Aqiqah Nurul Hayat

Beraqiqah sama artinya mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Banyak sekali keutamaan aqiqah sehingga ia termasuk sunnah yang sangat dianjurkan. Pada momen hari Keluarga Nasional, yuk bangun ketahanan keluarga bersama Aqiqah Nurul Hayat, Aqiqah Keluarga Indonesia

Menunggu kelahiran anak sungguh beragam rasanya. Senang, dag dig dug, cemas, dan penuh harap. Apalagi anak pertama. Rasanya sungguh beragam. Ada rasa senang, cemas, dan penuh harap. Tapi kondisi itu malah bagus karena saya dan istri semakin mendekat kepada Allah.

“Ya Allah, mudah-mudahan anak kami bisa lahiran dengan selamat dan sehat. Dan mudah-mudahan Engkau memberkahi anak kami. Mudah-mudahan Engkau lancarkan persalinan istri hamba, Ya Rabb.”

Doa itulah yang sering saya lantunkan saat menunggu kelahiran anak pertama.

Saya pikir, “Mau persalinan normal atau operasi cesar yang penting ibu dan anak SEHAT.”

Alhamdulillah Allah sudah berkenan memberikan keturunan. Sebab banyak keluarga yang sudah lama menunggu dianugerahi keturunan tapi tidak kunjung tiba.

Setelah anak lahir, tugas selanjutnya sebagai orang tua salah satunya adalah menyelenggarakan aqiqah anak. Sebagai wujud syukur atas dikasih amanah anak, kami menyelenggarakan salah satu sunnah Rasulullah ini. Karena anak laki-laki, maka kami menyembelih dua ekor kambing. Dananya?

Sejak umur 4 bulan kehamilan istri, kami sudah mempersiapkannya. Saat menunggu kelahiran anak pertama, saya masih menjadi guru honorer di sekolah.

 

Selain itu, saya mengajar di bimbingan belajar. Menyisihkan lima ribuan, sepuluh ribuan, bahkan seribuan setiap ada kelapangan rezeki. Dari gaji bulanan itu kami sisihkan sebagiannya untuk ditabung.

Sementara, istri juga lebih teliti mengelola warung agar bisa menyisihkan penghasilan untuk ditabung.

Dari hasil warung walaupun seribu, lima ribu, bahkan recehan dikumpulkan di tabungan. Benar-benar terasa perjuangannya.

Benar-benar membuktikan pepatah ‘Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit’. Alhamdulillah, Allah membantu kemauan kuat kami sehingga kami dimampukan beraqiqah.

Kami lebih siap saat menjelang kelahiran anak kedua. Tentu sudah ada pengalaman dari anak pertama. Dalam hal ekonomi pun semakin membaik karena saya sudah menjadi pegawai tetap yayasan (PTY). Artinya kami bisa menabung lebih besar dari persiapan kelahiran anak pertama.

Meski tidak mudah karena pasti ada kebutuhan lain yang juga mendesak. Atau harga kebutuhan pokok yang semakin meninggi.

Di usia tujuh bulan kami tahu jenis kelamin anak kedua adalah laki-laki. Artinya kami harus menyiapkan dua kambing.

Namun, kami sudah bertekad untuk bisa aqiqah lagi anak kedua. Dengan bantuan Allah, kami pun bisa mewujudkan niat itu.

Meskipun kembali harus melakukan persalinan dengan cara operasi cesar, kami tetap bersyukur karena anak lahir dengan selamat dan sehat.

Begitu juga dengan sang ibu. Laki-laki lagi? Alhamdulillah. Tidak perlu merisaukan laki-laki atau perempuan. Dikasih anak saja udah syukur.

Sebab banyak pasangan masih harus berjuang bertahun-tahun demi menapatkan buah hati. Yuk, pembaca, syukuri anak yang dititipkan Allah kepada kita. 

Pengertian & Hukum  Aqiqah

Secara bahasa, aqiqah memiliki arti “memotong” yang berasal dari bahasa arab “al-qat’u”.
Menurut istilah, aqiqah adalah proses kegiatan menyembelih hewan ternak pada hari ketujuh setelah bayi dilahirkan.

Hukum aqiqah menurut pendapat yang terkuat adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Dan pendapat ini merupakan pendapat jumhur ulama berdasarkan hadits.

Bila mampu untuk melakukannya, orang tua sangat dianjurkan untuk melakukan aqiqah anaknya saat masih bayi.

Namun, bagi yang tidak mampu untuk melaksanakannya pun aqiqah boleh ditinggalkan tanpa berdosa. 

Dalam kitab Fiqih Sunnah 5 yang ditulis oleh Sayyid Sabiq, dijelaskan bahwa aqiqah hukumnya sunnah muakadah meskipun sang bapak dalam kondisi kekurangan. Sunnah muakadah artinya ibadah yang sangat diajurkan untuk dilakukan.

Apabila dikerjakan tentu saja akan mendapat pahala, namun jika ditinggalkan tidak apa-apa dan tidak berdosa. Meski demikian hendaknya orangtua yang berkelapangan tidak meninggalkan amalan ini.

Diriwayatkan bahwa Nabi SAW beraqiqah untuk Hasan dengan seekor kambing dan bersabda, “Wahai Fatimah, cukurlah kepalanya dan sedekahkanlah perak seberatnya kepada orang-orang miskin.” Ali berkata, “Kami pun menimbangnya. Beratnya adalah satu dirham atau kurang.” (Diriwayatkan oleh Tirmidzi, kitab al-Adhahi hadis nomor 2836)

Imam an-Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab mengatakan, “Disunnahkan mencukur rambut bayi di hari ke 7. Para ulama Syafiiyah menganjurkan untuk bersadaqah senilai berat rambut yang dicukur boleh dengan emas atau perak, baik bayi laki-laki maupun perempuan sama saja.

Dari berbagai keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkad.

Dalam syariat Islam, sunnah muakkad artinya sunnah yang sangat dianjurkan atau sunnah yang mendekati wajib. Maka, orang tua yang punya kemampuan dalam hal itu, sangat dianjurkan untuk melakukan aqiqah untuk anaknya.

Islam juga menganjurkan agar anak diberikan nama yang baik. Bahkan jika perlu pemberian nama ini diumumkan kepada masyarakat sekitar.

Ibnu Al-Qoyyim berkata, “Barang siapa yang memerhatikan sunah, ia akan mendapatkan bahwa makna-makna yang terkandung dalam nama berkaitan dengannya sehingga seolah-olah makna-makna tersebut diambil darinya dan seolah-olah nama-nama tersebut diambil dari makna-maknanya.”

Waktu Yang Tepat Melaksanakan Aqiqah

Nah, kapan waktu yang tepat untuk aqiqah? Mari kita lihat hadist berikut. Diriwayatkan Samurah bin Jundub Ra, Rasulullah SAW bersabda, “Setiap bayi digadaikan oleh aqiqahnya yang disembelih untuknya pada hati ketujuh, lalu dicukur dan diberi nama.” (HR. An-Nasa’i).

Kalau melihat dari hadist shahih tentang aqiqah tersebut, dianjurkan untuk melakukan aqiqah anak pada hari ketujuh setelah kelahirannya.

Cara menghitung hari ketujuh adalah dengan menyertakan hari kelahirannya. Misalnya sang Anak lahir di hari Senin, maka aqiqah dapat dilakukan di hari Ahad berikutnya.

Lalu, bagaimana jika tidak bisa melaksanakan aqiqah tepat pada hari ketujuh? Apakah bisa dihari lainnya? nah, dalam sebuah hadist dikatakan, “Penyembelihan hewan aqiqah bisa hari yang ke-7, hari ke-14, atau hari ke-21.” Hadist ini dianggap sebagai hadist yang shahih oleh sebagian ulama.

Saya pernah bertanya kepada seorang ustadz KH. A’la Rotbi, LC, beliau adalah pengurus forum silaturahmi pondok pesantren (FSPP) di daerah saya. Beliau bilang aqiqah bisa dilakukan hingga ada kemampuan.

“Kalau mampunya saat sudah dewasa, maka lakukan aqiqah itu,” kata beliau.

Bahkan Rasulullah SAW pun mengaqiqahi diri sendiri saat beliau sudah menjadi seorang nabi. Hal ini pun menjadi landasan atau dasar dibolehkannya seseorang untuk mengaqiqahi dirinya sendiri apabila orang tuanya belum mengaqiqahi ketika kecil atau tidak memiliki kemampuan untuk itu.

Ketentuan Hewan untuk Aqiqah

Prosesi menyembelih kambing setara aqiqah (dok. pribadi)

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka aqiqah untuk anak laki-laki dua kambing, dan anak perempuan satu kambing”. [HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah].

Dari hadist di atas jelaslah bahwa hewan untuk aqiqah adalah 2 ekor kambing untuk anak laki-laki atau 1 ekor kambing untuk anak perempuan.

Boleh kambing jantau maupun kambing betina. Kondisi hewan yang akan disembelih harus sehat, tidak boleh sakit, atau cacat walaupun sedikit. 

Ukuran hewan aqiqah harus sudah layak seperti hendak kurban. Ya minimal umurnya satu tahun. 

Apakah dagingnya harus dimasak dulu? Nah, ini yang cukup membedakan antara kurban dengan aqiqah.

Saat akan membagikannya, disunnahkan dimasak terlebih dahulu. Intinya kita disunahkan memberikan yang terbaik. Semakin baik kondisi hewan atau dagingnya tentu semakin afdhal (utama). Ganjarannya pun lebih besar.

“Kalau mampunya saat sudah dewasa, maka lakukan aqiqah itu,” kata beliau.

Bahkan Rasulullah SAW pun mengaqiqahi diri sendiri saat beliau sudah menjadi seorang nabi. Hal ini pun menjadi landasan atau dasar dibolehkannya seseorang untuk mengaqiqahi dirinya sendiri apabila orang tuanya belum mengaqiqahi ketika kecil atau tidak memiliki kemampuan untuk itu.

Berbagai Keutamaan Aqiqah

Setiap anjuran syariat pasti punya manfaat dan kebaikan baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Begitu juga dengan aqiqah. Ada banyak manfaat dan kebaikan dari aqiqah.

1. Menghidupkan Sunnah Nabi Muhammad SAW

Rasulullah SAW melaksanakan aqiqah dan menganjurkannya pula. Sebagai wujud cinta kita kepada Rasulullah SAW, maka kita pun sebaiknya beraqiqah. Mudah-mudahan dengan mengikuti anjuran Rasulullah SAW kita bisa tergolong dan diakui sebagai ummat-Nya.

2. Wujud Syukur Kepada Allah SWT

Aqiqah merupakan bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT sekaligus sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang dianugerahkan Allah SWT dengan lahirnya sang anak. Pengeluaran dan pengorbanan saat melakukan aqiqah semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

3. Tebusan Bagi Sang Anak

Aqiqah merupakan tebusan bagi anak untuk memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya kelak pada hari akhir, sebagaimana Imam Ahmad mengatakan, “Dia tergadai dari memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya (dengan aqiqahnya).”

4. Bukti Rasa Gembira Melaksanakan Syariat

Aqiqah sebagai sarana menunjukkan rasa gembira dalam melaksanakan syariat Islam dan bertambahnya keturunan soleh/solehah yang akan memperbanyak umat Rasulullah SAW pada hari kiamat.

5. Memperkuat Ukhuwah

Melaksanakan aqiqah dapat memperkuat ukhuwah (persaudaraan) di antara masyarakat. Saat ada satu keluarga yang amengundang aqiqah, tetangga sekitar pun datang. Hal ini bisa menjadi ajang menguatkan ukhuwah.

6. Berbagi Kebahagiaan

Kegiatan aqiqah merupakan sarana berbagi kebahagiaan karena berbagi rezeki pula dengan orang lain. Membahagiakan orang lain merupakan hal baik yang dianjurkan agama. Bayangkan berapa banyak orang yang bisa kita bahagiakan dengan daging aqiqah atau hidangan yang disediakan. Semakin banyak orang yang dibahagiakan, semakin banyak pula pahala yang didapatkan.

Kebahagiaan saat menghadiri aqiqah (dok. pribadi)

Aqiqah Nurul Hayat, Aqiqah Keluarga Indonesia

Dalam memilih layanan aqiqah kita sering selektif. Sebab saat melaksanakan sunnah aqiqah itu kita pasti menginginkan aqiqah terbaik. Kita ingin dagingnya membawa berkah untuk yang menyelenggarakan aqiqah dan yang mengonsumsi dagingnya. Aqiqah Nurul Hayat telah berpengalaman dan dipercaya puluhan ribu pelanggan serta telah membantu ibadah Aqiqah ummat lebih dari 3000 kambing setiap bulannya. dan terdistribusi hingga 60 kota di seluruh Indonesia.

Nah, memilih aqiqah bersama Aqiqah Nurul Hayat adalah pilihan tepat. Pertimbangan ini tidak kalah pentingnya. Memilih aqiqah di Nurul Hayat Insya Allah semakin berkah karena semua keuntungan penjualan digunakan untuk mendukung program dakwah dan sosial Nurul Hayat. Sehingga aqiqah memiliki multiplier effect kepada lingkung yang lebih luas. Bukankah semakin banyak yang merasakan manfaat amal, semakin banyak pula pahalanya?

Amanah

Aqiqah Nurul Hayat sangat selektif dalam memilih hewan, melakukan proses penyembelihan dan memasak sesuai syarat sahnya Aqiqah. Layanan aqiqah Nurul Hayat juga telah tersertifikasi HALAL dari majelis Ulama Indonesia MUI. Proses sembelih kambing aqiqah juga didokumentasikan.

Bisa Pilih Kambing Sendiri

Setelah selesai proses pemesanan melalui admin di kantor / WA, Anda dapat memilih sendiri kambing aqiqahnya sesuai dengan tipe yang telah dipesan, sesaat sebelum disembelih

Puluhan Menu Favorit

Aqiqah Nurul Hayat menyediakan puluhan menu kambing spesial untuk aqiqah. Bahkan kita bisa  request menu kesukaan, lho! Menu bervariasi ini sangat mendukung sesuai selerea kita

Gratis Kirim Masakan Ke Rumah

Beraqiqah di Nurul Hayat bisa dapat layanan gratis kirim masakan ke rumah. Jadi semua pesanan akan dikirimkan ke rumah gratis, jadi tidak perlu repot mengambil sendiri

Harga Bervariatif

Anda bisa berkonsultasi kepada admin Aqiqah Nurul Hayat untuk mendapatkan harga terbaik dari paket aqiqah yang Anda butuhkan

Tersedia Sertifikat Aqiqah

Tersedia sertifikat aqiqah jika kita beraqiqah di Nurul Hayat. Sertifikat ini sebagai kenang-kenangan dan bukti bahwa kita pernah melaksanakan aqiqah ini.

Aqiqah Sekaligus Dakwah

Memilih aqiqah di Nurul Hayat Insya Allah semakin berkah karena semua keuntungan penjualan digunakan untuk mendukung program dakwah dan sosial Nurul Hayat. Sehingga aqiqah memiliki multiplier effect kepada lingkungan yang lebih luas. Bukankah semakin banyak yang merasakan manfaat amal, semakin banyak pula pahalanya?

Dipercaya Banyak Tokoh Publik

Aqiqah Nurul Hayat dipercaya oleh banyak tokoh publik seperti Ricky Harun, keluarga Syamsir Alam dan Bunga Jelitha (puteri Indonesia 2017), Ikbal Fauzi pemeran ‘Rendy’ Ikatan Cinta & dokter cantik Novia Giana,  Gilang Dirga dan Adiezty Fersa, dan lainnya. Bahkan dipercaya tokoh agama seperti Ustadz Widjayanto, Oki Setiana Dewi, dan M. Nuh (Mendikbud).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Aqiqah Nurul Hayat sebagai “PELOPOR AQIQAH SIAP SAJI” ini berdiri tahun 2003 sebagai unit usaha Pondok Pesantren Nurul Hayat. Sejak saat itu Aqiqah Nurul Hayat bertumbuh dengan puluhan ribu layanan Aqiqah setiap tahunnya. Hingga saat ini Aqiqah Nurul Hayat tersebar di 30 lebih cabang di Indonesia. Pelayanan dan kualitas aqiqah Nurul Hayat yang sangat berkualitas membuat aqiqah Nurul Hayat dipercaya oleh banyak kalangan termasuk tokoh publik.

{

“Pertamanya agak ragu, kita kan nggak mau undangan kecewa. Mulai tenang pas respon adminnya bagus kelihatan profesional. Lihat testimoni di internet bagus. Akhirnya puas sekali karena rasa masakannya enak, disukai tamu-tamu undangan. Aqiqah Anak kedua, lanjut Aqiqah istri tetap pakai layanan Aqiqah Nurul Hayat. Total tiga kali dan memuaskan semua”  (Ricky Harun)

Cara Mudah Aqiqah di Nurul Hayat

Cara beraqiqah di Aqiqah Nurul Hayat pun terbilang sangat mudah. Kita bisa melakukannya dengan 4 cara saja.
Hal ini memudahkan untuk Ayah dan Bunda yang misalnya tidak punya waktu untuk datang ke kantor atau pelaksanaan aqiqah yang sudah mepet. Ayah dan Bunda bisa menghemat waktu. Ayah dan Bunda bisa mengerjakan persiapan lainnya.

Caranya adalah:

1. Chat via WhatsApp di link http://bit.ly/chatadmin0101

2. Mengisi Form Order

3. Membayar atau transfer

4. Masakan diantar.

Cukup simple-kan? Aqiqah Nurul Hayat benar-benar membantu Ayah dan Bunda melaksanakan salat ibadah dengan mudah.

Menguatkan Keluarga Indonesia

Bersama Aqiqah Nurul Hayat, Aqiqah Keluarga Indonesia

Beberapa kewajiban orang tua kepada anaknya adalah Memberi nama yang baik, mengajarkan salat dan Al-Quran, memberi nafkah yang halal, dan menikahkan dengan calon pasangan hidup yang baik.

Anak merupakan amanah dari Allah. Anak harus didik dengan baik sebab akan memberikan balasan yang baik berupa pahala.

Salah satu hal baik yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah mengaqiqahkan anaknya. Mudah-mudahan dengan melakukan aqiqah itu, itu bisa sebagai bukti sikap amanah orang tua terhadap anak.

Keluarga mempunya kedudukan yang sangat penting. Maju atau tidaknya sebuah negara ditentukan juga oleh keluarga.

Kalau keluarga-keluarga Indonesia baik, maka baik pula kondisi negaranya. Maka, penguatan keluarga harusnya menjadi pengarusutamaan negara.

Hari Keluarga Nasional (Harganas) diperingati setiap tanggal 29 Juni. Peringatan Harganas sudah dilakukan sejak tahun 1993. Harganas ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden RI No.39 Tahun 2014 tentang Hari Keluarga Nasional.

Tahun 222 ini peringatan Harganas ke-29 tahun 2022 dilangsungkan di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara pada 29 Juni 2022.

Mudah-mudahan melalui peringatan Harganas ini keluarga-keluarga di Indonesia semakin sadar pentingnya penguatan keluarga. Para orang tua (Ayah dan Bunda) saling dukung untuk mendidik anak dan menguatkan keluarga.

Para ayah bisa meneladani Rasulullah SAW sebagai ayah dan seorang suami. Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik sikapnya terhadap keluarga. Dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap keluargaku.” (HR Ibnu Majah).

Dalam diri Rasulullah SAW sudah ada teladan yang sempurna. Nah, mari kita ikuti keteladanan itu. Termasuk dalam hal penyelenggaran aqiqah. Percayakan aqiqah terbaik bersama Aqiqah Nurul Hayat, Aqiqah Keluarga Indonesia.