Select Page

Penulis : dr. Siska Mardiana

Dokterpreneur

Assalamu’alaikum..

Alhamdulillah sudah hari jumat lagi ya teman-teman. Semoga Allah karuniakan kita semua dengan berlimpah kebaikan.
Aamiin allahumma aamiin.

Mohon izin sharing tulisan singkat ini.

Sebelumnya, mari kita do’akan orang tua kita, guru-guru kita dan mentor-mentor kita di BP, Mas Ippho, Mr Joss, Ustadz Amir Faishol, Habib Nabiel dan semua Mentor-mentor lainnya.

Dan do’a untuk semua mitra-mitra BP agar Allah selalu jaga kesehatannya dimudahkan segala urusannya, dimudahkan rezekinya.

Al Fatihah… 🤲🤲🤲

IRI BILANG BOS…

“Kakak.. Koq kamu begitu aja ga bisa sih? Liat dongg adik kamu udah bisa makan sendiri..”
Pernah ga kita dengar atau malah kita yang mengucapkan kalimat seperti itu? Atau bisa juga seperti ini..

” Yaaa..dede belum bisa jalan, kalah sama si fulan”

Dari kecil sering sekali kita mendengar kalimat-kalimat yang membandingkan pencapaian antara seorang satu dengan yang lain. Kalimat itu terdengar seperti biasa saja, padahal dampaknya sungguh besar dalam pembentukan karakter seseorang saat dia kelak dewasa.
Belum lagi jika yang dibandingkan adalah saudara sendiri, sangat mungkin yang akan terjadi adalah timbul rasa persaingan tidak sehat, bahkan bisa jadi timbul dendam dalam hati kepada saudaranya tersebut.

Padahal dalam penciptaannya, manusia sudah dilahirkan dengan paket paripurna, dengan fitrah yang sudah Allah takdirkan untuk menjalani perannya masing-masing didunia.
Fitrah yang sudah Allah install pada diri masing-masing itu sejatinya bertumbuh untuk saling melengkapi, saling bersinergi bukan malah menyaingi.

Indahnya di komunitas BP, budaya yang dibangun adalah selalu diingatkan untuk ikut bahagia diatas pencapaian orang lain, bukan justru bahagia diatas penderitaan orang lain.
Bahkan Mas Ippho sampai membuat ikrar “Ridho” seperti yang disampaikan superleader saya, Bapak Jayadi, saat pembinaan beliau, beberapa minggu yang lalu.

Penting bagi kita untuk mengucapkan ikrar Ridho atas keberhasilan saudara kita yang lain dalam komunitas ini dengan tulus dan ikhlas, karena setelah itu, dengan begitu, kita bisa dengan sangat leluasa memohon kepada Allah agar kita pun akan dimudahkan Allah untuk mencapai kesuksesan yang sama bahkan lebih sesuai dengan kehendak-Nya.

Keren yah… disaat orang-orang diluar sana saling bersaing untuk kehidupan didunia, disini kita dibina untuk bahagia melihat orang lain bahagia.

Karena yakin aja, siapa yang ridho dengan pencapaian orang lain, in syaa Allah ada saatnya kita pun dimudahkan mencapai keberhasilan kita.

Penulis adalah seorang dokter gigi, berdomisili di Rangkasbitung, Lebak, Banten. Selain menjalani profesinya sebagai dokter beliau juga enterpreneur. Beliau berbisnis British Propolis. Untuk mengetahui informasi bisnis beliau bisa berkunjung ke instagram beliau https://www.instagram.com/siskamk/