Pilih Laman

Raih Pahala Berlipat Ganda

Dengan Program 30 Hari Ramadhan #JadiManfaat

Ramadhan biasanya punya suasana yang sangat mendukung untuk semangat beramal. Maka kita harus sambut Ramadhan dengan perencanaan ibadah yang maksimal. 

Ramadhan yang cepat berlalu, kita bisa menyesal karena amal yang tidak optimal.

Lalu, bagaimana dan apa yang bisa kita lakukan agar meraih pahala yang maksimal di bulan penuh berkah ini?

 

Saat ada anggota keluarga yang sakit, sudah pasti keluarga lainnya sedih. Saat ada anggota keluarga di rawat, anggota keluarga lainnya harus menemani. Menemani orang sakit di ruangan itu bermacam-macam rasanya. Bau khas rumah sakit kadang membuat yang tadinya sehat jadi ikut-ikutan sakit. 

Begitulah tidak enaknya menunggu orang sakit. Apalagi jika itu dilakukan saat di bulan Ramadhan. Harus terus berjaga di ruangan. Lalu bagaimana kalau waktu berbuka tiba? 

Mau ditinggal khawatir ada panggilan mendadak untuk kepentingan pasien. Padahal yang menunggu harus berbuka puasa juga. Waktu begitu berharga. Sebentar ditinggal saja bisa terjadi hal-hal penting. Sementara, mereka di ruangan tidak mendapat makan. Hanya pasien saja yang dapat makan.

Sore itu saya dan teman-teman di hari Jumat kemarin membagikan makanan ke rumah sakit. Tujuannya agar keluarga pasien tidak perlu repot keluar untuk mencari makanan atau takjil untuk berbuka. Kami pergi ke ruang inap. Selama pandemi seperti saat ini rumah sakit sepi. Kami membagikan sebanyak 42 nasi kotak. Juga ada takjil berupa cendol atau buah segar.  

Kami datang ke RSUD Adji Dharmo, kecamatan Rangkasbitung, kabupaten Lebak. Letaknya dekat alun-alun Rangkasbitung dan masjid Agung Al A’raf Rangkasbitung.

Berbagi makanan di ruang pasien (dok. pribadi)

Awalnya saya ragu untuk melaksanakan program ini. Berbagai pertanyaan dan kekhawatiran muncul. Apa boleh masuk ke rumah sakit saat pandemi seperti ini? Sedangkan keluarga pasien saja dibatasi satu orang yang menunggu. Apa pihak rumah sakit mengizinkan ada yang berbagi makanan hingga ke ruangan? 

Namun, keraguan itu terjawab kalau sudah mencoba. Kami izin ke pihak rumah sakit. Lalu di antar ke penanggung jawab ruangan rumah sakit. Di sana kami jelaskan bentuk programnya. Untungnya kami diizinkan. Pihak rumah sakit juga berterima kasih ada kegiatan seperti ini.

 Untuk membagikan ke ruangan-ruangan kami didampingi oleh petugas keamanan. Ada dua bapak-bapak petugas keamanan yang mendampingi. Tidak masalah. Justru lebih aman dan meyakinkan.

“Makasih lho Pak sudah mengizinkan, juga mendampingi kami.”

“Ya, Nggak papa. Malah bagus itu Kang. Keluarga pasien jadi terbantu. Tapi saya minta yang tertib ya. Jangan sampai pasien terganggu.”

“Baik, Pak. Kami akan sangat hati-hati.”

Lalu kami diantar ke ruangan pasien. Ada ada 5 ruangan yang kami datangi. Dari setiap ruangan ada 6 sampai 7 keluarga pasien. Kami juga membagikan paket makanan dan takjil kepada keluarga pasien yang  ada di luar ruangan. Saat masih ada makanan, kami berikan ke petugas keamanan rumah sakit.

Kegiatan ini cukup menantang karena tempatnya di rumah sakit. Kalau tidak tahan dengan bau khas rumah sakit, kita bisa pusing.

Di ruangan, kita juga harus kuat melihat pasien-pasien dengan berbagai kondisi. Ada yang sakit biasa, ada yang sakit parah. Nah, kita harus kuat untuk melihat pemandangan seperti itu.

Lelahnya sih tidak terlalu lelah. Yang paling berat itu tercium bau obat-obatan dan bau khas rumah sakit.  Bisa membuat pusing kepala. Namun, penerimaan dari keluarga pasien menjadi obatnya.

Berbagi makanan kepada keluarga pasien yang sedang menunggu keluarganya yang sakit (dok. pribadi)

“Bersyukur sekali. Rezekinya kami. Dari tadi mau beli makan tapi belum jadi.”

Ada juga yang bilang, “Kalau setiap hari lumayan juga,”

Diucapkannya berkali-kali. Kami pun mengamini. Sungguh berarti bantuan yang diberikan kepada keluarga pasien. Mereka sedang diberi ujian. Mereka harus memikirkan biaya rumah sakit juga memikirkan pengeluaran buat makan. Bertumpuk-tumpuklah ujian mereka. Jadi,bantuan yang kita berikan sangatlah berarti.

Menentukan Target Kebaikan

di Bulan Ramadhan

Satu pekan sebelum Ramadhan, kami sibuk membuat target ibadah-ibadah di bukan Ramadhan. Target itu selesai saat munggahan, satu hari sebelum puasa.

“Ramadhan ini targetnya apa aja, Mas?” tanya istri saya saat sedang santai di dalam rumah. Ada anak-anak yang sedang bermain lego di depan rak buku.

“Yuk kita buat,” jawab saya tidak kalah semangat.

“”Hayu. Sekalian sama targetnya anak-anak,” tidak kalah semangat istri menjawab.

 Saya dan istri punya target sendiri dan keluarga. Ya, di bulan Ramadhan ini kami mengajak anak untuk memanfaatkan momen Ramadhan untuk memaksimalkan meraih pahala. Supaya anak semangat, ada triknya.

Si sulung yang semangat menempel kertas target Ramadhan (dok. pribadi)

Kami menyusun list ibadah dan tugas-tugas lainnya. Kalau mereka bisa melaksanakannya, mereka mendapatkan bintang. Eits, dibilang dapat bintang saja mereka senang. Sebuah apresiasi yang sederhana tapi sangat bermakna.

Apa saja targetnya?

Di antaranya puasa Ramadhan, shalat tarawih, sedekah, membantu orang tua, menjadi penyayang, membersihkan kamar, berbagi takjil dengan tetangga, dan lainnya.

Inilah 30 hari berbagi kebaikan versi keluarga kami. Mudah-mudahan istikamah menjalankannya. Aamiin.

Target selama bulan Ramadhan (dok. pribadi)

Kami sengaja membuatnya menjadi lebih menarik dengan warna-warni dan ikon-ikon serta gambarnya. Padahal belum dibuat, anak-anak senang sekali, walaupun baru diceritakan. Saat menuliskan di atas kertas dan menempelnya di dinding, mereka antusias. Dan semakin antusias saat mengisinya.

Anak sulung kami usia 7 tahun. Adiknya usia 4 tahun. Di hari pertama, keduanya puasa. Sang kakak puasa penuh, sang adik sampai jam 11. Ada ibadah yang hanya untuk sendiri seperti tilawah, shalat dhuha, shalat tahajud, dan lainnya. Ada pula ibadah yang punya manfaat untuk orang lain.

Sedekah Subuh Setiap Hari, Menyiapkan Kado Untuk Teman Yatim

“Mas, kita sedekah Subuh setiap hari, ya?” ajak saya kepada si sulung. Karena dia anak sulung, kami menyapanya dengan sapaan ‘Mas’ sekalian untuk mengajari adiknya.

“Ayolah. Nggak papa,” katanya semangat. Padahal saya belum menjelaskan tentang sedekah Subuh.

“Nanti sedekahnya dikumpulkan dulu. Kalau sudah banyak kita kasihkan ke teman Mas Jundi yang yatim ya.” Si sulung mengangguk. Giliran istri yang bertanya,

“Siapa anaknya,?”

“Anaknya Bu Sri kan yatim. Itu yang keliling jualan gorengan,” jelas saya.

“Oh iya. Bolehlah.”

Setiap Subuh anak diajak sedekah Subuh. Disimpan di kotak sedekah. Rencananya di hari ke 23 akan diberikan kepada anak yatim. Anaknya sudah dipilih.

Ada anak seorang penjual makanan yang setiap hari keliling perumahan. Si ibu menanggung 3 orang anak yatim. Suaminya meninggal sejak 3 tahun lalu. 

Dari mana kami tahu? Kami tahu saat ngobrol ketika membeli gorengannya.

Walaupun jumlahnya tidak seberapa, mudah-mudahan bisa sedikit membantu membahagiakan menjelang Idul Fitri.

Sedekah Subuh ini meskipun jumlahnya sedikit tetapi istikamah dilakukan. Ibadah yang utama adalah ibadah yang terus-menerus atau istiqomah dilakukan.

 

Semangat mengisi kotak sedekah Subuh untuk teman yatim (dok. pribadi)

Berdonasi Takjil

Dalam bulan Ramadhan ini saya menargetkan memberikan donasi takjil setiap pekan. Di Ramadhan ini banyak lembaga yang mengadakan program ini. Saya rasa ini peluang besar agar kita mendapat pahala yang besar pula. Nah, sudah ada jalannya. Tinggal mau atau tidak.

Pekan pertama saya berdonasi ke lembaga yang ada di dekat rumah. Lembaga yang biasa mengurusi anak-anak dhuafa. Saya kenal dekat dengan relawannya. Pekan kedua saya berdonasi ke Dompet Dhuafa.

Alhamdulillah mudah sekali donasinya karena bisa dilakukan dari rumah saja. Berdonasi melalui transfer rekening saja.

Assalamualaikum Kak
Aku tadi ikut donasi. Semoga bermanfaat untuk berbagi dengan sesama, dengan saudara -saudara yang akan berbuka nanti. Terima kasih banyak juga untuk Dompet Dhuafa yang mengadakan kegiatan ini. Bisa membantu Muslim untuk meraih pahala yang lebih banyak lagi dengan gerakan ini.

Baik Bapak, Alhamdulillah, terima kasih atas kepercayaannya. Kami terima konfirmasi Infak Ramadhan atas nama Bapak Supadilah sebesar Rp.xx.xxx via Bank BSI pada tanggal 10 April 2022.

بِسْـــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا

“Semoga Allah memberikan keberkahan pahala atas apa yang telah diberikan dan memberikan keberkahan atas harta yang tersisa, serta menjadikannya sebagai pensuci bagi Bapak & Keluarga.🤲🤲

Ya Allah Ya Robb… Berikan nikmat kesehatan kepada Bapak dan keluarga. Lancarkanlah urusan duniawi dan akhirat Bapak Supadilah dan keluarga. Serta lapangkanlah pintu rejekinya.

Jauhkanlah dari segala bala, marabahaya, siksa kubur, fitnah akhir zaman, dan siksa api neraka. Lapangkanlah pintu menuju Surga untuk berkumpul bersama orang-orang taqwa. Kabulkanlah segala hajat dan doa-doa yang telah dipanjatkan.” Aamiin Yaa Rabbal Alamin.🤲🤲

Assalamualaikum Kak. Aku donasi untuk berbuka puasa Ramadhan ya. Boleh digunakan untuk di tempat mana aja asal ada puasa Ramadhan. Mohon maaf hanya bisa donasi segini. Terima kasih untuk LAZ Harfa yang bersedia menyalurkannya. Semoga lembaga dan pengurus yang menyalurkan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Aamiin
Masya Allah jazakallah khairan pak Fadil 🙏  Siap pak, Aamiinn Allahuma aamiin pak

Berbagi Takjil , Luaskan Manfaat, Raih Pahala Berlipat

Agak berbeda dengan membagikan takjil ke tetangga, kali ini saya menargetkan bisa ikut membagikan takjil bersama komunitas. Supaya apa? Supaya bisa merasakan kekompakan bersama komunitas itu. Juga merasakan lelahnya dalam kegiatan itu.

Inilah lelah yang berkah. Di pekan pertama kegiatan ini sudah berjalan. Alhamdulillah, bisa membagikan takjil bareng komunitas istri saya. tidak lupa kami mengajak anak-anak. Tujuannya agar anak-anak bisa berempati kepada orang-orang.

Melihat langsung kondisi yang menerima takjil bisa menumbuhkan rasa syukur. Mereka itu bahagia sekali mendapat donasi takjil. Kami membagikan takjil kepada yang membutuhkannya. Kami jadi tahu betapa berartinya makanan yang dibagikan itu bagi mereka. Sehingga membuat kita harus bersyukur dengan keadaan yang mungkin lebih baik dari mereka. Ini nikmat dari Allah yang harus disyukuri.

Berbagi takjil di alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten (dok. pribadi)

Tebarkan Manfaat,

Raih Pahala Berlipat Ganda

Intinya jangan sampai kita melewatkan begitu saja bulan Ramadhan. Kalau di Ramadhan ini kita tidak semakin soleh/solehah maka kapan lagi. Ya kan? Ramadhan ini harus mendapatkan pahala sebanyak-banyaknya. Setiap amalan di bulan Ramadhan dilipatgandakan pahalanya 10 hingga 700 kali lipat oleh Allah SWT.

Nah, luar biasa sekali pahalanya kan?

Nah, untuk mendapatkan pahala yang besar ini kita bisa memanfaatkan program dari Dompet Dhuafa lewat program 30 hari Ramadhan #JadiManfaat. Banyak program yang bisa kita pilih untuk meraih pahala dan berkah yang berlipat ganda. Lewat program 30 Hari Ramadan #JadiManfaat ini kita bisa mendapatkan berbagai keberkahan di bulan Ramadhan. Tertarik mendapatkan keberkahannya? Simak program apa saja dalam 30 Hari Ramadan #JadiManfaat.

Ada 6 program dalam 30 Hari Ramadhan  #JadiManfaat yang digulirkan Dompet Dhufa yaitu sebagai berikut.

1. Berkah Berbuka Puasa – Rp25.000/paket
2. Tebar Zakat Fitrah – Rp35.000/individu
3. Sedekah Al-Qur’an – Rp75.000/paket
4. Parcel Lebaran untuk Anak Yatim – Rp250.000/paket
4. Kado untuk Mualaf – Rp300.000/paket
5. Sembako Ramadhan – Rp250.000/paket
6. THR untuk Guru Ngaji Pelosok – Rp300.000/paket.

Dompet Dhuafa memberikan kesempatan kita untuk berbagi, mendapatkan keberkahan bulan Ramadhan dengan menebar kebaikan. Program 30 Hari Ramadhan  #JadiManfaat akan disalurkan kepada masyarakat di sekitar kita yang masih membutuhkan.

Teman-teman pasti tidak ingin terlewat kesempatan ini, bukan? Cara berdonasinya pun mudah.

Pengalaman saya kemarin berdonasi tidaklah sulit. Hanya membutuhkan beberapa menit. Bahkan jika waktu kita sempit. Kita bisa tetap berdonasi dengan mudah dan dapatkan pahala yang melejit.

Caranya adalah sebagai berikut.

1. Kunjungi https://donasi.dompetdhuafa.org/ramadan/

2. Pilih jenis donasi yang akan diberikan

3. Klik “BANTU SEKARANG”

4. Isi data diri /profil donatur

5. Pilih metode pembayaran

6. Lakukan konfirmasi.

Nanti akan datang juga pemberitahuan atas donasi kita. Kita juga bisa tunaikan zakat lewat Dompet Dhuafa. Kalau bingung menentukan berapa nominal zakat, ada juga kalkulator zakatnya. Nah, mudah sekali kan? Untuk membayar zakat bisa juga lewat transfer saja. Caranya mudah. Hanya dengan 4 langkah.

1. Kunjungi https://donasi.dompetdhuafa.org/

2. Isi form-nya

3. Setelah mengisi data dan pilihan metode pembayaran, klik DONASI.

4. Lakukan konfirmasi.

5 Alasan Ikut Program 30 Hari Ramadhan #JadiManfaat

1. Manfaat Programnya Berdampak Luas. Pahalanya Semakin Banyak

Dibanding ibadah yang hanya untuk diri sendiri, ibadah untuk orang lain itu punya pahala yang lebih banyak. Karena dampaknya pun lebih luas. Ada orang lain yang kita bahagiakan. Kalau kita shalat, dapat pahala dari diri sendiri. Kita sendiri yang bahagia. Tapi kalau donasi, kita bahagia, orang lain pun bahagia. Bahkan kita bisa didoakan oleh mereka. Nah, pilih mana?

2. Sebaik-baiknya Manusia adalah Yang Bermanfaat Bagi Orang Lain

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa “Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak manfaatnya.” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni).

Nah, inget ya. Kalau yang banyak manfaatnya bagi orang lain, itu manusia yang sebaik-baiknya manusia. Inget, lho ini kata Rasulullah SAW.

Lihatlah beragam program 30 hari Ramadhan #JadiManfaat di antaranya Berkah Berbuka Puasa, Tebar Zakat Fitrah, Sedekah Al-Qur’an, Parcel Lebaran untuk Anak Yatim, Kado untuk Mualaf, Sembako Ramadhan, dan THR untuk Guru Ngaji Pelosok. Semuanya memberikan kita kesempatan untuk berbagi manfaat dengan sesama. Bahkan kepada orang-orang yang kita bakal mendapatkan pahala yang lebih banyak lagi karena keutamaannya.

3. Berbagi Bersama Anak Yatim, Amalan Yang Disenangi Rasulullah

Misalnya berbagi dengan anak yatim. Itu kan bentuk peduli terhadap anak yatim. Padahal, menyantuni anak yatim itu besar keutamaannya.

Pertama, “Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakan lah “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.” (QS. Al-Baqarah [2]: 220)

Kedua, dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.” (HR. Bukhari)

4. Panen Pahala dari Amal Jariyah

Ada amal jariyah yang akan terus memberikan pahala meskipun kita sudah meninggal. “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkata (yaitu): sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak sholeh” (HR Muslim).

Dalam program yang diangkat oleh Dompet Dhuafa ini ada THR untuk Guru Ngaji Pelosok. Ini bisa menjadi amal jariyah  lho Sob.

Kalau kita bisa berbagi kepada guru ngaji. Kemudian membuat guru ngaji lebih semangat dalam mengajarkan ilmunya, kita dapat pahala mengajarkan ilmunya juga, lho.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (H.R. Muslim no. 1893).

Nah, jadi sarana menyampaikan ilmu, bisa juga mendapatkan pahala menyampaikan ilmu. Membantu guru dalam mengajar ilmu, bisa juga mendapat ilmu mengajar ilmu. Ilmu yang bermanfaat ini kan termasuk amal jariah. Apalagi, sekitar 704.503 guru Indonesia berstatus honorer masih jauh dari sejahtera. Ayo bantu mereka agar lebih semangat mengajar.

5. Mudah Dilakukan

Untuk ikut berbagi dalam Program 30 Hari Jadi Manfaat ini sangat mudah, lho. ya, cukup dengan transfer saja. Hal ini sangat memudahkan karena bisa dilakukan dari rumah saja. Jadi hemat waktu dan tenaga. Di sela-sela kerja, istirahat, maupun mengerjakan target ibadah juga bisa.

Pengalaman beberapa kali ikut berdonasi ini hanya beberapa menit saja. Banyak pilihan nomor rekeningnya pula. Mau pakai rekening apa saja juga bisa.

Dompet Dhuafa, Lembaga Terpercaya Berbagi Kebaikan

Dompet Dhuafa merupakan lembaga filantropi dan kemanusiaan yang bergerak untuk pemberdayaan umat (Empowering People) dan kemanusiaan. Pemberdayaannya bergulir melalui pengelolaan dana zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswaf), serta dana sosial lainnya yang terkelola secara modern dan amanah.

Dompet Dhuafa merupakan lembaga terpercaya. Dari perjalanan 1993 hingga saat ini, tebar kebaikan Dompet Dhuafa telah menyentuh penerima manfaat lebih dari 24 juta jiwa. 

Dompet Dhuafa terus berkhidmat mengantarkan amanah para donatur maupun muzakki kepada mustahik atau penerima manfaat.

Dompet Dhuafa hadir di 6 kantor layanan, 31 cabang dalam negeri, 5 cabang luar negeri. Tak hanya itu, Dompet Dhuafa juga mengembangkan 157 zona layanan di 32 provinsi, dan bekerjasama dengan 29 mitra strategis di 21 negara. 

Dompet Dhuafa juga menghadirkan berbagai kemudahan dalam berbagi kebaikan baik itu berupa zakat, infak, wakaf, sedekah, donasi kemanusiaan, dan lainnya. Memanfaatkan kemajuan teknologi, kita pun bisa semakin mudah berbagi.

Ikuti Media Sosial Dompet Dhuafa, Yuk!

Beberapa hari lalu saya dapat kesempatan menyalurkan bentuk kepedulian seseorang kepada guru ngaji.

“Minta tolong ya dikasihkan donasi ini,”

“Buat siapa, Pak?”

“Minta tolong disalurkan ke guru ngaji yang ada di sana ya.”

“Baik, Pak. Insya Allah Kami sampaikan.”

Tidak berapa lama, ada tranferan dari teman yang menelpon tadi. Dia pengen berbagi kebahagiaan dengan para guru ngaji. Katanya sih kadang guru ngaji itu gajinya kecil. Mengandalkan iuran dari anak-anak ngaji yang bahkan orang tua sering telat bayarnya.

Padahal jasanya besar sekali. Jarang orang tua yang punya waktu dan mau mengajari ngaji anaknya. Kadang juga karena orang tua tidak bisa mengaji juga. Nah, anak-anak bisa ngaji karena guru ngaji.

Maka harusnya penghargaan kita kepada guru ngaji juga besar. Ilmu yang diajarkan sangat dasar dan dibawa sampai besar bahkan sampai meninggal.

Pengen sih berbagi bersama guru ngaji setiap bulan. Mudah-mudahan nanti ada rezeki,” katanya. Donasi itu kami salurkan ke guru ngaji di musola depan rumah kami. Donasi berupa uang. Kami menambahi dengan makanan dan takjil buat buka beliau.

Memberikan donasi untuk guru ngaji (dok. pribadi)

Di bulan Ramadhan ini memang semangat berbagi dan keinginan mendapatkan pahala yang banyak. Pengen banget bisa bermanfaat bagi sesama. Memberikan apa yang bisa kita diberikan untuk berbagi manfaat.

Mengapa kita harus berbagi?

Sebenarnya di antara kita banyak yang tak mampu, tapi mungkin kita tidak tahu. Kalau tidak tahu, mungkin tidak ada perasaan bersalah kalau tidak bisa membantu. Tapi kalau tahu ada yang harus dibantu, sebisa mungkin ada usaha untuk membantunya.

Ada pepatah Jawa mengatakan “Urip iku Urup.” Hidup itu cahaya. Maksudnya jadikanlah hidup kita sebagai cahaya. Sifat cahaya itu menerangi sekitarnya. Tidak beda jauh dengan anjuran bermanfaat bagi banyak orang. 

Inilah amal yang punya multiplier effect dampak berganda. Tidak ada salahnya sama ibadah pribadi namun ibadah yang buat orang lain memiliki pahala yang lebih besar daripada untuk sendiri. Sepakat?

Kamu juga bisa berbagi informasi tentang  Program 30 Hari Jadi Manfaat. Sebarkan melalui media sosial dan raih pahala yang besar dari program ini. Mumpung masih Ramadhan. Masih ada beberapa hari lagi di bulan Ramadhan. Ayo manfaatkan!

“Assalamualaikum, Pak Padil ada waktu? Mau ikut berbagi takjil?”

“Ke mana, Kang Arif?”

Kang Arif ini adalah relawan di sebuah lembaga kemanusiaan. Saya baru kenal beberapa tahun belakangan saat iktikaf di masjid. Di lembaganya, ada kegiatan bagi takjil saat bulan Ramadhan ini.

“Di Rabinza, Kang. Dekat pasar. Sekarang bisa? Sebentar lagi, lah. Ini kami mau otewe,”

Wah, mendadak amat ya. Tapi karena aku pikir nggak terlalu jauh lokasinya, jadi sepertinya bisa.

“Baik, kang. Ketemu di lokasi ya.”

Setelah izin ke istri, aku langsung menuju lokasi. Apalagi saat itu sudah jam 5 sore. Waktu berbuka sudah dekat. Kami membagikan puluhan paket puasa ke pedagang di sekitar pasar.

Aku pikir ini kesempatan untuk mendapatkan pahala membukakan puasa. Yah, meskipun hanya sekadar perantara. Mudah-mudahan pahalanya sama. Aamiin.

Berbagi makanan dan takjil di pusat perbelanjaan (dok. pribadi)

Ramadhan Bulan Berbagi, Pembuktian Empati.

Diceritakan dalam Sahih Bukhari  hadis bernomor 6.452, Abu Hurairah pernah mengatakan, “Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, aku pernah menempelkan lambungku di atas tanah karena rasa lapar. Aku juga pernah mengikatkan beberapa batu di perutku karena rasa lapar. Pada suatu hari, aku pernah duduk di jalan yang biasa para sahabat lewati. Kemudian, lewatlah Abu Bakar, lalu aku bertanya tentang ayat dari Kitabullah, dan aku tidaklah menanyakannya selain agar Abu Bakar menjamuku, tetapi ia tidak melakukannya.”

“Setelah itu, lewatlah Umar bin Khattab, kemudian aku bertanya kepadanya tentang ayat dari Kitabullah dan aku tidaklah menanyakannya selain agar Umar menjamuku, tetapi ia tidak melakukannya. Setelah itu, lewatlah Abul Qasim (Nabi Muhammad). Ketika melihatku, beliau tersenyum dan mengetahui apa yang tergambar di wajah dan hatiku.

Beliau lalu bersabda, ‘Wahai Abu Hurairah,’ Aku menjawab, ‘Aku penuhi panggilanmu, wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda, ‘Ikutlah.’ Lalu aku mengikuti beliau, kemudian aku meminta izin untuk masuk dan beliau mengizinkanku. Ternyata aku mendapatkan susu di dalam mangkuk.”

Empati merupakan wujud keimanan kita. Kecintaan kepada Rasulullah SAW dibuktikan dengan mengikuti keteladanannya. Keimanan pun perlu bukti. Mari wujudkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan pembuktikan keimanan dengan saling berbagi dan berempati. (*)

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jadi Manfaat yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

Referensi:

Media Sosial Dompet Dhuafa

https://donasi.dompetdhuafa.org/ramadan/

https://www.republika.id/posts/26914/empati-komunal