Pilih Laman

Ngeblog Dari Rumah Banyak Manfaat Juga Menambah Penghasilan

Pertengahan Juli lalu saya dikejutkan dengan sebuah pesan masuk.

“Bapak, mohon bantuan jadi narsum seminar LPMP Banten dengan tema ngeblog mencerdaskan. Audien kurang lebih 1000 orang. Dilakukan secara daring via zoom meeting.”

Saya terkejut karena dua hal. Pertama, pesan itu dari tokoh di lembaga penjamin mutu pendidikan (LPMP). Sebuah instansi ternama di ranah pendidikan.

Kedua, jumlah audien yang mencapai 1000 orang. Meskipun daring, tetap saya akan gugup kalau dilihat orang sebanyak itu.

Ada pesan selanjutnya yang membuat saya semringah. “Saya minta CV, No NPWP dan NO Rekening ya Pak. Buat SPJ Keuangan.”

Sudah bisa ditebak buat apa ya nomor rekening itu? Dan tak berapa lama setelah acara, ada transferan sejumlah uang di rekening saya. Jumlahnya lumayan. Bisa untuk mentraktir anak dan istri serta beli beras juga.

Itulah salah satu manfaat dari ngeblog. Dari ngeblog itulah saya mendapatkan pengalaman diundang sebagai pembicara. Banyak lagi manfaat ngeblog. Inilah yang saya rasakan setelah tiga tahun lebih aktif mengelola blog.

Nah, selain yang tuliskan barusan ini, ada banyak lagi lho manfaat menulis di blog. Ini berdasarkan pengalaman yang saya alami.

1. Menyampaikan opini

Masih ingat kapan mulai work from home atau bekerja dari rumah? Atau school from home? Pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang belajar dari rumah (BDR) yang dimulai pada 12 Maret 2020.

Karena mendadak, maka banyak yang gagal dengan perubahan itu. Termasuk orang dan guru. Selama pandemi, Orang tua capek mendampingi anak belajar daring. Di awal mendampingi, orang tua masih bisa sabar. Lama kelamaan, habis juga kesabaran orang tua. Mengapa? Karena orang tua juga harus WFH. Perhatian terbagi antara pekerjaan dan mendampingi anak.

Orang tua uring-uringan. Kesal dengan anak yang tidak juga paham dengan tugas sekolah. Orang tua sudah mengarahkan tapi anak tidak kunjung paham. Jika sebelum pandemi, mendidik anak diserahkan kepada guru atau sekolah. Saat pandemi, orang tua jadi guru buat anak-anaknya.

Sering kan lihat video tentang kesalnya orang tua saat mengajari anaknya? Juga sebaliknya, orang tua juga sudah angkat tangan mendampingi anaknya.

Saya pernah menuliskan opini saya tentang BDR. Selama pandemi ini kita harus bijaksana. Bagaimana pun kualitas BDR tidak bisa disamakan dengan pembelajaran tatap muka (PTM). Orang tua jangan terlalu memaksa anaknya untuk paham dengan materi atau tugas sekolah.

Saya memang tidak tahu berapa orang dan siapa saja yang membaca atau terpengaruh dengan tulisan itu. Tapi yang penting saya sudah nulis. Semoga ada yang mendapat manfaat dari tulisan itu.

2. Berbagi Ilmu

Saya pernah menulis tentang kontrak belajar daring. Ternyata pembacanya banyak. Seneng dong kalau tulisan kita bermanfaat bagi orang lain.

Saat ini, tulisan itu telah 5063 kali tampil. Amazing bagi saya. Padahal dulu nggak baca dibaca. Setelah satu bulan diposting, hanya ada 47 pembaca. Setahun kemudian menjadi berlipat- lipat jumlah pembacanya. Senang banget bisa berbagi ilmu. Ibaratnya kamu diakui oleh orang lain. Hehe ..

Lain waktu ada pesan masuk. Dia seorang siswa sebuah sekolah negeri di Jawa. Menanyakan materi trigonometri pada postingan yang saya buat. Dengan senang hati saya jelaskan lagi. Dia pun bertanya tentang sebuah soal dari sekolahnya. Seneng banget rasanya.

Pernah juga saya menulis tentang “Cabang-cabang ilmu Fisika”. Pernah menempati halaman pertama pencarian Google. Saat ini masih di page one.

 

Β 3. Bisa Mempengaruhi Orang

Suatu hari ada ibu-ibu yang emosi curhat di grup sekolah. Dia geram karena ada beberapa anak muda yang mabuk-mabukan di depan gedung DPRD di kota saya. Katanya, ada perempuan juga. Dia menyayangkan kenapa tidak ada aparat yang menegur atau mengusir mereka.

Lalu curhatan itu saya tulis. Tapi bukan hanya berbekal kronologis yang diceritakan sang ibu. Saya sendiri sering melihat anak muda yang nongkrong di sana sampai tengah malam. Jadi saya membenarkan curhatan si ibu.

Saya tambahkan dengan foto yang menggambarkan lokasinya. Setelah diposting, saya bagikan ke grup WA dan di media sosial. Postingan saya itu dibaca sebanyak 300-an. Malamnya, Satpol PP terlihat berjaga-jaga di tempat itu. Tentu saja ada yang pro dan kontra dengan tulisan itu. Ada yang membela juga ada yang mengkritik kenapa tidak langsung ditegur saja. Tapi asal itu untuk kebaikan, harus berani dikritik.

  1. Promosi Bisnis atau Usaha

Saya seorang guru. Istri saya dosen. Tapi kami tak bisa mengandalkan gaji bulanan. Kami juga berbisnis. Punya usaha rumahan. Kami punya usaha minuman herbal. Tepatnya British Propolis.

Dua kali saya menulis tentang produk usaha kami. Banyak juga yang baca. Ada banyak keuntungan lho promosi lewat website.

Pertama, pasarnya semakin luas. Kalau usahanya offline mungkin paling banter pasarnya satu daerah misalnya satu kecamatan atau satu kabupaten saja. Tapi, kalau usahanya online maka dari daerah lain pun bisa tahu.

Misalnya pasang baliho besar. Yang tahu kan cuma yang lewat di jalan atau daerah itu. Padahal, sewa baliho itu mahal lho. Memang sih tergantung ukuran, durasi pemasangan, dan lokasi. Rata-rata Rp. 5 juta hingga Rp. 40 juta.

Kedua, biaya promosi murah. Dibanding sewa baliho, promosi di website atau blog jauh lebih murah. Nggak sampai Rp. 200 ribu bisa setahun atau lebih. Anggap biaya perpanjangan domain dan/atau hosting yang biasanya Rp. 150 ribu hingga Rp 500 ribu. Lebih murah, kan? Apalagi pasarnya lebih luas daripada baliho tadi.

Dua postingan tadi cukup banyak pembacanya. Ada yang 700-an bahkan ada yang 1000-an pembacanya. Nah, lumayan juga kan.

Ketiga, tak mengenal kedaluwarsa. Selama blognya masih aktif, selama itu pula kita bisa promosi. Tanpa takut ditertibkan oleh apparat (kalau baliho sudah kedaluwarsa biasanya sering dicopot aparat) atau diganti dengan baliho lain.

5. Berbagi pengalaman

Saat pandemi saya dan keluarga sebetulnya sudah menikah tetap menerapkan protokol kesehatan. Hampir jarang sekali kami keluar rumah. Kalau memang nggak perlu-perlu banget. Kami jalan-jalan wisata ataupun belanja ke tempat-tempat ramai. Kalau keluar juga selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid 19.

Saya pun mengikuti vaksinasi lengkap 2 kali. Tapi, sudah vaksin bukan berarti bebas dari Covid-19. Bulan Juli 2021 saya dan keluarga harus menjalani isolasi mandiri atau isoman. Kami pikir dari mana ya kami kena? Antara sekolah dan tamu yang datang ke rumah.

Pagi-pagi istri saya mengalami anosmia atau kehilangan penciuman. Kalau istri saya anosmia, bagaimana dengan saya?

Lalu saya mencari parfum dan berusaha mencium baunya. Ternyata penciuman saya juga hilang. Lalu kami memutuskan untuk isoman selama lebih dua pekan. Pengalaman isoman itulah yang saya tuliskan sebuah blog.

Ada teman yang membaca tulisan saya. Ketika diaΒ  mengalami gejala-gejala Covid-19, termasuk anosmia,Β  dia memutuskan untuk langsung isoman. Jadi nggak harus ke rumah sakit. Lagian, saat itu rumah sakit memang sedang penuh-penuhnya. Pasien membludak. Bahkan kalau pasien datang, harus antre di tenda di luar ruangan rumah sakit.

6. Dari Lomba Blog, Bisa Nambah Penghasilan

Ternyata selama ini ngeblog bisa banget menambah menghasilkan. Saya tahu dari blog para suhu blogger mereka sudah punya banyak prestasi. Ada yang dapat jutaan rupiah bahkan sepeda motor. Ada blogger yang sudah punya seratusan prestasi dari lomba blog. Dari mana saya tahu? Dari berkunjung ke blog mereka. Biasanya di blog itu dicantumkan penghargaan atau achievement-nya.

Tahu kalau ternyata asyik dan menghasilkan, saya pun tertarik mengikuti jejak mereka.Β  Bisa dibilang, saya telat masuk di ranah nge-blog ini. Tapi, seperti kata pepatah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Begitu.

Saya mulai ikut lomba pada 2019. Saat itu saya belum tahu trik menang lomba. Juga belum bisa menulis yang bakal dilirik juri. Saya maju dengan seadanya. Lomba pertama kali saya dapat urutan 78 dari

Sebetulnya saya sudah punya blog sejak 2007 lalu. Tapi tidak aktif dikelola. Saya aktif ngeblog lagi di 2019.

Setelah itu saya belajar dari para juara. Saya baca postingannya dan melihat blog mereka. Akhirnya saya belajar dari mereka. Di sini saya dapat kesimpulan kalau jalan tercepat menjadi juara adalah belajarlah dari para juara.

Istilahnya ATM atau amati, tiru, dan modifikasi. Boleh juga ditambah menjadi ASUS atau Amati, Susuli, Ungguli, dan Sempurnakan.

Dari lomba blog saya bisa mendapat uang jutaan rupiah, smartphone, bahkan laptop lho. Pembaca bisa lihat beberapa prestasi saya di sini.

Kalau dilihat gambar di atas, saya memang banyak dapat juara selama pandemi ini. Ya, pandemi membuat kita sering di depan laptop. Hikmahnya saya jadi tahu banyak lomba. Lalu saya ikut banyak lomba. Dan akhirnya banyak juara pula.

7. Melatih Kemampuan Menulis

Ada banyak media yang bisa menerima tulisan. Baik itu koran cetak, media online, atau platform kepenulisan seperti Kompasiana, kumparan, retizen, dan lainnya.

Tapi, untuk latihan menulis, blog merupakan tempat yang paling tepat. Mengapa?

Menulis di blog itu pasti dimuat. Karena selain sebagai penulis, kita juga redaksinya, kita juga sebagai pemilik medianya. Hehe…

Apapun jenis tulisannya bisa diterima redaksi. Nah, kalau di platform menulis lainnya, kan belum tentu dimuat. Kadang mereka membatasi sesuai tema tertentu atau sesuatu visi misi medianya.

  1. Menambah relasi

Biar semangat ngeblog, sebaiknya Anda bergabung di komunitas blog. Kita bisa saling belajar tentang blog. Selain itu, biasanya ada blog walking. Nah, pembaca atau pengunjung blog kita pun bertambah.

Nggak cuma itu saja, dengan blog walking, blog kita pun semakin interaktif. Biasanya dalam program blog walking itu kan saling berkunjung dan berkomentar. Kalau blog kita ada yang berkomentar biasanya membuat kita semakin semangat menulis. Yakin deh!

Komunitas blogger juga biasanya juga ada grup WhatsApp. Nah, di sana kita bisa saling belajar. Saling mengoreksi dan berbagi ilmu tentang Blog. Percayalah, ilmu tentang blog kita bakal semakin meningkat.

Saya bergabung di tiga komunitas blogger. Ada grup Cakrawala Blogger Guru Nasional atau Lagurenal (187 anggota), ada grup Sejuta Guru Ngeblog (246 anggota) dan Blog Walking Asyik (BWA).

Nah, demikian beberapa manfaat dari ngeblog. Sampai di sini apa sudah termotivasi untuk menulis blog juga?

Pembaca tertarik ikut lomba blog juga? Kebetulan banget nih Shopee mengadakan Kontes Blog #NgeBlogDariRumah. Kompetisi ini tentu saja sayang dilewatkan. Total hadiahnya mencapai puluhan juta rupiah. Wow!

Informasi lengkap tentang lomba ini silakan cari tahu di sini atau Kontes Blog Shoope.

Hadiah Kontes Blog #NgeBlogDariRumah

Tak perlu khawatir dengan hadiah Kontes Blog Shopee #NgeBlogDariRumah. Shopee sudah menyiapkan deretan hadiah menarik yang bisa kamu dapatkan!

  • Juara I: Rp8.000.000

  • Juara II: Rp6.000.000

  • Juara III: Rp3.500.000

  • Best Engagement (komentar dan share terbanyak): Rp2.500.000

  • 200 submission pertama: ShopeePay @50.000

Terima kasih sudah membaca postingan saya hingga akhir. Semoga tulisan ini bermanfaat. Dukung saya agar terus semangat membuat postingan-postingan yang bermanfaat. Pembaca juga boleh kok mengapresiasi lewat kolom komentar. Apresiasi merupakan energi. Energi untuk konsisten menulis blog.