3 Langkah Menumbuhkan Kepedulian Terhadap Sampah

3 Langkah Menumbuhkan Kepedulian Terhadap Sampah

Kesadaran membuang sampah masyarakat kita memang akut. Tak hanya membuang sampah sembarangan atau tidak pada tempatnya tapi juga membuang sampah di tempat yang ADA LARANGAN membuang sampah. Saya beberapa kali menjumpai potret seperti itu. Saya yakin semua orang pasti bisa membaca. Tapi anehnya tidak memahami apa yang dibacanya.

 

Potret di atas saya ambil di dekat pusat ibukota kabupaten lho. Nggak jauh, kok. Sekitar 500 meter ke pusat pemerintahan kabupaten Lebak. Sudah jelas ada larangan membuang sampah di situ. Eh masih saja banyak warga yang membuang sampah sembarang.

Jika potret di atas terjadi di daerah perkotaan, bagaimana dengan daerah pedesaan? Sepertinya tak beda jauh. Pemandangan serupa saya dapatkan di daerah pedesaan. Memang tidak terlalu pelosok sih tapi daerah ini relatif lebih sepi. Masih banyak lahan kosong dan rumah-rumah pun tidak padat. Berikut ini fotonya.

Beberapa penampakan sampah yang dibuang sembarangan

Saya sering saya melewati jalan kampung ini. Biasanya kalau momong anak, muter-muter ke jalan ini. Sebetulnya, senang aja kalau lewat jalan ini sepi kendaraan. Udaranya masih bersih, bebas dari asap kendaraan. Tapi, setiap melewati jalan ini anak-anak disuguhi pemandangan yang memiriskan.

Banyak warga yang membuang sampah sembarangan. Karena banyak lahan yang kosong, ‘dimanfaatkan’ oleh warga untuk membuang sampah di sana. Tidak satu dua warga. Banyak. Akhirnya lama kelamaan menjadi menggunung.

Kenapa ya orang membuang sampah sembarangan? Salah satunya karena ingin rumahnya bersih dari sampah. Sampah yang ada di rumah harus hilang. Tak peduli bagaimana nasib sampah selanjutnya. Ya, tentu saja, rumah bebas dari sampah merupakan dambaan setiap orang. Sampah ini identik dengan sisa sehingga sering dianggap masalah. Kalau ada sampah di rumah, pengennya segera dibuang.

Karena itu, banyak orang yang langsung membuang sampah rumah tangganya. Tanpa memilahnya berdasarkan jenis sampah yaitu sampah organik dan sampah organik.

Padahal, bukan berarti masalah sampah selesai dengan membuang sampah. Membuang sampah hanya MEMINDAHKAN masalah dari rumah ke tempat lain. Di tempat kita selesai masalah sampah, muncul masalah baru di tempat lain.

Diperkirakan, Indonesia menghasilkan 64 juta ton sampah setiap tahunnya. Jadi sekitar 64.000.000.000 kilogram sampah. Dari sejumlah itu, 60 % -nya merupakan sampah organik. Jadi, sebetulnya banyak yang bisa didaur ulang lagi. 

Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia yaitu sebanyak 10 milar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik di buang ke lingkungan.

Pada November 2018 lalu kita digemparkan dengan matinya paus sperma di Pulau Kapota, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Kematiannya diduga karena banyak memakan sampah plastik. Dalam perut paus sperma tersebut didapati ribuan sampah plastik. Dari laman Republika, Balai Taman Nasional (BTN) Wakatobi menyebutkan sampah plastik yang ditemukan di dalam perut paus tersebut berupa 115 gelas plastik (750 gr), 19 plastik keras (140 gr), 4 botol plastik (150 gr), dan 25 kantong plastik (260 gr). Ada juga 2 sandal jepit (270 gr), 1 karung nilon (200 gr), 1000 lebih tali rafia (3.260 gr), dan lain-lain.

Sumber gambar : www.kompas.com

Tentu kita ingat tentang tragedi Leuwigajah yang terjadi pada Senin, 21 Februari 2005. Ledakan keras yang disusul longsor sampah yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah Kota Cimahi itu menelan korban 157 orang meninggal.

Longsoran sampah langsung menyapu dua pemukiman yakni Kampung Cilimus dan Kampung Pojok. Kedua pemukiman yang jaraknya sekitar 1 km dari TPA Leuwigajah langsung luluh lantak tertimbun sampah. Akibatnya, 157 jiwa tewas. Gunungan sampah sepanjang 200 m dan tinggi 60 meter itu goyah. Ledakan terjadi karena gas metan dalam tumpukan sampah itu.

Ada korban jiwa saja sudah membuat kita merasa kehilangan. Apalagi dalam tragedi ini karena disebabkan sampah. Tentu membuat kita harus mengevaluasi perilaku kita. Ya, sampah memang menjadi masalah krusial bagi setiap daerah. Inilah akibatnya jika kita abai dengan masalah sampah. Dan perilaku kita hanya membuang sampah tanpa bijak mengelolanya. Sampah memiliki dampak yang tidak kecil.

Lalu bagaimana agar kejadian serupa tidak terulang lagi? Banyak yang bisa dilakukan.

1. Mengurangi Sampah Dari Rumah

Rumah memiliki peran yang besar dalam mengurangi sampah. Rumah tangga menghasilkan sampah organik lebih banyak sebesar 60 % ketimbang sampah nonorganik. Jadi sebetulnya banyak sampah yang bisa diolah kembali atau didaur ulang.

Apa saja yang bisa dilakukan?

Pertama, Membuat Eco Enzyme

Sampah organik bisa kita ubah menjadi eco enzyme yaitu larutan dari hasil proses fermentasi antara sampah organik (sisa sayuran dan kulit buah), gula, dan air. Larutan ini berwarna coklat. Berbau segar asam.

Eco enzyme berawal dari hasil penelitian Dr. Rosukon Poompanvong. Beliau founder Asosiasi Pertanian Organik (Organic Agriculture Association) dari Thailand.

Kita bisa memisahkan sampah organik yang dapat dijadikan kompos seperti sisa makanan, tulang ikan atau ayam, sisa sayuran, cangkang telur, dan sebagainya. Sampah itu tidak langsung dibuang tetapi ditampung. 

BAHAN

Bahan ada di sekitar kita. Sisa sayuran atau kulit buah, gula, dan air dengan perbandingan 3:1:10.

✓150 gram kulit buah/sayuran

✓50 gram gula

✓500 ml air

 ALAT

✓ Wadah berupa botol plastik atau derigen bekas ukuran 1 liter yang memiliki tutup rapat

✓ Corong

 

CARA MEMBUAT

✓ Siapkan alat dan bahan

✓ Potong-potong dan masukkan sisa kulit buah atau sisa sayur ke dalam botol/dirigen (jangan isi wadah penuh, sisakan tempat untuk proses fermentasi)

✓ Tutup rapat dan aduk atau bolak balikkan botol sampai larutan air dan gula bercampur

✓ Bulan pertama, setiap hari buka botol untuk mengeluarkan gas. Aduk atau bolak balikkan botol

✓ Simpan di tempat kering dan hindari sinar matahari langsung

✓ Tunggu selama 3 bulan untuk siap dipanen

 

Manfaat Eco Enzyme

ECO enzyme memiliki banyak manfaat, yaitu sebagai cairan pembersih, pupuk, mengusir hama, dan menjaga kondisi alam.

  1. Sebagai Cairan Pembersih

Larutan eco enzyme yang dilarutkan lagi dengan air bermanfaat sebagai larutan pembersih. Larutan pembersih serbaguna ini bisa dimanfaatkan untuk membersihkan perabotan, pakaian, lantai, buah dan sayuran.

2. Pupuk

Larutan dengan takaran 30ml dan 2l air dapat digunakan sebagai pupuk. Larutan ini bisa disemprotkan ke tanah untuk menyuburkan tanaman. Atau bisa disemprotkan ke daun tanaman untuk meningkatkan kualitas buah dan sayuran yang dihasilkan.

  1. Pengusir Hama

Jika pada tanaman ditemukan semacam serangga perusak, semut, atau yang sering kita temui hama berwarna putih. Larutkan 15ml ecoenzym dengan 500ml air dan semprotkan pada tanaman yang berhama. In shaa Allah hama akan kabur.

4. Menjaga kondisi alam

Pada saat proses pembuatan eco enzyme manfaat sudah bisa dihasilkan. Pada saat proses pembuatan eco enzyme larutan ini sudah melepaskan gas ozon (03). O3 diyakini dapat mengurangi karbondioksida (CO2) di atmosfer sehingga mengurangi pemanasan global. Selain itu dapat juga memperbaiki kesuburan tanah. Membersihkan air yang tercemar.

Beberapa pemanfaatan hasil Eco Enzyme (dokumen pribadi)

Kedua, Mengubah Minyak Jelantah Menjadi Sabun

Minyak jelantah hampir tidak bisa diapa-apakan lagi. Padahal, setiap hari rumah selalu memasak yang diantaranya menggunakan minyak goreng.

Sisa minyak goreng yang sering disebut minyak jelantah, paling banter menjadi limbah yang dibuang ke selokan, ke westafel, atau masukkan plastik kemudian dibuang ke tempat sampah.

Saat bergabung dengan komunitas ibu-ibu, isteri saya mendapat ilmu tentang mengolah minyak jelantah menjadi pembersih lantai. Ilmu itu dimodifikasi oleh isteri menjadi mengubah minyak jelantah menjadi sabun batangan.

Ilmu ini sangat berguna untuk ibu-ibu yang selama ini dipusingkan dengan limbah minyak jelantah ini. Setelah beberapa kali bikin sabun mijah di perumahan, berkat posting di media sosial, istri beberapa kali diundang berbagi ilmu di ibu-ibu komplek lain. 

Seneng sih bisa berbagi solusi. ya, sebab minyak jelantah ini kan sering bikin resah.

Pernah pula diusulkan ikut dalam lomba daur ulang barang bekas yang diadakan oleh kementrian Perindustrian. Saat itu lombanya pada Desember 2019.

Dalam ajang itu, isteri saya mendapatkan juara favorit. Banyak juga yang tertarik dengan sabun mijah. Produk yang dibawa pun ludes diborong.

Juara favorit lomba daur ulang yang diadakan oleh kementerian Perindustrian (dokumen pribadi)

Produk sabun mijah yang unik dan lucu-lucu (dokumen pribadi)

Tidak cukup mengolah minyak jelantah sendiri, kami juga menampung minyak jelantah dari rumah-rumah di sekitar komplek.

Ada beberapa rumah yang menyumbang minyak jelantah. Mereka cukup menampungnya di botol plastik untuk selanjutnya diolah menjadi sabun batangan yang banyak busanya, wangi, dan membersihkan dengan maksimal peralatan dapur

2. Bergabung dengan Komunitas Peduli Sampah

Masalah sampah memang butuh energi yang besar. Kadang, kalau sendirian, akan bosan atau energi melemah. Padahal, peduli sampah ini kepedulian sepanjang waktu. Nah, supaya energi kita tetap ada, bagus jika bergabung dengan komunitas. Dala komunitas itulah biasanya ada kebiasaan berkolaborasi.

Biasanya saling berbagi informasi, saling memotivasi, atau menambah energi. Kadang kalau lihat anggota komunitas yang semangat melakukan sebuah proyek peduli sampah, anggota lain bisa ikut-ikutan bersemangat.

Nah, keluarga saya ikut dalam sebuah komunitas. Tidak hanya membahas masalah sampah saja, sih, tapi banyak hal. Sharing ilmu membuat kami semakin banyak tahu. Kami Misalnya tentang Zero Waste.

Zero waste tidak hanya mengenai recycle atau mendaur ulang. Tetapi meliputi tahap refuse (menolak), reduce (mengurangi) dan reuse (menggunakan kembali) melalui repair (memperbaiki) dan replace (mengganti) dan terakhir recycle (mendaur ulang) sehingga populer dengan gerakan 5R oleh Bea Johnson.

Setelah mengetahui landasan zero waste, dalam praktiknya kita bisa melakukan cegah, pilah, dan olah. Yang perlu dilakukan menolak penggunaan barang sekali pakai dan menggantinya dengan barang yang bisa dipakai berulang. Contoh, kantong kresek diganti tas belanja. Botol plastik dan tempat makanan sekali pakai diganti yang dipakai berulang. Perilaku ini dapat mengurangi sampah.

Pisahkan sampah sesuai dengan jenisnya. Sampah kompos (sisa sayur, buah), kertas dan kardus dalam kondisi kering dan bersih. Sampah B3 (Bahan berbahaya dan beracun), sampah daur ulang campuran (plastik, kaleng, kaca, kotak susu) dan sampah lain lain yang tidak bisa diolah (tisu, pospak).

Bahkan dari komunitas itu kami tahu bahwa belajar zero waste bukan hanya menghemat plastik, tetapi juga sumber daya lainnya (air, listrik, bahan bakar dan sebagainya) agar tidak terbuang percuma.

3. Berkolaborasi dengan Sang Ahli

Waste4Change merupakan lembaga yang memberikan layanan pengelolaan sampah 100% menyeluruh untuk perusahaan lembaga atau pelaku bisnis untuk berusaha mengurangi sampah yang dihasilkan di tempat tersebut. Dengan berlandaskan teknologi dan kolaborasi, Waste4Change telah berkiprah banyak dalam pengelolaan sampah di berbagai tempat.

Mempercayai pengelolaan sampah kepada Waste4Cange merupakan pilihan bijak. Lembaga, organisasi, perusahaan, pabrik, dan lainnya bisa memanfaatkan layanan Waste4Change seperti Waste Management Indonesia, Extended Producer Responsibility Indonesia, Personal Waste Managemen yang sifatnya bisa kelembagaan atau pribadi.

Waste4Change telah berpengalaman dalam Pengelolaan sampah ini telah sukses bermitra melayani 198 klien, 175 klien, dan telah mengelola 5.404.041 kg sampah.

Temukan berbagai pengelolaan sampah yang tepat, baik untuk kelembagaan seperti pemerintah, swasta, perumahan, pengelola bangunan, hingga untuk kebutuhan personal atau rumah sekalipun.

Sudah banyak orang yang jengkel akibat sampah yang dibuang sembarangan. Padahal sudah ada larangan membuang sampah di tempat itu tapi tetap saja ngeyel.

Sering kan baca kalimat seperti ini,

“Ya Allah mohon cabutlah segera nyawa mereka yang buang sampah di sini,”,

 ‘Ya Allah Cabutlah Nyawaku Segera … Bila Aku Membuang Sampah di Sini,

“Hanya monyet yang boleh buang sampah di sini”,

“Ya Allah cabutlah nyawa orang yang membuang sampah di sepanjang jalan ini”,

Banyak orang yang geram dengan perilaku membuang sampah sembarangan.

Padahal yang buang sampah sembarangan pun akan marah kalau di tempatnya ada orang yang buang sampah sembarangan. Iya kan? Karena itu, yuk sama-sama menjaga lingkungan kita dari sampah.

Mari menjadi bagian dari solusi atas permasalahan sampah. Semoga ini menjadi bukti bahwa kita cinta pada bangsa ini. Tertarik dengan berbagai program keren Waste4Change? Kita dapat mendatangi kantornya Vida Bumipala, Jl. Alun-alun Utara, Padurenan, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat 17156. (021) 29372308 atau contact@waste4change.com

 * * *

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Menulis Blog Waste4Change Sebarkan Semangat Bijak Kelola Sampah 2021.

Penulis : Supadilah. Sumber tulisan : https://regional.kompas.com/read/2018/11/21/18003211/infografik-sampah-plastik-dalam-perut-paus-yang-mati-di-wakatobi, https://waste4change.com, dan pengalaman pribadi.

 

5 Tips Agar Tulisan Terbit di Koran

5 Tips Agar Tulisan Terbit di Koran

Siapa sih yang nggak kepingin tulisannya nongol di media? Dengan banyak alasan layak sekali kita mencoba menulis di media.

Misalnya nih ya alasannya supaya bisa eksis di media, melatih kemampuan menulis, meningkatkan kualitas tulisan, atau dikenal oleh lebih banyak orang.

Oh iya. Media yang saya maksud di sini adalah media massa. Baik cetak seperti majalah, koran, dan lainnya maupun digital seperti website atau platform kepenulisan lainnya.

Meskipun, media cetak dan digital biasanya dianggap lebih selektif daripada platform kepenulisan. Maka bisa menembus di tempat tersebut biasanya memiliki kurasi yang lebih kuat.

Berdasarkan pengalaman, saya hendak membagikan kiat agar tulisan tembus di media.

Pertama, kenali kecenderungan media tersebut. Jenis tulisan di koran A biasanya berbeda dengan di koran B, dan seterusnya. Termasuk gaya kepenulisannya.

Dari mana tahu kecenderungan sebuah media? Maka rajin-rajinlah baca tulisan di sana. Niscaya dapat tuh feel-nya. Termasuk gaya kepenulisannya.

Kedua, agar naskah diterima, perhatikan ketentuan tulisannya. Misalnya harus 4000 kata, 9000 karakter, atau mencantumkan jumlah halaman tertentu. Nah, supaya tidak langsung disingkirkan oleh redaksi, perhatikan betul ketentuan ini.

Ketiga, bersifat analisa. Bukan hanya deskriptif. Apalagi jika menulis tentang opini. Maka benar-benar unsur opinilah yang prioritas. Bukan sekadar informatif apalagi deskriptif tadi.

Keempat, agar naskah diterima sebuah media, lengkapi dengan identitas penulis. Agar redaksi yakin bahwa pengirimnya jelas ada. Termasuk untuk kepentingan kredibilitas penulis. Sertakan pula foto penulis, KTP dan NPWP (jika perlu).

Kelima, sertakan kata pengantar. Etikanya sebuah naskah tidak dilemparkan begitu saja. Agar naskah diterima redaksi, sebaiknya dilengkapi pengantar. Mirip dengan sebuah pengantar di makalah.

Demikian tips agar karya diterima di media. Ini berdasarkan pengalaman saya. Alhamdulillah sudah ada beberapa karya dimuat di media. Semoga bermanfaat.

Inilah Sederet Kemudahan Bertransaksi Digital

Inilah Sederet Kemudahan Bertransaksi Digital

“Pak raport saya masih ada nggak di sekolah? Di rumah nggak ada,”

Pagi ini seorang siswa menghubungi saya. Siswa kelas XII saat ini sedang persiapan SNMPTN. Nah, banyak persyaratan administrasi yang harus disiapkan. Salah satunya raport ini. Dia menanyakan raportnya.

Jangan salah. Saat pembagian raport ada saja siswa yang belum mengambil raportnya. Mungkin waktu itu belum dibutuhkan maka tidak diambil. Sekarang, saat dibutuhkan, baru dicari-cari .

Sebagai wali kelas yang baik saya pun harus melayani siswa dengan baik. Kebetulan memang raport siswa ada di rumah. Ya, sebelum pandemi saya sudah mengantisipasi, bahwa file-file penting harus dipindahkan ke rumah.

“Ada nih raportmu. Ada di rumah bapak. Ya udah ambil aja,”

“Gimana caranya, Pak? Kan kita sedang membatasi kegiatan di luar.

“Lewat aplikasi ojek online aja,”

“Ok, Pak. Siap.”

“Tapi kan Bapak yang harus ngirim. Sini kirim aja alamat rumahmu ya,”

“Baik, Pak. Makasih Bapak,”

Saya segera memesan fitur kirim barang lewat aplikasi ojek online. Tak berapa lama, sang ojek pun pun datang.  Saya bilang kalau isi paketnya adalah raport siswa.

“Tolong hati-hati, ya”

“Baik, Bapak,”

Alamat lengkap sudah saya cantumkan di aplikasi ojek online itu. Sehingga pengemudi pun jelas dengan alamat yang harus dituju.

Ada pilihan pembayarannya  ditempat atau pembayaran oleh yang mengirimkan paket. Berhubung di aplikasi masih ada saldo, maka saya membayarnya dengan memotong saldo tadi.

Belasan menit kemudian siswa saya mengirimkan pesan lewa WhatsApp. Mengabari kalau paketnya sudah diterima.

“Makasih banyak lho, Pak. Hari ini saya bisa langsung mendaftar SNMPTN. Mohon doanya pak,”

“Ya. Mudah-mudahan kamu diterima di kampus sesuai pilihan kamu. mudah-mudahan diberikan hasil yang terbaik buat kamu.

“Terima kasih, Pak.”

“Sama-sama,”

Zaman sekarang banyak aplikasi yang memudahkan aktivitas kita. Dengan kemajuan teknologi kita bisa bertransaksi dengan mudah, nyaman, dan aman. Pas banget dengan kondisi saat ini.

Saat ini kita masih dilanda pandemic akibat covid-19. Kita dianjurkan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mencegah penyebaran covid-19. Lha tapi bagaimana kalau ada keperluan yang sangat penting?

Seperti yang saya alami hari ini. Harus mengantar raport siswa yang akan mendaftar SNMPTN. Padahal di luar sana banyak bahaya yang mengancam.

Tapi kendala ini bisa diatasi dengan kemajuan teknologi digital. Kehadiran aplikasi ojek online dengan berbagai layanannya sangat memudahkan aktivitas kita. Bukan hanya itu saja. Berbagai aktivitas lain transaksi kita bisa lakukan secara digital.

Para orang tua pun bisa melakukan transaksi keuangan sekolah secara mudah, aman, dan nyaman. Ya, untuk bayar uang sekolah mereka tak perlu datang ke sekolah karena bisa dilakukan secara digital. Orang tua tak perlu repot ke ATM pula. Cukup dari rumah, bayar sekolah jadi mudah.

Saat saya belum punya mobile banking, setiap awal bulan harus ke ATM untuk mengecek gaji sudah masuk atau belum. Jarak rumah ke ATM antara 5 – 10 kilometer. Kadang ke ATM saat siang atau sore hari. Panas-panas harus ke ATM demi sebuah kabar tentang gaji.

Meskipun jauh, tetap dilakoni. Kalau ternyata gaji sudah cair, lumayan. Kalau belum cair? Lumanyun. Hehe.. Tapi itu dulu. Saat saya belum punya aplikasi mobile banking. Sekarang saya bisa dengan mudah mengecek gaji dari rumah saja. Jadi nggak perlu  persiapan seperti mandi, kena angin dan panas di jalan serta risiko keamanan lainnya seperti kecelakaan atau kecopetan.

Begitulah kemudahan transaksi digital memudahkan kegiatan manusia. Memang saat ini transaksi digital semakin marak penggunaannya.

Aldy Mohammad Rinaldi, asisten direktur Bank Indonesia dalam Workshop “Generasi Digital Bank Indonesia: Kolaborasi Karya Anak Bangsa” pada Rabu (17/2) mengatakan bahwa digitalisasi merupakan keniscayaan. Kehadiran teknologi baru solusi inovatif dan pemain-pemain baru mendorong digitalisasi di seluruh aspek kehidupan masyarakat. Data transaksi digital semakin naik. Merchan QRIS pun semakin banyak. Per 31 Desember 2020 terdapat 55,8 juta dan 6,2 juta per 11 Februari 2021.

Inilah yang saya rasakan dengan bertransaksi digital.

  1. Praktis

Banyak orang menginginkan kemudahan dalam berbagai urusannya. Termasuk dalam aktivitas ekonomi. Ya, kepraktisan menjadi prioritas di antara berbagai pertimbangan lainnya.

Transaksi digital jelas praktis. Nggak perlu repot bawa uang, nggak ribet bawa uang pas, nggak perlu bawa dompet segala.

Berbagai pembayaran bisa dilakukan dari rumah. Jadi nggak perlu mendatangi tempat yang dimaksud untuk melakukan pembayaran. Jadi kita bahkan bisa membayar uang sekolah dari rumah saja, nggak perlu keluar uang transportasi. Bahkan nggak rapi atau mandi dulu. Upsss…

Saya pernah bertugas sebagai panitia pendaftaran peserta didik baru (PPDB). Sering bingung dengan uang kembalian orang tua yang membayar uang pendaftaran. Memang sih sudah disiapkan uang kecil untuk kembalian. Tapi nggak banyak. Sudah habis untuk kembalian 2 – 4 orang tua saja. Nah, kalau pakai pembayaran digital kan nggak repot dengan uang kembalian.

Hmm, uang kembalian memang sering membingungkan. Pernah kan ke warung tapi oleh kasir ditawarkan permen sebagai kembaliannya.

“Kembaliannya permen aja ya Pak? Nggak ada uang kecil,”

Mau nolak, tapi kok nggak enak.

Dengan transaksi digital, hanya smartphone sebagai bekal, berbagai transaksi pembayaran bisa dilakukan. Gampang atau gampang banget? Hehe.. apalagi zaman now setiap orang pasti nggak asing dengan smartphone. Bahkan banyak kan satu orang punya dua atau tiga smartphone.

  1. Nggak Repot Mengantre

Di sekolah saya gajian setiap awal bulan. Kalau sudah hari H gajian, saya segera ke ATM untuk ambil gaji. Biasanya ATM nggak pernah sepi. Biasa ada saja antrean. Kalau nggak sesama teman guru, ya nasabah lainnya. Tapi itu dulu.

Sudah lama tidak begitu. Sebab sudah pakai aplikasi mobile banking. Sekarang saya bisa mengecek gajian kapan saja dan dari mana saja. Bisa dari rumah, tempat kerja, atau tempat ngopi sekalipun.

Cuma tinggal pencet sana pencet sini ketahuan sudah masuk gaji atau belum. Kalau ternyata gaji sudah tinggal ke ATM buat ngambil. Kalau belum tentu nggak perlu capek-capek ke ATM yang kadang di perjalanan bisa kehujanan atau kepanasan.

Nunggu gajian memang harap-harap cemas. Kalau tidak punya aplikasi mobile banking harus mengecek ke ATM. Namanya untung-untungan. Kalau sudah gajian, lumayan. Kalau belum gajian, lumanyun. Hehe…

Kasihan. Jauh-jauh atau panas-panas berangkat ke ATM ternyata nihil.

  1. Mudah Mengamankan Bukti-bukti Pembayaran

Ini cerita ini nyata. Masih seputar pengalaman menjadi panitia PPDB. Saat orang tua datang ke sekolah untuk pendaftaran ulang, beliau lupa membawa bukti biaya pendaftaran. Padahal bukti ini sebagai salah satu syarat administrasi pendaftaran. Untungnya, panitia menyimpan salinannya. Dan kejadian ini sering terjadi lho. Nggak cuma satu dua kali.

Ketinggalan dokumen seperti ini memang sering terjadi. Salah satunya bukti pembayaran SPP juga. Misalnya orang tua yakin kalau sudah membayar SPP, tapi sekolah yakin kalau orang tua belum bayar.

Entah mana yang benar. Hitungan sekolah atau orang tua. Sementara, kedua pihak tidak menyimpan bukti pembayaran. Hilang atau lupa menyimpan. Nah, kalau pakai sistem pembayaran digital, bukti pembayaran bisa diakses kapanpun mau. Bukti pembayaran masih tersimpan dengan rapi dan baik.

  1. Bebas Kontak Fisik

Saat ini kita sedang dilanda pandemi akibat virus Covid-19. Dan kita dianjurkan agar menjaga jarak, menghindari kerumunan, atau kontak fisik dengan orang lain. Tapi bagaimana kalau harus melakukan pembayaran?

Nah, dengan penggunaan transaksi digital hal ini bisa dilakukan.

Kita bisa melakukan pembayaran dengan aman dan tetap jaga jarak serta menghindari kontak fisik. Kita juga bisa melakukan berbagai transaksi ekonomi dari rumah saja.

Nah, begitu banyak kelebihan penggunaan transaksi digital yang dapat membantu berbagai aktivitas kita.

Sederet kelebihan di atas memang terjadi di dunia pendidikan. Tapi, bukan hanyak di dunia pendidikan saja lho. Berbagai kemudahan aktivitas ekonomi karena penggunaan transaksi digital juga berlaku di bidang lainnya.

Ringkasnya, transaksi digital memudahkan berbagai aktivitas ekonomi kita sekaligus mengantisipasi terjadinya human eror yang mungkin terjadi.

Kabar baiknya, saat ini Bank Indonesia (BI) baru saja meluncurkan sistem Quick Respon Indonesia Standard (QRIS)  sebagai metode pembayaran digital bagi seluruh masyarakat Indonesia. QRIS merupakan hasil kerjasama BI dengan asosiasi sistem pembayaran Indonesia.

Saat ini kan banyak pembayaran dengan menggunakan QR Code. Nah, QRIS (dibaca KRIS) adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code ini.

QRIS diluncurkan demi mendukung perkembangan ekonomi digital. Melalui QRIS pembayaran digital menjadi lebih mudah dan dapat diawasi oleh regulator dari satu pintu.

Penggunaan transaksi digital jelas membantu berbagai aktivitas ekonomi kita. Di bidang pendidikan, berbagai keperluan pembayaran bisa dilakukan dengan mudah, cepat, aman, dan dokumen terjamin. Dengan berbagai kelebihan tersebut tentu saja membuat iklim pendidikan semakin maju.

Bukan hanya di bidang pendidikan saja. Di bidang lainnya seperti bisnis pun penggunaan transaksi digital bukan hanya memudahkan setiap transaksi tapi dipastikan membuat usaha atau bisnis semakin banyak mendatangkan cuan.

Rekomendasi Laptop untuk Guru, Pekerja, dan Profesi Apapun

Rekomendasi Laptop untuk Guru, Pekerja, dan Profesi Apapun

Rekomendasi Laptop untuk Guru, Pekerja, dan Profesi Apapun.

ASUS VivoBook 14 A416

ASUS menjadi separuh hidup saya sebagai guru. Dan ASUS ini saya dapat dengan penuh perjuangan. ASUS ini adalah ‘hadiah’ dari Mendikbud Prof. Muhadjir Effendy pada tahun 2018. Laptop ‘dikasih’ Pak Menteri. Kok bisa?

ASUS X441U telah menjadi separuh hidup saya sebagai guru. Hari-hari saya menjalani sebagai profesi guru banyak ditopang dengannya. Laptop ASUS ini saya dapat dengan penuh perjuangan.

Aku seorang guru SMA. Selain mengajar, saya menyukai literasi. Membaca dan menulis menjadi hobi yang saya lakoni hingga kini.

Suatu hari, saya mengirim tulisan ke koran. Artikel berjudul “Bahagia Saat Sekolah’ itu diterima redaksi sebuah koran. Tulisan saya dimuat. Wah, seneng banget rasanya saat itu.

Saya mengirimkan foto pemuatannya ke grup guru. Bukan untuk pamer, tapi hanya ingin berbagi kebahagiaan dengan guru-guru lain. Lalu ucapan selamat dan sambutan baik berdatangan.

“Wah, keren Pak Padil.”

“Hebat, Pak Padil, “

“Guru lain harus bisa juga, nih,” ketua yayasan menimpali.

Ibarat aliran air yang dibendung, kalau sudah jebol maka akan terus mengalir dengan mudahnya. Begitu pun yang saya alami. Semakin banyak ide yang muncul. Lalu tulisan-tulisan berikutnya muncul. Hampir setiap dua pekan tulisan saya dimuat di koran.

Suatu hari ada lomba guru menulis yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Lomba ini sifatnya jurnalistik. Jadi tulisan harus dimuat di media. Saya ikut lomba itu. Mengirimkan satu karya berjudul “Ketika Siswa Mendengar”. Tulisan saya meraih juara 2.

Para pemenang diundang ke gedung kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional di Jakarta pada Mei 2018. Selain bertemu Pak Menteri, para pemenang diganjar sejumlah hadiah. Nominalnya cukup besar. Sebagiannya saya belikan laptop ASUS X441U. Sebagiannya lagi untuk mendaftar kuliah magister.

Kenapa Pilihan Saya Langsung ke ASUS X441U?

Alasannya karena saya sudah pakai ASUS X441U duluan. Di sekolah saya, para wakil kepala sekolah mendapatkan inventaris laptop. Ada empat wakil kepala sekolah. Semuanya difasilitasi ASUS X441U. Termasuk saya. Saat itu saya sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.

Jadi, saya meraih juara 2 lomba Kemdikbud itu menulis dengan ASUS (inventaris sekolah).

Makanya sewaktu dapat hadiah dari Kemdikbud tanpa ragu saya belikan ASUS X441U. Sebab sudah terbukti memuaskan performanya.

Berbagai fiturnya cukup mumpuni dalam menunjang tugas dan pekerjaan saya sebagai guru – sekaligus penulis bahkan desain grafis.

Sederet Manfaat Menulis

Sudah bertahun-tahun saya rutin menulis. Bisa dibilang hobi, lah. Kemudian, ternyata hobi ini bisa mendatangkan pemasukan, lho.

Kalau dimuat, tulisan dapat honor yang lumayan,eh tapi mungkin relatif juga sih.

Paling besar sih honor menulis Rp. 400.000 di koran nasional. Ada juga yang Rp. 300.000, Rp. 250.000, bahkan Rp. 25.000. segitu juga udah lumayan. Bisa buat beli kopi temen nulis atau begadang. Juga mengganti kuota internet. Hehe..

“Jangan mau jadi guru biasa. Jangan hanya menjadi seorang pengajar saja. Dalami keterampilan lain,” kata kepala sekolah saya di sebuah rapat.

Benar juga. Guru baiknya punya skill lain seperti literasi, fotografi, desain grafis, dan lainnya. Secara nggak langsung saya sudah jadi guru penulis.

Apakah menjadi guru penulis itu susah? Menulis merupakan keterampilan. Akan terasah dan mahir dengan terus latihan. Supaya mahir menulis kuncinya 3 M yaitu menulis, menulis, dan menulis. Hehe…

Intinya adalah kalau kita mau belajar pasti bisa. Banyak juga lho seorang guru yang juga menjadi seorang penulis. Bahkan karyanya menjadi best seller.

Rasanya kok kok mubazir amat kalau hanya mengajar saja. Hehe..

Kumpulan tulisan bisa dibuat buku juga. Kumpulan tulisan saya di koran lalu saya buat menjadi sebuah buku. Judulnya Guru untuk Indonesia. Punya buku solo adalah impian saya sejak lama. Bukan diterbitkan di penerbit mayor. Saya terbitkan di penerbit indie. Saya tetap bersyukur banget.

 

Menulis buku, apalagi solo, gampang-gampang susah, lho. Semacam sebuah pencapaian yang kudu disyukuri banget.

Saya menulis banyak hal mulai dari opini, resensi, cerpen, dan puisi. 1 karya saya dimuat di koran nasional. 4 resensi buku dimuat di koran ibu kota. Puluhan opini saya dimuat di koran lokal.

Saya mendapat honor dari tulisan itu. Honornya bisa menutupi biaya transportasi dan jajan saya serta anak. Itu juga yang membuat saya rajin menulis di tengah-tengah kesibukan profesi saya sebagai guru.

Satu senjata banyak gunanya. Setelah memiliki laptop ASUS, produktivitas saya makin meningkat. Pekerjaan apa saja yang saya lakukan dengan laptop ASUS di tangan?

1. Makin Pede Menjadi Blogger, Dengan ASUS Sebagai Senjatanya

 

Percayalah, tulisan kita itu nggak ada mubazirnya. Begini, misalnya nggak dimuat di koran, posting aja tulisan itu di blog. Jadi menulis itu tidak ada ruginya. Kalau koran orang lain sebagai redaksinya, kalau blog itu yang jadi redaksinya kita sendiri, pasti dimuat dong. Hehe..

 

Saya makin semangat menulis blog saat laptop ASUS di tangan. Kadang untuk membuat satu tulisan butuh berjam-jam hingga berhari-hari lamanya. Walaupun, kadang ada juga yang selesai dalam hitungan jam. Untungnya, laptop ASUS sangat membantu sekali. Nyaris tidak ada keluhan atau rewel sedikit pun. Pekerjaan menjadi blogger pun lancar jaya. Mulus tanpa hambatan.

Padahal, mengisi blog bukan hanya dengan tulisan aja lho. Perlu juga melengkapi dengan gambar dan desain grafis agar postingan semakin ciamik dan apik. Untungnya laptop ASUS bisa diajak kompromi. Ngeblog pun menjadi semakin serius. Bahkan nggak cuma satu blog lho. Ada 3 blog saya kelola. Salah satunya ya blog ini.

 

2. Dengan ASUS Semakin Mudah Mengelola Website Sekolah

 

“Sekolah kita banyak kegiatan. Tapi kurang pemberitaan,” keluh Pak kepala sekolah di suatu hari.

“Bener sih Pak. Tapi kalau mau dimuat di koran cukup mahal juga,” jawab saya waktu itu.

Saya pernah ngobrol dengan redaktur di koran. Bisa saja kegiatan sekolah dimuat di koran. Tidak bayar. Tapi ‘hanya’ harus beli 100 eksemplar. Kalau harga koran Rp. 4000 per eksemplar artinya sekolah harus mengeluarkan Rp. 400.000 per satu kali tayang.

“Gimana kalau bikin website aja, Pak?”

“Boleh juga. Saya minta tolong Pak Padil ya yang membuat dan mengelolanya?”

Laptop ASUS siap sedia untuk bekerja kapan saja. Tiga hari kemudian website sekolah sudah jadi. Bikin website mah tidak susah. Yang cukup lama itu mengumpulkan bahan seperti profil sekolah, kegiatan-kegiatan sekolah, organisasi yang ada di sekolah, struktur sekolah, dan lainnya.

ASUS membantu saya membuat sebuah sejarah. Sekolah kami masih baru. Sejak berdiri di tahun 2013 lalu, baru punya website di tahun 2018. Ini berkat ASUS juga. Ah, layak berterima kasih nih sama ASUS.

Dan selanjutnya, nggak cuma membuat website sekolah, saya juga mengelolanya. Jadi kalau ada kegiatan sekolah, saya hadir di acara itu sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, sekaligus jadi reporter yang nanti membuat beritanya.

3. Kewajiban Administrasi Semakin Lancar Jaya

Tentang administrasi sekolah merupakan salah satu yang dipikirkan banget sama guru. Pengen tahu seberapa beratnya menyiapkan perangkat pembelajaran ini? Begini, saya mengajar fisika SMA. Untuk satu perangkat pembelajaran terdiri dari RPP 184 halaman, silabus 6 halaman, analisis alokasi waktu 2 halaman, promes 2 halaman, dan prota 2 halaman. Totalnya 196 halaman. Itu baru  1 kelas. Ada 3 kelas, jadi keseluruhan 588 lembar.

Kalau sedang musim bikin RPP, guru biasanya sampe begadang atau bikin berhari-hari. Laptop bisa nggak mati-mati. Cuma di-sleep atau stand by aja. (Sekarang emang sih sudah agak ringan, RPP hanya 1 lembar setiap pertemuan. Jadi lumayan meringankan.)

4. Di Sekolah Guru, ASUS Memudahkan Dalam Berbagi Ilmu

Di sekolah saya ada program sekolah guru. Mungkin bentuk kegiatannya mirip di sekolah-sekolah lain. Tapi sengaja dinamakan sekolah guru supaya kebentuk paradigma bahwa guru itu tak henti terus belajar.

Emang sih, kalau sudah jadi guru bukan berarti lantas berhenti belajar. “Guru yang berhenti belajar, berhenti saja mengajar” pesan kepala yayasan tempat sekolah saya.

Trus, apa aja kegiatannya? Di antaranya bedah buku, seminar, workhsop desain grafis, pelatihan menulis, training fotografi, outbond training, dan lainnya.

Dan hebatnya pematerinya bisa dari guru sendiri. Nggak harus mendatangkan pemateri dari luar atau dari pimpinan yayasan atau sekolah. Ya, pematerinya bahkan dari guru sendiri.

Saya pernah menjadi pemateri. Waktu itu kegiatannya bedah buku Muhammad Super Teacher. Di sekolah, saya telah dibranding sebagai guru literasi. So, begitu ada acara bedah buku, segera saja saya ditunjuk.

 

Apa saja yang disiapkan? Tentu saja review isi buku. Sebagian saja. Nggak usah semuanya disampaikan. Tapi garis besarnya saja. Isi buku diringkas, ditampilkan dalam bentuk presentasi power point. Jadi pakai slide-slide begitu. Supaya lebih seru saya tambahkan video. Untungnya, ASUS selalu siap sedia. Selalu membantu di saat ada perlu. Acara pun berjalan lancar.

Saat tampil sebagai pemateri saya terpaksa mengajak anak. Karena pada saat itu isteri ada jadwal mengajar di kampus. Oh iya, kegiatan ini sebelum pandemi, lho. Jadi masih bisa ngumpul di sekolah.

Berbagi ilmu dalam acara bedah buku

Pertimbangan-pertimbangan

Dalam Memilih Laptop

“Bu, kalau mau beli laptop, pilih yang gimana, Bu?” tanya saya ke seorang teman guru saat rapat pembagian raport.

Meskipun sedang pandemi, mau nggak mau rapat harus tatap muka. Sebab biasanya banyak diskusi tentang nilai siswa.

Ah, kalau guru pasti paham kayak gini. Hehe..

“Yang ringan, Pak. Biar nggak keberatan kalau bawa ke mana-mana.”

“Emang biasanya ke mana aja, Bu?”

“Lha kita kan sering rapat MGMP, bawa ke sekolah, balik lagi ke rumah, kan lumayan Pak kalau berat. Ibu-ibu mah pengen yang ringan.”

Apa diskusi di atas mewakili suara ibu-ibu atau kaum hawa? Sepertinya iya. Bener apa betul?

 

Tapi beda lho kalau tanya ke siswa. Pernah saya melakukan survey kecil-kecilan. Kalau beli laptop, spek-nya yang seperti apa? Mereka bilang kalau beli laptop pengennya yang bisa dipacu kenceng. Buat apa? Maen game, editing video, desain grafis, dan lainnya.

Beda generasi, beda pilihan. Hm, wajar ya. Pilihan mereka tentunya didasarkan pada karakter yang menghendaki laptop sesuai dengan karakter mereka.

Dan tenang saja, dua pertimbangan di atas dipenuhi oleh salah satu produk terbaru dari ASUS. Penasaran produknya apa?

Yap, ini dia. ASUS VivoBook 14 A416. Sebuah  laptop yang  memberikan pengalaman yang memuaskan dalam menggunakannya. Kesan ini sangat kentara dengan jargonnya : Easy portability. Effortless productivity.

Dan, nggak cuma 2 pertimbangan di atas yang bakal dipenuhi oleh ASUS VivoBook 14 A416, lho. Yang benar? Tentu saja!

1. Simpel dan Ringkas, Mudah Dibawa Ke Mana Aja

ASUS VivoBook 14 A416 memang laptop modern yang cocok untuk mobilitas tinggi. Sekarang ini kan banyak yang kerjanya sambil ke mana-mana sambil di mana-mana. Bisa pindah-pindah tempat bahkan ke tempat yang nggak terduga. Terutama pas sebelum pandemi ya.

Seperti saya, rapat nggak melulu di sekolah, lho. Ini saya alami  di awal tahun ajaran. Biasanya sekolah menyusun RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah). Hebatnya, rapat RKAS ini dilakukan pas liburan kenaikan kelas. Jadi, siswa mah udah liburan, guru belum. Supaya fokus dan lebih nyaman rapat biasanya diadakan di rumah makan atau kafe yang menyediakan ruang rapat. Ssst, sekalian perbaikan gizi. Hehe…

Nah, selain laptop, guru bawa juga benda-benda lain. Kebayang kan beratnya bawa barang bawaan guru?

Tapi tenang. ASUS mengerti betul kebutuhan ini. ASUS VivoBook 14 A416 hadir dengan bodi yang ringkas dan ringan. Tau nggak, bobotnya hanya 1,6 kg. Bayangkan saja, ketebalannya hanya 19,9 mm atau 1,99 cm! Wow. Tipis banget ya.

Makanya ASUS VivoBook 14 A416 ini bakal mudah dibawa bepergian ke mana aja. Nggak bakal nambah berat barang bawaan. ASUS pun menyediakan charger yang sangat ringkas dan mudah dimasukkan ke berbagai kompartemen atau ruang-ruang terpisah di dalam tas. Tas kita nggak bakal berantakan. Keren atau keren banget nih?

Bulan lalu saya mengambil honor di kantor redaksi. Perjalanan sekitar 2 jam pakai kereta. Lumayan jauh ya. Makanya saya ngambil honor kalau sudah bayak. Dirapel. Perjalanan 2 jam rasanya kok mubazir banget kalau nggak dipakai nulis. Akhirnya saya keluarkan laptop, dan mulai menulis. Cuek saja dengan orang-orang yang melihatnya.

 Enaknya kalau bisa kerja di mana saja dan kondisi apa saja. Apalagi jika ditunjang ASUS VivoBook 14 A416 yang ringan dan ringkas kita nggak akan mikir-mikir bawa laptop ke mana saja karena ringan dan ringkas itu tadi.

Salah satu rahasia mengapa VivoBook 14 (A416) dapat memiliki bodi yang lebih ringkas dibandingkan dengan laptop 14 inci pada umumnya adalah berkat teknologi NanoEdge Display. Teknologi eksklusif dari ASUS tersebut memungkinkan bezel layar pada VivoBook 14 (A416) dapat tampil sangat tipis, sehingga laptop ini dapat memiliki screen-to-body ratio hingga 82%.

2. Layar Luas dan

Anti Silau, Mengerjakan Tugas dengan Jelas,

Menonton Film Pun Puas

Sebelum pandemi, saya punya program nonton bareng bersama anak-anak di komplek. Terutama anak-anak tetangga kanan kiri. Setiap malam Sabtu anak saya ngajak teman-temannya untuk nobar di rumah. Nggak banyak sih, kadang belasan anak, kadang hanya 5 anak saja. 

Apa yang mereka tonton? Mereka nonton film animasi, kartun, dan film pendidikan. Bisa dari laman Youtube atau film yang ada di laptop. Anak-anak seneng. Seru karena nobar. Daripada mereka main hape aja, masih mendingan nonton laptop karena bisa kita pilih tontonannya. Anak-anak menonton pakai laptop ASUS. 

Nggak cuma anak-anak yang butuh hiburan. Orang dewasa pun butuh hiburan. Keluarga saya biasanya nobar juga akhir pekan. Nggak lama-lama dan nggak sering sih. Biasanya sebulan sekali. Kami jarang sekali menonton di bioskop. Laptop ASUS itulah andalan kami. 

Menatap layar ASUS yang lebarnya 14 inci saja sudah merupakan kenikmatan yang haqiqi. Layarnya lebar. Pun, soal suara, ASUS menghasilkan suara nan cetar dan menggelegar.

Berbicara soal layar, ASUS VivoBook 14 (A416) juga telah dibekali dengan layar berukuran 14 inci dengan resolusi hingga Full HD. So, buat pecinta film, kita bisa mendapatkan pengalaman berkesan dengan ASUS VivoBook 14 A416 ini.

Buat guru gimana? Ah, lebih cocok lagi. Ya, di masa belajar dari rumah (BDR) akibat pandemi Covid-19 ini guru sering mengajar daring. Biasanya guru melakukan meeting online baik itu menggunakan Zoom, Google Meet, Cisco Webex, dan lainnya. Supaya bisa memantau banyak peserta, memang pas banget kalau pakai laptop layar lebar. Dengan layar lebarnya ASUS VivoBook 14 A416 14 inci tadi meeting online pastinya lebih kerasa lebih berasa.

Siapa di sini yang betah banget ngadep laptop? Kalau gitu kita sama. Saya bisa berlama-lama di depan laptop saat membuat konten tulisan di blog. Tau sendiri lah. Bikin tulisan itu kadang cepet kadang lama. Ide bisa muncul dengan cepat atau lambat datangnya.

Kadang satu tulisan bisa dua jam, tiga jam, atau bahkan lebih. Eh ternyata bukan cuma nulis aja yang membuat lama di depan laptop.

Termasuk saat webinar-webinar di masa pandemi begini yang biasanya berlangsung berjam-jam lamanya. Sampai berhari-hari.

Seperti kegiatan PembaTIK (Pembelajaran berbasis TIK) yang merupakan program Peningkatan Kompetensi TIK guru pada 2020 kemarin. Guru kan banyak ikut tuh. Kegiatannya berlangsung lama. Ada level 1 – level 3.

Setiap levelnya bisa 4 – 6 hari. Ditambah ujian kenaikan level. Belum lagi ada persiapan-persiapan setiap levelnya.

Tapi nggak usah kuatir karena ASUS VivoBook 14 A416 sangat cocok digunakan untuk bekerja bahkan dalam waktu yang lama.  

Layarnya sudah dilapisi dengan lapisan anti-silau (anti-glare) serta memiliki sudut pandang hingga 178 derajat. Mata nggak cepat perih atau wajah panas dan hati berdebar-debar akibat lama menatap mantan laptop.

Dengan teknologi ini nggak perlu lagi khawatir pekerjaan terbengkalai atau ditunda-tunda akibat nggak betah berlama-lama menatap laptop. Sangat mendukung kalau sedang mengikuti webinar, meeting online, atau kejar deadline pekerjaan bahkan buat lomba. 

Kerja dalam durasi lama pun nggak masalah karena teknologi ini membuat mata kita tidak mudah lelah. Pencahayaannya pas sehingga kita semakin fokus dengan pekerjaan.

3. Dengan Fingerprint Sensor.

Semakin mudah Log in, Keamanan Pun Terjamin

ASUS VivoBook 14 A416 ini punya keamanan tinggi dan berlapis, lho. Teknologi keamanan biometrik fingerprint sensor adalah fitur login menggunakan sidik jari. Sidik jari setiap orang kan beda-beda. Jadi hanya satu user atau pengguna saja yang bisa menggunakannya.
Wow. Kita bahkan nggak perlu repot mengetikan password. Cukup tempelkkan jari saja. Cukup satu sentuhan saja laptop pun menyala. Semakin simpel dan cepat. Enak atau enak banget?

Maka dipastikan kalau keamanan ASUS VivoBook 14 A416 makin terjamin dan yakin. Fitur ini – fingerprint sensor- biasanya ada di laptop kelas premium. Jadi emang ASUS VivoBook 14 A416 ini laptop kelas premium ya. 

Nggak cuma itu saja dengan fitur ini memungkinkan pengguna ASUS VivoBook 14 A416 bisa masuk ke dalam sistem Windows 10 Home melalui Windows Hello. 

 

4. Performa Kencang, Dengan Prosesor Generasi Terkini

Pernah punya laptop yang lelet dan sering macet? Sedang sayang-sayangnya butuh cepet eh malah kerjanya merayap pelan. Bahkan ngidupin aja lamaa pakai banget. Bisa ditinggal masak air buat nyeduh kopi, dulu. Hehe…

Kalau kayak gitu, kapan pekerjaan mau selesai? Sementara, dunia kita makin serba cepat. Nggak bisa tuh lelet-lelet. Bisa bikin kepala puyeng.

Tapi tenang. ASUS VivoBook 14 (A416) ditenagai oleh prosesor intel i5 generasi 10. Eh, tau nggak, laptop saya itu ditenagai prosesor intel i3, lho. Tapi performanya udah kenceng. Mumpuni buat seabrek aktivitas saya sebagai guru, blogger, desain grafis, dan editing video.

Nah, kebayang kan segimana kencengnya ASUS VivoBook 14 (A416)? Pastilah wush..wush.. Kalau ngidupin ASUS VivoBook 14 (A416) ini nggak bakalan sempet buka bungkusan kopi sachet deh saking kencengnya.

Dengan prosesor Intel core i5 generasi 10 dengan konfigurasi 4 core dan 8 thread serta boost clock hingga 3,6 GHz. Dengan serangkaian fitur dan teknologi terkini yang dimiliki ASUS VivoBook 14 (A416) pastinya

membuat berbagai kegiatan mulai dari bekerja, berselancar di internet, nonton film, editing video, dan lainnya makin lancar jaya.

5. Keyboard Backlit yang mendukung Bekerja

dalam Berbagai Keadaan

Pekerjaan bisa datang mendadak, nggak pandang keadaan. Mau santai atau terdesak, kita harus siap dihadapkan pada pekerjaan.

Dalam berbagai keperluan, pasti membutuhkan dukungan laptop yang nyaman dalam pengetikan.  ASUS VivoBook 14 A416 dibekali dengan keyboard full-size yang telah dilengkapi dengan fitur backlit, sehingga bisa tetap terus mengetik meskipun dalam kondisi gelap. 

Keyboard VivoBook 14 A416 juga didesain secara ergonomis dan lebih kokoh. Setiap tombol keyboard-nya memiliki key travel sejauh 1,4mm yang sangat ideal untuk mengetik.  Jemari nggak perlu jauh-jauh ke mana jangkauannya. Ngetik pun jadi nyaman dan santai.

Sering kali kita kerja dalam kondisi minim cahaya bahkan dalam kondisi gelap. Kan repot kalau ngetik nggak kelihatan tombol-tombol keyboard hurufnya. Tapi hal ini bisa diatasi dengan fitur keren keyboard VivoBook 14 A416.  

Sering ya, asyik kerja sampai suasana gelap. Mau pindah ke tempat yang lebih terang kok rasanya mager (malas gerak) atau ngerasa tanggung. Eh tanggungnya lama. Hehe… Tapi nggak masalah, dengan fitur backlit ini, kerjaan bisa lanjut terus.

6. Doble Penyimpanan yang Ekstra Besar

Salah satu pertimbangan memilih laptop adalah ruang penyimpanan yang besar. Apalagi laptop untuk keperluan sekolah. Sebab berbagai kegiatan harus terdokumentasikan dan disimpan. Dokumentasi itu sering dibutuhkan untuk laporan sekolah termasuk akreditasi. Itu untuk keperluan sekolah. Untuk keperluan lain sama saja, kan? Pengennya punya laptop berkapasitas penyimpanan yang besar? 

Nah, agar dapat memenuhi kebutuhan semua kalangan, VivoBook 14 A416 hadir dengan konfigurasi hardware yang beragam, termasuk pada jenis media penyimpanan data serta memori. 

ASUS VivoBook 14 A416 menggunakan memori DDR4 yang merupakan standar laptop modern dengan kapasitas yang dapat di-upgrade hingga 12GB.

Sementara untuk penyimpanannya, laptop ini mengandalkan dua jenis penyimpanan yaitu 2.5” SATA dan M.2 PCIe. ASUS VivoBook 14 A416 memiliki varian 256 GB, 512 GB, dan 1 TB (SSD). Untuk HDD, ASUS ASUS VivoBook 14 A416 tersedia dalam 1 TB.

Dan pilihan SSD saat ini merupakan kebutuhan banyak orang yang menghendaki pekerjaan menjadi semakin cepat dan performa laptop yang melesat. Kerja nggak perlu nunggu laptop muter-muter mulu. Yakin deh, nggak sempet buat nyeduh kopi dulu.

ASUS VivoBook 14 A416 memiliki desain ruang penyimpanan yang dapat memberi Anda keunggulan kinerja data supercepat dan kapasitas penyimpanan yang besar. Instal aplikasi di SSD untuk respons dan waktu load yang lebih cepat, dan gunakan HDD untuk menyimpan file besar seperti film, koleksi musik, dan album foto.

7. Support Banget buat Bekerja atau Belajar dari Rumah

Jika Anda guru, kerasa banget bermanfaat dua keunggulan ini.

ASUS telah membekali VivoBook 14 A416 dengan satu kamera yang tajam dan cerah sehingga tampilan kita jelas di berbagai ruang aplikasi video conference untuk meeting online.

Ya, hingga saat ini kita masih harus beraktivitas di rumah. Pandemi akibat Covid-19 mengharuskan kita melakukan banyak aktivitas di rumah.

Saya seorang guru SMA hingga saat ini pun masih mengajar dari rumah. Full 5 hari dalam satu pekan. Keperluan untuk mengajar dari rumah pun bisa dipenuhi dengan ASUS VivoBook 14 A416 yang memiliki kamera mumpuni untuk mengajar dari rumah.

Eits, nggak cuma mengajar dari rumah aja, kan? Guru pasti ngerasain selama pandemi ini banyak webinar, workshop, atau rapat online. Bahkan nggak cuma sekali dua kali.

Seperti kegiatan PembaTIK (Pembelajaran berbasis TIK) yang merupakan program Peningkatan Kompetensi TIK guru pada 2020 kemarin. Guru kan banyak ikut tuh. Kegiatannya berlangsung lama. Ada level 1 – level 3. Setiap levelnya bisa 4 – 6 hari. Ditambah ujian kenaikan level. Belum lagi ada persiapanM-persiapan setiap levelnya. Nah, kebayang kan enaknya PembaTIK itu diikuti dengan ASUS VivoBook 14 A416.

8. Dilengkapi dengan Microsoft Office Pre-Installed

Kerja apa yang paling sering dilakukan guru? Ngetik. Ya, mungkin ngetiklah pekerjaan yang paling sering dilakukan guru. Bahkan yang paling merepotkan.  

Software apa yang paling sering dibutuhkan untuk kegiatan mengetik? Apakah sepakat kalau Microsoft Office? Ya, Microsoft Office merupakan aplikasi office terbaik di dunia. Microsoft Office paling diandalkan sebagai aplikasi standar dalam pengolahan data dan dokumen oleh siapapun dalam pekerjaannya. 

Termasuk digunakan kantor sebagian besar institusi di dunia. ASUS VivoBook 14 A416 dilengkapi dengan Microsoft Office Home & Student 2019. Hebatnya lagi, Microsoft Office Home & Student 2019 tersedia secara gratis. Nggak ada biaya tambahan. Seneng apa seneng banget?

Microsoft Office Home & Student 2019 ini juga dapat terus di-update, terbebas dari berbagai ancaman celah kemanan dan malware.

9. Konektivitas Cepat, Terhubung dengan Mudah

Sering banget ya kita menggunakan laptop yang dihubungkan dengan komponen eksternal lainnya. Apalagi buat guru nih ya sering mengajar pakai LCD, Interactive White Board (IWB), speaker eksternal, flashdisk, atau lainnya.

Nggak perlu kuatir. Walaupun VivoBook 14 A416 ini memiliki desain ringkas, tapi menyediakan banyak pilihan port, lho. Cocok banget untuk siapa pun yang punya berbagai kegiatan.

 

VivoBook 14 (A416) dirancang sebagai laptop modern dan mengedepankan mobilitas. Untuk itulah VivoBook 14 (A416) dibekali dengan serangkaian fitur konektivitas mulai dari port USB Type-C, USB Type-A, HDMI, serta combo audio jack untuk memenuhi kebutuhan konektivitas sehari-hari.

Berikut jenis konektivitasnya dalam gambar.

Sementara di sisi konektivitas nirkabel, VivoBook 14 (A416) dibekali dengan WiFi 5 (802.11ac) untuk terhubung dengan jaringan internet, serta Bluetooth 4.1 sehingga penggunanya dapat menghubungkan berbagai aksesori nirkabel.

10. Konstruksi Tangguh, Performa Grafis Mengesankan

ASUS VivoBook 14 (A416) juga tidak hanya dilengkapi dengan berbagai fitur, tetapi juga memiliki konstruksi yang tangguh. Berbagai bagian pada laptop ini, seperti pada chasis utama dan rangka layar, terbuat dari bahan logam untuk memperkuat keseluruhan konstruksi bodinya. ASUS juga menghadirkan perlindungan ekstra untuk HDD di VivoBook 14 (A416) bernama E-A-R HDD Protection. Perlindungan tersebut dapat menyerap getaran yang dihasilkan saat perangkat terguncang dan menyelamatkan HDD yang ada di dalamnya.

Reinforced chassis

 

Reinforced lid

11. MyASUS, Mengontrol Laptop dari Smartphone

Nah, ini satu lagi kelebihan ASUS VivoBook 14 A416. Jadi dengan aplikasi MyASUS, aplikasi bawaan yang bisa menjadi pusat kontrol ASUS VivoBook 14 A416.  

Melalui MyASUS, sang pemilik ASUS VivoBook 14 A416 bisa memantau status laptopnya, melakukan troubleshooting. 

MyASUS juga menyediakan fasilitas agar penggunanya dapat memindai sistem laptop, menemukan masalah, dan memperbaikinya secara otomatis. Keren atau keren banget nih?

 Selain itu, MyASUS juga dapat memperlihatkan status garansi perangkat serta fasilitas untuk menghubungi layanan konsumen ASUS.

Yang paling menarik dari MyASUS adalah fitur bernama Link to MyASUS. Dengan fitur tersebut, pengguna VivoBook 14 A416 dapat menghubungkan smartphone-nya dengan laptop. Kita bisa menampilkan pesan dan notifikasi dari smartphone ke laptop, melakukan panggilan telepon langsung dari laptop, dan membuat smartphone menjadi layar kedua untuk laptop. Link to MyASUS bahkan menyediakan fasilitas untuk berbagi file secara instan antara laptop dengan smartphone.

Spesifikasi ASUS VivoBook 14 A416

Saatnya Memutuskan, Pilih Yang Terbaik.

Memilih laptop ibarat mirip jodoh, lho. Kok bisa? Simak dua alasan ini. Pertama, laptop akan selalu menemani dalam berbagai pekerjaan kita, apapun pekerjaannya.

Waktu kita akan banyak bersama laptop. Pagi, siang, sore, atau bahkan hingga malam. Udah mirip jodoh kan?

Kedua, laptop ini kan buat dipakai lama, kalau bisa emang seumur hidup nggak ganti-ganti. Nah, bener-bener mirip nyari jodoh, to?

Karena itu, pilih laptop yang bener-bener ketahuan bobot, bibit, dan bebetnya. Udah jelas kualitasnya. Dan untuk pertimbangan ini, pilihan tepat jatuh pada ASUS VivoBook 14 A416. Sekarang saatnya memutuskan, maka pilihlah yang terbaik.

6 Sosok Guru Inspiratif

6 Sosok Guru Inspiratif

Guru Inspiratif memiliki banyak makna. Menurut saya, seorang guru inspiratif  adalah guru yang dihormati, dikenang dan diteladani. Bukan hanya oleh siswa tapi juga oleh guru bahkan oleh siapa saja.

Menjadi guru inspiratif memang menjadi dambaan bagi setiap guru. Siapa sih yang nggak ingin sosoknya dijadikan inspirasi oleh banyak orang? Sosoknya dibicarakan bertahun-tahun hingga belasan atau bahkan puluhan tahun. Bahkan  bisa menggerakkan guru-guru lain.

Lalu seperti apakah karakter dari guru inspiratif?  Saya hendak menggambarkan karakter-karakter guru inspiratif lewat sosok guru-guru saya.

Satu

Namanya Bu Sri. Beliau merupakan wali kelas saat saya kelas 2 SD. Beliau mengajar banyak mata pelajaran. Orangnya sabar dan perhatian  Kalau mengajar, intonasi suaranya jelas dan enak didengar. Beliau sering  memanggil siswa dengan sapaan hormat. Bukan hanya nama saja.

Seperti ‘Mas Fadil’,  ‘Mbak Ayu’, bahkan ‘Den Bagus’.  Dengan perlakuan seperti itu saya dan teman-teman merasa diperhatikan dan dihormati. Bahkan sapaan itu masih saya ingat sampai 24 tahun. Sampai saat ini.

Dua

Beliau menjelaskan dengan suara lantang. Suaranya terdengar sampai belakang kalau mengajar pakai kapur tulis warna-warni. Dulu masih pakai kapur tulis.

Pakai kapur merah, putih, biru, hijau dan lainnya. Mata kami pun enak memandangnya. Maka, matematika yang biasanya ditakuti malah menjadi mata pelajaran yang menantang. Beliau adalah Pak Heri.

Beliau sering menggunakan bahasa Jawa untuk memahamkan siswa. Bisa jadi dengan menggunakan bahasa sehari-hari, pelajaran lebih mudah dimengerti. Pak Heri, guru kelas 5 dan 6 SD. Saya masih mengingat beliau hingga sekarang, 21 tahun berlalu.

Tiga

Orangnya supel dan bersahabat. Kalau istirahat atau selesai sekolah masih rajin mengobrol dengan siswa. Sosoknya lucu dan kalau mengajar suaranya lantang. Materi pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Beliau adalah Pak Sayuti, guru agama waktu SMP. Karakternya masih saya ingat hingga 20 tahun ini.

Empat

Bu Patmahwati, guru sejarah waktu SMP. Beliau sungguh pandai bercerita. Kami ibarat disihir. Ceritanya mengalir seperti nyata. Beliau sering memberikan hadiah kepada siswa yang berprestasi. Misalnya bagi yang juara kelas atau yang mendapatkan nilai tertinggi saat ujian. Baik itu ulangan harian atau ujian semester. Mungkin hadiahnya tidak besar tapi hadiah itu pertanda perhatian sayang dan apresiasi kepada siswa. Hadiah kecil dianggap besar oleh siswa

Lima

Pertama mengalami pengalaman ngaliwet sama beliau, Pak Zaenuri. Beliau guru agama waktu di SMA. Selain hebat dalam mengajar, beliau dekat dengan siswa. Saya dan teman-teman pernah ngaliwet. Masak menggunakan pawon atau tungku, kayu bakar sebagai bahan bakar, dan makan di atas daun pisang. Seperti tak ada sekat dan batas antara guru dan siswa. Tapi kami tetap menaruh hormat pada beliau. Hingga kini beliau dengan tangan terbuka menerima kunjungan siswa.

Enam

Pak Saragih merupakan guru eksekutor kedisiplinan siswa. Beliau wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Tapi aneh, siswa sukarela untuk dihukum. Ternyata sebelum mengeksekusi hukuman, beliau menyadarkan dulu bahwa memang siswa melanggar. Sehingga konsekuensinya harus dipatuhi.

Beliau guru matematika waktu SMA. Saat mengajar kalimatnya jelas dan keras. Siswa jadi memerhatikan dengan serius. Matematika yang biasanya ditakuti, malah menjadi mata pelajaran yang menantang. (*)

Tulisan ini diikutkan pada lomba blog yang diadakan AISEI Writing Club, dalam rangka Hari Ulang Tahun AISEI yang ke-2. www.aisei.id.

Biodata Peserta : Supadilah. Guru di SMA Terpadu Al Qudwah. Menyukai olahraga dan literasi. Penulis berdomisili di Rangkasbitung, Banten.

Hantu Pirau.Makhluk Kaki Terbalik, Cerita Rakyat dari Negeri Jambi

Hantu Pirau.Makhluk Kaki Terbalik, Cerita Rakyat dari Negeri Jambi

Hantu Pirau. Cerita rakyat ini berasal dari provinsi Jambi. Ada dalam lagu dengan lirik ‘yang paling unik, orangnya pendek kaki terbalik‘. Sebuah lagu daerah Jambi yang masyhur itu. Nah, bagaimana kisah lengkapnya cerita rakyat hantu Pirau yang bahkan masuk dalam catatan Marcopolo?

Kisah ini terjadi pada masa raja Jambi pertama yang berasal dari negeri Keling atau India. Pada suatu ketika negeri Jambi diributkan oleh kabar tentang hantu pirau. Orang-orang jadi takut keluar rumah. nah bagaimanakah rakyat Jambi menaklukkan hantu pirau itu.

Hantu pirau adalah makhluk yang sering menakut-nakuti anak-anak ketika bermain. Juga sering mengganggu bayi bayi yang sedang tidur. Hantu pirau suka sekali dengan anak-anak. Kalau melihat anak-anak dia ketawa-ketawa. Tapi sebaliknya anak-anak ketakutan dan nangis. Para orang tua jadi takut dan merasa terganggu.

Lalu para pemimpin masyarakat dari tujuh koto, sembilan  koto, dan batin dua belas yang juga disebut dubalang tujuh, dubalang sembilan, dan dubalang dua belas mencoba mengusir hantu pirau dengan membacakan segala mantra yang mereka kuasai. Tapi gagal.

Hantu pirau tidak kalah bahkan semakin menjadi-jadi. siang dan malam hantu pirau mendatangi anak-anak dan mengganggunya. Karena gagal mencegah gangguan hantu pirau para dubalang menghadap Raja Jambi. Mereka menceritakan tentang hantu pirau yang telah mengganggu anak-anak.

Raja Jambi mendengarkan dengan saksama. Dia tersenyum sambil mengelus-elus jenggotnya yang lebat dan telah memutih. Lalu dia berkata.

“Pulanglah kalian ke negeri kalian dan sampaikanlah ke seluruh warga agar membuat lukah.”

Lukah adalah alat untuk menangkap ikan.

Para dubalang keheranan. Lalu bertanya.

“Ampun Baginda bukankah sekarang belum waktunya menangkap ikan?” tanya dubalang penuh keheranan.

“Sudahlah. Laksanakan apa yang aku perintahkan. Siapkan lukah. Jangan lupa setelah itu pasangkanlah lukah di atas bukit.”

Orang-orang makin keheranan. Karena lukah biasanya kan dipasang di sungai tapi ini dipasang di bukit.

Warga pun keheranan ketika diajak untuk membuat lukah dan memasangnya di bukit. Namun mereka tetap melaksanakan perintah Raja Jambi yaitu memasang luka di atas bukit. Sebuah kegiatan yang tak pernah mereka lakukan selama ini.

Hari pertama, hari kedua, hingga hari keenam tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Lukahnya masih kosong tapi ketika hari ketujuh rupanya ada sesuatu yang bergerak-gerak diatas lukah. Bentuknya seperti manusia, tetapi kecil. Makhluk itu bisa berbicara. Lalu mereka segera membawanya ke hadapan Raja Jambi.

Kemudian raja Jambi mengatakan, “Makhluk inilah yang sering mengganggu anak-anak kalian. Inilah hantu pirau,” kata sang raja. “Pengawal, siapkan pedang yang tajam. Aku akan memotong tubuh tubuh hantu ini,” perintah sang raja.

Hantu pirau memohon ampun kepada raja. “Ampun tuan. Jangan bunuh hamba. Jika tuan sudi melepaskan hamba dari lukah ini hamba akan memenuhi segala permintaan tuan.”

“Baiklah kalau begitu aku punya dua permintaan. Pertama, setelah keluar dari lukah ini kamu pergi dari negeri Jambi jangan ganggu wargaku. Terutama anak-anak kecil. Kedua, serahkan cincin pinto-pinto apa yang kau miliki.”

Cincin pinto-pinto adalah cincin yang dapat mengabulkan apa yang diminta.

Kemudian hantu pirau memenuhi permintaan raja Jambi. Hantu pirau keluar dari lukah dan memberikan cincin pinto-pinto kepada raja. Kemudian dia pergi dari Jambi.

Beberapa tahun kemudian Raja Jambi ingin membuktikan kehebatan cincin pinto-pinto . Dia meminta agar kota Bombay di India itu dijadikan sebagai kota yang bertahtakan mutiara, batu permata, dan intan berlian.

Bombay jadi gemerlap. Setelah itu Raja Jambi tidak mau pulang ke Jambi. Tapi dia menyuruh anaknya yaitu Sultan Baring untuk kembali ke Jambi. Kemudian Sultan Baring inilah yang menurunkan raja-raja, sultan-sultan, maupun raden-raden berikutnya seperti Sultan Taha Saifudin .

Hantu pirau terkenal sebagai cerita rakyat Jambi. Legenda ini bahkan masuk dalam catatan Marcopolo pada 1292.

Yang unik adalah orang pendek ini memiliki kaki terbalik. Jadi kalau bekas tapak kaki itu menghadap ke utara sesungguhnya makhluk ini sedang berjalan ke arah sebaliknya yaitu arah selatan. Kalau jejak kakinya menghadap ke timur sebetulnya makhluk ini berjalan ke barat.