Select Page

Manusia yang tak mampu memiliki cita-cita adalah manusia yang lemah. Memimpikan saja tidak sanggup. Berfikir tentang bagaimana kondisi ia di masa dating ia bahkan tak mampu. Tak tahu kemana arah ia meuju, apa target yang harus dicapai. Tak ada pilihan lain untuk menjadi pribadi yang sukses kecuali berani. Keberanian bermimpi dan merealisasikan impiannya. Untuk kemudian, oleh ummat ia menjadi tumpuan. Oleh oranglain ia menjadi pengharapan.

Disinilah letak pentingnya sebuah mimpi atau cita-cita. Ia member arahan, kemanamuara yang dituju. Ia memberikan kendali, agarberjalan tepat pada lintasan seharusnya. Ia member tujuan, gambaran yang ia kehendaki.

Pada ruang dan waktu yang tersedia untuknya, memberi kesempatan untuk dilakoni dengan sebaik mungkin perilaku. Untuk sebuah karya dengan hasil perjuangan diri sendiri.