan orang-orang. Hanyalah cerita bohong yang dilebih-lebihkan. Membuat kecemasan membesar dan ilusi mereka akan penyakit. Kutukan itu pun seakan muncul nyata dalam diri mereka.

 

Cerita di atas merupakan sebuah kisah dalam Novel Sang Penakhluk Kutukan. Memang sebuah karya fiksi atau tidak nyata. Namun, banyak kisah fiksi berangkat dari kisah nyata. Seperti Novel Laskar Pelangi yang juga ditulis berdasarkan pengalaman dan kehidupan nyata anak-anak di Belitong.

Novel Sang Penakhluk Kutukan berlatar di Bawean, Jawa Timur. Penulis menyatakan novel itu terinspirasi dari kejadian nyata di sana. Novel ini diterbitkan pada tahun 2016. Artinya, belum lama. Belum lama juga penyakit itu ada dan anggapan masyarakat tentang penyakit kutukan itu. Ya, penyakit lepra yang diderita Akdong dan Aknang anaknya masih dianggap kutukan oleh banyak orang.

Mengenal Kusta di Indonesia

Apakah pembaca sudah mengenal kusta? Mudah-mudahan pernah dengar atau pernah tahu ya. Kusta atau lepra dikenal juga dengan nama penyakit Hansen atau Morbus Hansen. Penyebabnya adalah kuman Mycobacterium leprae.

Kusta ini sudah lama ada. Bahkan sudah ada sejak 1400 tahun sebelum masehi (SM). Saat ini masih menjadi penyakit yang mengintai masyarakat Indonesia. Tahu nggak kalau faktanya Indonesia peringkat tiga negara dengan penderita kusta terbesar di dunia. India di posisi pertama India, dan Brazil di posisi kedua.

Kusta disebut the neglected tropical disease atau penyakit tropis yang terabaikan. Pemerintah lewat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menargetkan Indonesia bebas kusta di tahun 2020. Namun, target ini belum tercapai. Saat ini masih ditemukannya kasus aktif kusta sebanyak kurang lebih 17.000 kasus baik di propinsi maupun kabupaten.

Penyakit ini menyebabkan borok kulit, kerusakan saraf, dan kelemahan pada otot. Jika tidak dirawat, penyakit ini dapat menyebabkan cacat parah dan cacat signifikan.

Pengidap kusta biasanya memiliki gejala bercak putih di beberapa bagian tubuh yang sering dikira hanya panu, kurap, atau infeksi jamur saja.

 

Sumber gambar : alodokter dan we care blog

Secara rinci ciri-ciri kusta adalah sebagai berikut.

Gejala dan tandanya kusta ini adalah:

  1. Tanda-tanda pada Kulit
  • Adanya bercak atau kelainan kulit yang kemerah-merahan atau keputih-putihan di bagian tubuh,
  • Bercak yang tidak gatal;
  • Bercak yang tidak berasa (tidak sakit);
  • Bercak yang tidak berkeringat atau berambut.
  1. Tanda-tanda Pada Syaraf
  • Rasa kesemutan dan nyeri pada anggota badan atau muka;
  • Tidak ada rasa pada telapak tangan dan kaki;
  • Kelemahan otot pada tangan dan kaki;
  • Luka pada telapak kaki yang sulit sembuh;
  • Kelopak mata tidak bisa menutup sempurna.

Penyakit Kusta ini ada dua jenis/tipe, yaitu: 1) Kusta Kering (PB: Pausi Basiler); 2) Kusta Basah (MB: Multi Basiler).

  1. Kusta kering (Pausi Bacillary):
  • timbul bercak keputihan seperti panu
  • permukaan bercak kering, kasar,
  • tidak berkeringat dan mati rasa
  • bercak timbul pada 1-5 tempat
  • kerusakan saraf tepi pada 1 tempat
  • hasil pemeriksaan bakteriologis (-)
  • tidak menular

 

  1. Kusta basah (Multi Bacillary):
  • timbul bercak putih kemerahan menyerupai kadas
  • terjadi penebalan dan pembengkakan pada bercak
  • bercak timbul pada lebih dari 5 tempat
  • terdapat banyak kerusakan saraf tepi
  • hasil pemeriksaan bakteriologis (+)
  • sangat mudah menular

Data Direktorat P2PML Kemenkes menunjukkan prevalensi kusta pada 2018 adalah 6,42 persen, 2019 sebesar 6,50 persen, namun pada 2020 hanya sebesar 3,34 persen kasus baru per 100.000 penduduk.

Di mana sepanjang 2020 hanya ditemukan 9.000 kusta aktif. Diperkirakan kasus kusta masih banyak yang tidak terlapor atau tidak terdeteksi, termasuk kusta pada anak.

Mencegah dan Mengobati Kusta

Tentu kita ingat betul dengan pepatah ‘Sedia payung sebelum hujan’. Ya, mencegah lebih baik daripada mengobati. Kita pun dapat mencegah dari penyebaran kusta ini dengan beberapa cara berikut.

  1. menjaga lingkungan agar bersih, asupan sinar matahari cukup, dan pertukaran udara yang cukup
  2. memperkuat imun tubuh dengan
  3. memastikan asupan gizi yang memadai
  4. menjalani imunisasi BCG sejak bayi
  5. segera periksa ke dokter atau puskesmas jika menemukan gejala-gejala kusta

Kesehatan begitu penting. Jangan malas untuk segera melakukan tindakan-tindakan yang perlu dilakukan sebelum terlambat. Benar, menunda-nunda ini sering membuat penyesalan di belakangnya.

 

Apakah kusta bisa diobati? Tentu saja bisa, sebab kusta merupakan penyakit medis. Dalam Talkshow Ruang Publik Melihat Potret Kusta di Indonesia KBR x NLR Indonesia, dr. Dokter Udeng Damam selaku Technical Advisor Program Pengendalian Kusta dari NLR Indonesia mengatakan bahwa kusta bisa sembuh dan tidak menular asalkan segera diobati. Namun, jika terlambat, bisa mengakibatkan disabilitas.

Langkah termudah memang mempercayakan pada dokter, tenaga kesehatan atau puskesmas. Ketika sudah dipastikan kena kusta, kita bakal diberikan penanganan. Salah satunya diberikan obat. Obat ini bisa didapatkan dengan gratis di puskesmas.

Kiprah NLR Melawan Kusta

Salah satu pihak yang berkomitmen melawan kusta adalah NLR. NLR adalah sebuah organisasi non-pemerintah yang didirikan di Belanda pada 1967 untuk menanggulangi kusta dan konsekwensinya di seluruh dunia. 

Penanggulangannya dengan menggunakan pendekatan tiga zero, yaitu

zero transmission (nihil penularan),

zero disability (nihil disabilitas),

zero exclusion (nihil eksklusi).

Saat ini NLR beroperasi di Mozambique, India, Nepal, Brazil dan Indonesia.

Di Indonesia, NLR mulai bekerja di tahun 1975 bersama Pemerintah Indonesia. Pada 2018, NLR bertransformasi menjadi entitas nasional dengan maksud untuk membuat kerja-kerja organisasi menjadi lebih efektif dan efisien menuju Indonesia bebas dari kusta. Sama seperti aliansi NLR Internasional, NLR Indonesia memiliki slogan: Hingga kita bebas dari kusta

ZERO TRANSMISI

Penyakit kusta hanya dapat diberantas jika kita dapat menghentikan tertularnya orang oleh kuman kusta.

 

ZERO DISABILITAS

NLR Indonesia mendorong kegiatan penemuan kasus kusta sedini mungkin untuk menekan keterlambatan diagnosis dan pengobatan kusta yang dapat berakibat disabilitas pada penderita kusta.

 

ZERO EKSKLUSI

NLR Indonesia mengupayakan inklusivitas dan pengurangan diskriminasi dan stigma terhadap OYPMK dan penyandang disabilitas karena kusta dan disabilitas lainnya.

NLR Indonesia menyediakan tenaga ahli yang memberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan petugas kusta di tingkat pusat, propinsi, kabupaten dan desa. Fokus utama adalah dalam hal perencanaan, monitoring, dan evaluasi program pengendalian kusta.

Mengikis Diskriminasi Pada OYPMK

Setelah melawan stigma orang-orang, orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK) harus pula melawan lingkaran diskriminasi terhadapnya. Meskipun sudah sembuh, masih banyak orang yang takut hidup bersama bahkan mempekerjakan OYPMK.

Yang pada akhirnya  muncullah praktik diskriminasi. Ini pula yang semestinya kita lawan dan luruskan. Padahal kalau sudah sembuh, mereka tidak akan menularkan kusta itu.

Pemerintah sendiri sudah mencanangkan anjuran dalam UU no. 8 tahun 2016 untuk menyediakan setidaknya 1% lapangan kerja bagi penyandang disabilitas.

Sehingga harusnya OYPMK juga bisa mendapat kesempatan yang sama dalam hal pekerjaan.

Mereka juga kan butuh pekerjaan untuk kelangsungan hidup mereka. Mereka juga butuh diakui.

Monika Sinta team leader CSR PT United Tractors mengatakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan. “Kepada teman-teman (OYPMK), ayo terus punya semangat juang yang tinggi. Perkaya kompetensi kita teknikal dan soft skill.  Mari berikan kesempatan kepada mereka. Kemauan dan kesempatan dari teman-teman disabilitas agar bisa berkarya.”

Agaknya kita perlu mencontoh PT Anugrah Frozen Food, Bulukumba Sulawesi Selatan yang menerima magang penyandang disabilitas. Zukirah Ilmiana, sang owner mengatakan,

“Dengan adanya mereka bisa membantu dalam melakukan pekerjaan di perusahaan. Respon karyawan lainnya terhadap penyandang disabilitas, mereka tidak memandang, fasilitas yang didapat pun sama dengan karyawan lainnya. Di mata saya mereka sama. Secara profesional kita melihat kemampuannya.” Demikian di sampaikannya dalam Podcast SUKA #SuaraUntukKusta yang diadakan oleh NLR Indonesia berkolaborasi dengan KBR. 

Nah, benar banget. Begitulah harusnya kita memandang dan memperlakukan OYPMK. Bukankah semua manusia punya kedudukan yang sama? Jangan melihat fisiknya, tapi lihatlah kemampuannya. Setuju? Jadi, nggak ada masalah ya mempekerjakan disabilitas dan orang yang pernah mengalami kusta. (*)

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog dengan Melihat Kusta Lebih Dekat yang diadakan oleh NLR Indonesia bersama KBR.

Sumber Referensi

https://www.alodokter.com/komunitas/topic/apa-perbedaan-kusta-kering-dan-kusta-basah

https://nlrindonesia.or.id/

https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/mediakom/20110131/33832/mari-kita-mengenal-kusta/

 

Hindari Risiko Gagal, Sukseskan Proyek dengan Aplikasi Manajemen Proyek Tomps

Hindari Risiko Gagal, Sukseskan Proyek dengan Aplikasi Manajemen Proyek Tomps

Hindari Risiko Gagal, Sukseskan Proyek dengan Aplikasi Manajemen Proyek Tomps

Awalnya kami bahagia menyambut ‘jalan baru’. Akses jalan yang bertahun-tahun putus lantaran longsor akhirnya bisa digunakan lagi. Namun, baru dua Minggu dilintasi, jalan itu kembali amblas.

Padahal, perbaikannya menelan biaya Rp 1,9 miliar. Bukan hanya menelan biaya APBD yang besar, tapi juga memutus urat nadi perekonomian masyarakat.

Amblasnya jalan sangat dirasakan masyarakat. Pada waktu-waktu sibuk, pengguna jalan harus bergantian untuk bisa lewat. Ya, hanya separo jalan yang bisa digunakan.

Padahal, keberadaan jalan ini amat vital. Masyarakat membawa hasil bumi ke pasar lewat jalan ini. Jalan ini pula satu-satunya akses ke kawasan wisata. Maka, terputusnya akses jalan juga mematikan akses wisata.

Jalanan rusak, hanya satu ruas yang bisa dipakai (dok. pribadi)

Warga pun mengeluh.

“Itu pemborongnya gimana ya. Serius pada tidak bikin jalannya.”

“Perlu diaudit lagi. Biaya sebesar itu nggak kepake dua Minggu aja.”

Sukses atau gagal sebuah proyek bukan tentang untung rugi si penerima proyek tapi juga untung rugi yang dirasakan masyarakat dari proyek itu. Bayangkan betapa banyaknya masyarakat yang dirugikan karena proyek gagal itu.

Saat saya ditugaskan menyelesaikan sarana sekolah, terasa sekali mengerjakan sebuah proyek itu harus berbekal kemampuan manajemen yang memadai. Termasuk dalam hal administrasi dan inventarisasi.

Pengadaan meja kursi, perlengkapan laboratorium, pengecatan gedung sekolah, kelengkapan promosi sekolah, hingga perawatan aset sekolah.

Kalau ditanya bagian apa yang paling berat, jawabnya adalah administrasi proyek. Ya, administrasi atau surat menyurat sebetulnya tak mengeluarkan tenaga yang besar. Tapi, butuh ketelatenan dan ketelitian. Benar?

Saat itu kami belum punya tempat khusus untuk penyimpanan berkas-berkas. Sehingga, berkas-berkas tadi terpisah-pisah. Nah, di sinilah masalahnya. Saya sudah yakin menyimpannya di sebuah tempat. Tapi, saat dibutuhkan, berkas tadi seakan menghilang entah ke mana. Duh…

Dalam hal apapun, kerjakanlah dengan maksimal, agar hasilnya pun memuaskan. Bahkan, kalau bisa buat pelanggan terkesan, demikian kata Ayah mertua saya. Apalagi dalam urusan proyek yang menjadi kebutuhan orang banyak. Maka, pastikan proyek itu berjalan SUKSES.

Apa untungnya kalau proyek itu sukses?

Jelas banyak. Klien terpuaskan, tidak kecewa, dan tidak merasa rugi mengeluarkan biaya proyek karena sebanding dengan hasilnya. Kalau dia ada proyek lagi, kita bisa dipercaya lagi. Dampaknya pun bagus juga untuk reputasi dan kepercayaan kita.

Selain itu, pengguna proyek merasakan manfaatnya. Seperti kasus jalan di atas, kalau proyek itu sukses, banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Bukan hanya mobilitas tanpa hambatan tapi juga aktivitas ekonomi dan pariwisata yang lancar dan tanpa kendala.

Proyek yang berhasil dan sukses juga bakal meminimalisasi pemeliharaan proyek. Hal ini berarti pemilih proyek tidak buru-buru mengeluarkan biaya untuk pemeliharaan. Dia akan melakukan pemeliharaan kalau memang sudah waktunya. 

 

Hindari risiko dan gagal. Jangan sampai proyek yang didapat dengan susah payah, berakhir dengan proyek yang tidak maksimal atau tragis. Kalau begitu, reputasi kita bisa terancam. Kita tidak lagi dipercaya dengan proyek-proyek lainnya.

R

Voila. Inilah aplikasi yang bakal membuat proyek kita sukses. Bukan hanya efisiensi waktu tapi juga biaya dan hasil maksimal yang bisa didapat. Aplikasi manajemen proyek yang keren ini adalah Tomps.

Mengenal Aplikasi Tomps

Akselerasi Teknologi untuk Efisiensi Proyek

Tomps adalah aplikasi manajemen proyek berbasis mobile dan web yang hadir karena kebutuhan akan kualitas, efektivitas, serta kecepatan monitoring progres proyek pembangunan di lapangan. Tomps mengedepankan efisiensi dalam pengelolaan proyek melalui supervisi online yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.

6 Manfaat Aplikasi Tomps untuk Sukseskan Proyek

1. Manajemen Proyek

Menggunakan aplikasi Tomps, kita dapat melakukan manajemen proyek di lapangan hanya dalam satu aplikasi. Jadi tidak perlu datang ke lapangan untuk pengecekan semua hal. Ya, Tomps memberikan kemudahan mengatur penjadwalan, perencanaan dan realisasi, hingga data investasi proyek. Benar-benar aplikasi yang memudahkan.

2. Manajemen Inventaris

Tomps juga menyediakan fitur manajemen investaris untuk memudahkan monitoring laporan standard inventory, kegiatan logistik, hingga penggunaan material proyek di lapangan.

3. Penyimpanan Dokumen Digital

Anda akan merasakan kemudahan mengunduh dan mengunggah data eviden secara cepat dan aman tanpa rasa khawatir karena seluruhnya telah tersimpan dan terorganisir dalam sistem digital Tomps.

4. Meminimalisir Penyimpangan (Fraud)

Salah satu tantangan dalam proyek menemukan tim yang jujur dan memiliki integritas. Tidak mudah memang. Anda sering bongkar pasang tim karena ada anggota yang melakukan penyimpangan? Ancaman ini bisa diminimalisi dengan kehadiran aplikasi Tomps. Segalanya tercatat dan dengan mudah terpantau sehingga berbagai hal tidak diinginkan bisa diantisipasi.

5. Monitoring Secara Real-Time

Dengan sistem online yang terintegrasi untuk memudahkan kita memantau perkembangan penyelesaian proyek secara real-time dari mana saja dan kapan saja. Berbagai aktivitas proyek bisa dilakukan hanya dari layar gawai saja. Mudah atau mudah sekali?

6. Efisiensi Sumber Daya

Dalam banyak hal teknologi bermanfaat memudahkan pekerjaan manusia dan efisiensi sumber daya. Berbagai efisiensi dapat dilakukan. Nah, ini juga yang menjadi tujuan utama penggunaan Tomps dalam proyek. Bahwa kita bisa mengoptimalisasi cost proyek lewat efisiensi sumber daya yang digunakan.

Terima Langsung dari Gawai.

Inilah beberapa Fitur Tomps yang Memudahkan Monitoring Proyek

Bayangkan Anda jadi klien. Apa yang Anda inginkan dari proyek yang dikerjakan? Bukankah proyek yang cepat selesai, hasilnya maksimal, dan biaya yang tidak begitu besar? Kalau begitu, seperti itu pula hendaknya goal dari proyek yang kita lakukan. Sepakat? Aplikasi Tomps sangat membantu kita dalam mencapainya dengan beberapa fitur yang dimiliki.

1. Dashboard

Tomps menyediakan fitur all-in-one Dashboard yang mudah dibaca dan tampilan menarik. Kita dapat melihat secara cepat reporting keseluruhan proyek yang seperti nilai anggaran proyek, jadwal penyelesaian, target dan realisasi Berita Acara Serah-Terima (BAST), peta persebaran lokasi proyek via Geo-Maps, hingga jumlah user yang aktif. Semua informasi di atas tersusun rapih dalam chart dan kurva grafis yang tersedia. Sekarang tidak ada lagi laporan manual yang rumit dan memusingkan.

2. Project

Dengan aplikasi Tomps, kita bisa merencanakan detail proyek kerja sesuai dengan waktu yang diinginkan. Atur parameter proyek dan undang stakeholder untuk ikut berkolaborasi dalam proyek dalam tools manajemen proyek Tomps. Buat juga tanggal jatuh tempo proyek sesuai dengan tenggat waktu yang direncanakan.

Setelah itu, kita dapat melakukan project control dan project tracking, melacak setiap proyek berada pada status initial, in-progress, atau closing Rasakan mudahnya memantau kemajuan proyek dalam satu kali klik!

3. Report

Menariknya, software manajemen proyek Tomps dapat menampilkan status proyek anda dari hulu ke hilir hanya dalam satu langkah saja!

Kegiatan melacak data, perkembangan risiko, masalah, dan perubahan pada proyek dapat dilakukan dengan mudah lewat tersedianya data yang detail, transparan, dan real-time.

4. Project Cost

Fitur unlimited On-Cloud pada aplikasi Tomps miliki memaksimalkan ruang penyimpanan dokumen proyek anda tanpa rasa khawatir. Pilihan On Premise yang ditawarkan memberikan tuas kelola dan keamanan penuh pada seluruh data proyek yang anda miliki.

Jadi nggak perlu lagi dibuat kesal dengan ruang penyimpanan spreadsheet anda yang cepat penuh dengan aplikasi Tomps ini.

Efisiensi kerja sangat penting dalam proyek. Hemat waktu membuat kita dalam mengerjakan dengan maksimal dan tidak terburu-buru. Hemat tenaga membuat nyaman mengerjakan proyek. Suasana yang nyaman membuat kita fokus, terarah, dan efisien.

Pertanyaan PENTING!

Bayangkan Anda mendapat sebuah proyek prestisius. Kadang Anda perlu bertanya, apa yang membuat klien memilih Anda? Mengapa tertarik kepada Anda? Apa alasan utama pelanggan memilih Anda? Apakah mereka akan menghubungi Anda lagi?

Jadi, sangat penting membuat proyek Anda berjalan sukses. Bukan hanya sekadar selesai atau closing tapi juga harus sukses dan memuaskan.

Berbagai pertimbangan di atas meyakinkan kita bahwa Aplikasi manajemen proyek Tomps ini sangat memastikan kesuksesan proyek kita. Hal ini tidak lepas ragam keunggulan dari Tomps. Wajar sekali jika Tomps didaulat sebagai aplikasi manajemen terbaik pada 2021 di antara 17 aplikasi sejenis.

Beragam keunggulan ini sangat sayang dilewatkan begitu saja. Anda harus coba. Lantas menjadikannya sebagai satu-satunya aplikasi yang membuat proyek Anda sukses dan mengesankan.

Sebelum kita akhiri tulisan ini, mungkin kita masih bertanya-tanya, seberapa efektifkah penggunaan aplikasi manajemen proyek Tomps ini? Efisiensi ini akan kita jawab dengan gamblang.

Maklum, kadang ada yang keukeuh menggunakan spreadsheet untuk melakukan manajemen proyek.

Sekitar 46,1% perusahaan ternyata masih menggunakan spreadsheet untuk manajemen proyek mereka (Viewpoint). Padahal, pekerjaan perencanaan yang dilakukan melalui spreadsheet bisa memakan waktu dan dan mengurangi efektivitas.

Sekarang kita bandingkan seberapa efektif dan efisien sebuah proyek jika menggunakan aplikasi manajemen proyek Tomps.

%

Percepatan pengumpulan data proyek

%

penghematan waktu untuk pengadaan

%

Percepatan respon kejadian

%

Percepatan pengecekan instalasi

%

Peningkatan proses monitoring proyek

%

Penghematan pengeluaran biaya operasional proyek

Proyek Mangkrak vs Proyek Sukses

Aplikasi Manajemen Proyek Tomps Jadi Solusi

Apa untungnya kalau proyek itu sukses? Jelas banyak. Klien terpuaskan, tidak kecewa, dan tidak merasa rugi mengeluarkan biaya proyek karena sebanding dengan hasilnya. Kalau dia ada proyek lagi, kita bisa dipercaya lagi. Dampaknya pun bagus juga untuk reputasi dan kepercayaan kita.

Hindari risiko dan kesalahan. Jangan sampai proyek yang didapat dengan susah payah, berakhir dengan proyek yang tidak maksimal atau tragis. Kalau begitu, reputasi kita bisa terancam. Kita tidak lagi dipercaya dengan proyek-proyek lainnya.

Sukses atau gagal sebuah proyek dapat berdampak dengan karir kita, lho. Mirip sekali dengan pelanggan di rumah makan. Kalau masakan enak dan dia terkesan dengan sendirinya dia akan datang lagi.

Bahkan dia sukarela memberikan rekomendasi. Agar teman atau keluarganya datang ke sana juga. Sebaliknya, kalau dia kecewa dengan masakannya, pelanggan bisa saja diam saja. Tapi dipastikan dia tidak akan datang lagi. Bahkan bisa jadi dia mencegah orang yang akan makan di sana.

Begitu pula dengan kesan terhadap sebuah proyek. Kalau proyeknya sukses, klien puas. Kalau ada proyek lagi, bukan tidak mungkin dia akan akan mempercayakan kita lagi.

Sebaliknya, kalau dia tidak puas dengan proyek yang kita kerjakan, dia bisa saja jera atau kapok. Nggak mau lagi bekerja sama dengan kita. Nah, kalau begitu kan kita sendiri yang rugi.

Potret di atas nyata, lho. Tidak jauh dari rumah saya ada gedung yang mangkrak. Bukan cuma satu dua tapi ada lebih dari enam gedung. Sungguh mubazir. Biaya pembangunan gedung itu miliaran.

Sudah susah mencari dana pembangunannya eh tidak bisa dipakai lama. Memang banyak sebabnya gedung tersebut mangkrak.

Tapi dari banyak pihak mengatakan developer-nya yang tidak kompeten, tidak jujur, dan cakap. Sekarang ini developer-nya hampir tidak dipakai lagi.

Nah, tentu nggak mau nasib tragis developer itu kan? Berbagai kemudahan, fitur, dan keunggulan Tomps layak menjadi penyukses proyek Anda. Saya sarankan segera menggunakannya. Caranya gampang kok. Terdapat beberapa pilihan paket yang bakal menyukseskan proyek-proyek Anda.

BASIC

ENTERPRISE

ENTRERPRISE PLUS

ON PREMISE

Mereka yang Percaya

dengan Aplikasi Manajemen Proyek Tomps

Sumber Tulisan

1. Pengalaman pribadi

2. https://tomps.id

Olah gambar diambil dari laman https://tomps.id dan aset Canva.

error: Content is protected !!