Sinergi Bersama

Wujudkan Kualitas

Udara Bersih

 

 

 

Saya dan keluarga bisa menikmati suasana adem dan udara segar saat di rumah di daerah Kauman, Jogjakarta. Di sana masih banyak pepohonan, kendaraan masih jarang,sungai masih jernih dengan banyak ikannya bahkan warga menangkap ikan dengan jaring. Bocah-bocah mandi di kali yang mengalir. Benar-benar suasana yang bikin adem ayem.

Tapi suasananya agak berbeda kalau silaturahmi ke rumah Bude di Pugeran atau Bulek di Gulon, Pundong. Kami harus  melewati beberapa titik yang cukup padat kendaraan.  Mendekati jalan Prawirotaman apalagi. Pengguna jalan Raya juga banyak. Kami pun harus berjalan perlahan agar lebih hati-hati.

Kami harus melewati jalanan yang ramai dan biasanya macet. Udara juga sudah banyak polusi terutama dari kendaraan bermotor baik kendaraan umum atau kendaraan pribadi. Belum lagi beberapa kendaraan bermotor masyarakat yang menyumbang polusi berupa asap yang sangat banyak.

Kondisi sungai di daerah Kauman, Jogjakarta, Sungai yang bersih dan hijau dengan sumber udara bersih (dokumentasi pribadi)

 

 

Meskipun kawasannya agak sepi tetapi banyak warga masih punya motor yang ngebul. Ya, banyak warga terutama anak muda yang masih menggunakan motor 2 tak sehingga motornya ngebul. Tahu kan merk motornya? Itu yang suaranya yang treng.. teng teng teng itu. Mungkin hal seperti ini banyak juga di daerag lain. Betul? Ya, kadang udara kotor dari pembakaran itu dari motor 4 tak namun ngebul. Hal ini karena ada mesin yang rusak.

Jogja memang ngangenin. Jogja selamanya  tetap ngangenin. Mudah-mudahan udara bersih bukan hal yang semakin langka ditunjukkan.

Beberapa kota besar memiliki masalah dengan kualitas udara bersih. Kalau Jakarta sih wajar karena pusat ibukota sehingga banyak penduduknya, kendaraannya, dan tujuan orang mencari pekerjaan. Tapi permasalahan kualitas udara bersih juga dihadapi kota-kota lain seperti Jogjakarta, Semarang, Bali, Surabaya, Bali, Medan, dan Makassar.

Polusi udara memang mengkhawatirkan. Sebab bisa mengganggu kesehatan kita. Ada banyak penyakit yang ditimbulkan dari polusi udara yaitu gangguan saluran pernafasan, penyakit jantung, kanker berbagai organ tubuh, gangguan reproduksi dan hipertensi (tekanan darah tinggi).  Beberapa jenis pencemaran udara yang paling sering ditemukan adalah Karbon Monoksida (CO), Nitrogen Oksida (NO2), Sulfur Oksida (SOx), Photochemical Oksida dan Partikel.

Kota Jogjakarta sebagai kota tujuan wisata di Indonesia punya tantangan yang besar. jika di akhir pekan wisatawan memang semakin meningkat. Secara logika tingkat polusi di kota Jogjakarta memang ada kenaikan tetapi masih kondusif.

Polusi di Jogjakarta ini lebih dikarenakan di masyarakat kota Jogjakarta cenderung menggunakan transportasi berupa kendaraan pribadi baik roda dua dan roda empat. Penelitian dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Yogyakarta mengungkapkan bahwa 90% yang penyumbang tingkat polusi di udara wilayah kota Yogyakarta

Mengurangi polusi udara dalam satu daerah misalnya di kota Jogjakarta memang tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kerjasama antara pemerintah daerah dengan masyarakat.

Banyak opsi untuk mengurangi atau menyelesaikan polusi udara di kota-kota besar di Indonesia ternyata sudah sangat akut dan menjadi banyak penyebab berbagai gangguan kesehatan bagi masyarakat.

Ilustrasi beberapa gangguan pernapasan, gangguan kesehatan, dan kanker yang disebabkan polusi udara.

Transportasi Massal,

Efektif Kurangi Polusi Udara & Kemacetan

Bus sebagai salah satu transportasi massal untuk mengurangi kemacetan (dokumentasi pribadi)

 

 

Coba bayangkan kalau setiap orang menggunakan kendaraan pribadinya. Jalanan akan semakin padat kendaraan, semakin banyak pula gas buang kendaraan itu. Kalau ada 10 orang menggunakan mobil maka akan lebih dari 50 meter panjang kendaran mereka. Itu baru 10 orang. Bagaimana kalau 100 orang atau lebih? Maka akan lebih besar lagi polusi udaranya. Namun, dengan menggunakan transportasi massal, setidaknya mengurangi kemacetan, bahkan mengurangi polusi udara.

Semakin hari orang semakin sadar pentingnya menggunakan transportasi massal. Namun masih ada satu tantangan yaitu masalah ketersediaannya. Biasanya transportasi massal hanya ada di beberapa titik atau daerah yang padat mobilitas masyarakatnya. Ke depannya kita berharap transportasi massal ini semakin luas daya jangkaunya. Jadi bisa menjangkau lebih banyak tempat agar masyarakat bisa menjadikannya sebagai alternatif pilihan.

 Transportasi massal ini sangat efektif untuk mengurangi kemacetan. Apalagi jika di daerah itu ada bandara. Ini sangat mengurangi kemacetan yang terjadi. Nah, saatnya kita ikut gencar juga mempromosikan penggunaan kendaraan listrik baik melalui pengadaan baru maupun konversi.

Mewujudkan udara bersih adalah tanggung jawab kita. Manfaatnya untuk kesehatan kita sendiri dan daya tarik orang untuk mengunjungi daerah kita, apalagi kalau daerah kita adalah tujuan wisata. Nah, warga Jogjakarta sudah semestinya sama-sama menjaga kualitas udara berkualitas.

Bisa yuk, bisa!

Salah satunya adalah penggunaan bus Trans Jogja yang bisa dimanfaatkan untuk mobilitas yang berbiaya terjangkau.

Tak hanya Jogjakarta, Semarang juga tengah berupaya memperbanyak angkutan massal dan menekan penggunaan mobil pribadi. Pemerintah daerah juga mencontohkan masyarakat untuk mengembangkan dan menggunakan kendaraan listrik. Jadi misalnya kendaraan dinas lebih baik menggunakan mobil listrik seperti mobil patroli listrik dan bus kunjungan.

Ada banyak kendaraan yang tidak lolos emisi. Misalnya Dinas Perhubungan Semarang melaporkan dari 70 kendaraan yang diuji emisi terdapat 11 kendaraan tidak lolos emisi.

Ada baiknya pula memberikan peringatan di tempat-tempat yang emisinya tinggi disertai data. Hal ini agar orang sadar kalau udaranya sehat atau tidak sehat. Masyarakat hendaknya biasa pakai masker untuk menjaga kesehatannya dari polusi udara. Jadi masker bukan hanya untuk covid saja tetapi sebagai antisipasi polusi udara.

Semarang termasuk yang sukses menekan polusi udara. Ada satu kebijakan yang bagus yaitu membatasi mobilitas kendaraan angkutan. Melarang kendaraan angkutan barang yang masuk ke Semarang pada jam 06.00 – 08.00 WIB.  Jadi truk-truk dengan dengan gas buang yang tinggi dilarang masuk.

Mewujudkan udara bersih adalah hal yang penting. Yang tidak kalah penting adalah penyadaran dari masyarakat untuk memperbaiki mengubah perilaku kita. Pola konsumsi energi harus bijak. Mulai dari penggunaan kendaraan, pemilihan bahan bakar, menggunakan energi jangan berlebih-lebihan. Jadi gunakan secukupnya sesuai kebutuhan.

Mengurangi racun udara itu perlu dilakukan oleh stakeholder terakit, dengan melibatkan konsep pentahelix yaitu unsur pemerintah, akademisi, badan dan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media massa saling berkolaborasi dan bersinergi.

Generasi Muda, Kuatkan Peran, Yuk!

Salsabila Keisha Azzahra (influencer), salah seorang narasumber dalam Diskusi Publik

Mungkin ada benarnya bahwa generasi muda banyak penyumbang polusi udara lantaran generasi muda pula yang banyak mobilitasnya baik itu urusan pekerjaan, gaya hidup, atau aktivitasnya. Benar nggak ya? Mungkin ada benarnya.

Kalau begitu, generasi muda pulalah yang harus ambil peran lebih. Generasi muda harus yang lebih gencar mengajak dan mengkampanyekan mengurangi polusi udara ini. Generasi milenial jugalah yang banyak mengajak untuk menggunakan transportasi massal.

Padahal, menggunakan transportasi massal itu murah. Seperti yang disampaikan Salsabila Keisha Azzahra, seorang influencer, bahwa layanan publik selain mengurangi bisa polusi ternyata mendukung hidup murah. Di Semarang itu ada namanya Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng dengan tarif yang murah sekali. Untuk pelajar harganya  Rp. 1.000 dan Rp. 3000 untuk masyarakat umum bisa keliling Semarang.  

“Bukan untuk keren-kerenan tetapi lebih menghargai lingkungan. Generasi muda harus lebih melek masalah polusi udara ini karena merupakan permasalahan penting. Anak muda sebagai influencer sudah saatnya lebih sering menggerakkan orang-orang untuk menggunakan transportasi umum.”

Dengan menggunakan transportasi umum kita bisa berhemat pengeluaran dan waktu. Kita bisa terhindar dari stress karena bermacet di jalan setiap pergi dan pulang ke tempat kerja. Dengan menghemat karena menggunakan transportasi umum bisa tuh untuk nabung atau pengeluaran dialihkan untuk kursus atau pengembangan diri atau nikah. Hehe..

Peduli Udara Bersih,

Gunakan Bahan Bakar Lebih Ramah Lingkungan

Ruas jalan raya yang tetap bersih dan hijau dengan banyak pepohonan sebagai sumber udara bersih (dokumentasi pribadi)

Secara umum bahan bakar dari dua energi yaitu energi fosil dan energi baru dan terbarukan (EBT). Saat ini mayoritas kebutuhan bahan bakar berasal dari energi fosil yang jelas menghasilkan emisi. Tapi kita juga tidak bisa melepas total kebutuhan terhadap energi fosil.

Untuk mewujudkan udara lebih bersih kita bisa gunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan tingkat emisi yang rendah. Caranya adalah dengan memilih BBM dengan angka Research Octane Number (RON) yang tinggi. Angka RON menunjukkan tingkat ketukan atau banyaknya ketukan (knocking) yang dihasilkan di ruang bakar kendaraan saat pembakaran. Bahan bakar memiliki angka RON berbeda-beda. Pertamax Turbo memiliki angka RON 98, dan Pertalite memiliki angka RON 90.

Ada anggapan keliru dengan memilih BBM harga murah sebagai bentuk penghematan. “Kalau beli BBM murah ya otomatis uang yang dikeluarkan lebih sedikit atau lebih murah.” Anggapan ini keliru karena dalam jangka menengah ataupun jangka panjang akan merusak mesin.  Ada bahayanya dalam memilih bahan bakar yang harganya lebih murah bukan bahan bakar yang kompatibel dengan kendaraan yang dimiliki. Inilah yang menyebabkan kualitas udara kita buruk. Jadi walaupun sudah melakukan uji emisi, kalau BBM yang digunakan tidak sesuai maka akan menghasilkan emisi yang merusak udara di lingkungan kita.

Yuk, mulai sadar dengan lingkungan kita. Jaga kualitas udara kita dimulai dari diri kita. Mulai dari yang bisa kita lakukan misalnya bijak memilih bahan bakar, memilih menggunakan transportasi umum, menghemat bahan bakar, dan menghemat energi. Jangan lupa juga untuk mengajak orang lain agar kesadaran menjaga udara bersih ini menjadi kesadaran bersama. (*)

 

Referensi tulisan:

https://www.cnnindonesia.com/otomotif/20230726093956-579-977872/pengertian-dan-fungsi-ron-bbm-seperti-pertamax-green-95. 

https://rejogja.republika.co.id/berita/rx5ave399/semua-koridor-bus-trans-jateng-kini-dapat-layani-pembayaran-nontunai

https://p2ptm.kemkes.go.id/tag/dampak-pencemaran-udara-polusi-udara-terhadap-penyakit-hipertensi