Pilih Laman

“BP is My University…??? Why not !!!”
Oleh : Lailatus Saidah

Menulis judulnya, sejenak membuat saya teringat kejadian beberapa tahun lalu saat duduk di bangku terakhir Madrasah Aliyah Negeri. Ya benar, mengingatkan waktu sibuk-sibuknya mempersiapkan diri untuk masuk ke Perguruan Tinggi. Masuk dan belajar di Perguruan Tinggi apalagi favorit, adalah dambaan juga impian sebagian besar pelajar, termasuk saya, dan juga anda. Iya anda…hehehe.

Dan untuk bisa masuk ke institusi yang bergengsi ini, pasti banyak upaya yang akan ditempuh, mulai dari belajar mandiri sampai mengikuti lembaga bimbingan belajar yang sudah tersertifikasi.

Bagaimana mungkin BP diibaratkan sebagai universitas ? mungkin, bagaimana tidak? program kajian keilmuan yang ada di BP, pembinaan, seminar via zoom, instagram, dan atau youtube, juga kulwa, yang semuanya begitu banyak dan terprogram secara sistematis, kalau dijalani semua dengan penuh kesungguhan sangat mungkin mengalahkan beban sks yang diberikan dalam perkuliahan akademis. Dan ini setiap hari, tidak mengenal libur semester pula.

Komunitas-komunitas yang ada di BP itu ibarat fakultas-fakultas dalam universitas. Dan masing-masing memiliki ciri khas dalam visi, misi dan tujuannnya, dan semuanya tetap mengacu pada visi misi dan tujuan universitas BP yang ada. Dan masing-masing fakultas itu hanya memiliki satu jurusan, yaitu ”Fiddunya hasanah, wa fil Aakhiroti hasanah, wa qinaa adzaabannaar”.

Lalu siapa mahasiswanya? Mahasiswanya adalah para mitra. Dan ini tidak main-main karena mahasiswanya mulai dari balita hingga manula. Di sini usia balita sudah dikenalkan apa itu BP. Jadi prinsip belajar sepanjang hayat benar-benar diterapkan dalam kampus ini, yaitu belajar yang tidak mengenal waktu, usia, dimana dan kepada siapa. Selama nyawa masih dikandung badan harus tetap belajar. Dan ini senada dengan hadits “Uthlubuu al-ilma min al-mahdi ilaa al-lahdi yang artinya Tuntutlah ilmu dari buaian ibu hingga liang lahad”.

Tidak beda dengan universitas yang ada, di BP ini kita mengenal Tri Dharma Perguruan Tinggi juga.
Pertama, di BP ada pendidikan dan pengajaran, baik itu melalui kajian atau pembinaan. Tanpa adanya proses belajar yang baik, tentu akan sulit menghasilkan SDM unggul dan berkualitas dari para mitra. Dan dengan adanya pendidikan dan pengajaran, berarti BP ikut berpartisipasi juga dalam proses mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kedua, di BP ada penelitian dan pengembangan. Dengan segala kemajuan dan perkembangan yang ada di BP, mustahil bisa dicapai tanpa adanya upaya penelitian dan pengembangan. Karena kultur ini mutlak harus ada dalam sebuah perusahaan juga, kalau ingin maju, berkembang dan memiliki SDM yang cerdas, kritis, kreatif juga inovatif. Konsep-konsep yang ada di BP saya yakin sudah melalui proses penelitian dan pengembangan. Misal ada A3, TDST, ASUS, MKF, dan ITP yang prakteknya sangat berdampak pada meningkatnya aspek finansial, kehidupan sosial hingga kehidupan spiritual para mitra.

Ketiga, di BP ada pengabdian kepada masyarakat. Melalui aksi sedekah sebagai panglima, pembinaan kepada para mitra, semangat berbagi ilmu dan pengalaman, yang pelaksanaannya tidak hanya sekedar untuk formalitas dan aktivitas biasa, dari sini kita bisa mengetahui bahwa the founder mendidik dan mengajari kita para mitra agar selalu memiliki orientasi sosial yang luas dan kebermanfaatan untuk ummat.

Dan akhirnya, saat kita ditaqdirkan oleh Allah swt berada di kampus BP ini, semoga ini adalah sebagai tanda bahwa Allah Ta’ala sedang Ridlo dan Menghendaki kebaikan kepada diri kita, karena di kampus BP ini tidak membiarkan mahasiswanya miskin akan pengetahuan agama. “Man yuridillaahu bihii khoiron yufaqqihhu fiddiin”. Barang siapa dikehendaki Allah dengan kebaikan (dunia dan akhirat), maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama. Dengan niat dan kemauan, alhamdulillah mengantarkan kita semua pada titik ini. Menjadi bagian dari universitas yang mendidik para mitranya menjadi mahasiswa-mahasiswa militan yang siap dengan teliti, hati-hati, sepenuh hati, bermutu tinggi, sulit disaingi untuk menyiapkan diri menghadapi universitas yang sebenarnya yaitu “My Society is My University”. Wallohu A’lamu bisshowaab. Semoga bermanfaat, dan mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan.

Mojokerto, 13 Februari 2021 (1 Rojab 1442)