Ayo Gunakan Transaksi Digital Untuk Memajukan Pendidikan dan Ekonomi Nasional

Ayo Gunakan Transaksi Digital Untuk Memajukan Pendidikan dan Ekonomi Nasional

Ayo Gunakan Transaksi Digital Untuk Memajukan Pendidikan dan Ekonomi Nasional

Suatu hari bendahara sekolah kehilangan uang. Padahal keamanan sekolah sudah berjalan dengan ketat. Bahkan ada kamera keamanan CCTV. Namun, saat itu sekolah mengadakan kegiatan sehingga para guru fokus pada kegiatan tersebut.

 

Nahas, ada penyusup yang masuk ke ruang bendahara dan menggondol sejumlah uang. Anehnya, si penyusup bisa tahu dan merusak kamera keamanan. Padahal saat itu bendahara baru saja menerima pembayaran uang sekolah dari para orang tua. Tentu banyak uang di kas sekolah.

Insiden ini jadi dilema. Tidak mungkin bendahara mengganti uang yang dicuri. Padahal uang itu sangat dibutuhkan untuk kegiatan sekolah. Lalu diadakan evaluasi. Akhirnya diputuskan bahwa sekolah harus menjalin kerjasama dengan bank untuk pembayaran uang sekolah.

Sejak saat itu, pembayaran sekolah pun dilakukan dengan cara transfer. Lalu masalah kehilangan uang selesai. Tak ada lagi kejadian kehilangan uang, selisih penghitungan uang.

Dengan pembayaran secara digital, bukan hanya menyelesaikan masalah kehilangan uang tapi juga banyak hal.

1. Praktis

Banyak orang menginginkan kemudahan dalam berbagai urusannya. Termasuk dalam aktivitas ekonomi. Ya, kepraktisan menjadi prioritas di antara berbagai pertimbangan lainnya.

Transaksi digital jelas praktis. Nggak perlu repot bawa uang, nggak ribet bawa uang pas, nggak perlu bawa dompet segala.

Berbagai pembayaran bisa dilakukan dari rumah. Jadi nggak perlu mendatangi tempat yang dimaksud untuk melakukan pembayaran. Jadi kita bahkan bisa membayar uang sekolah dari rumah saja, nggak perlu keluar uang transportasi. Bahkan nggak rapi atau mandi dulu. Upsss…

Saya pernah bertugas sebagai panitia pendaftaran peserta didik baru (PPDB). Sering bingung dengan uang kembalian orang tua yang membayar uang pendaftaran. Memang sih sudah disiapkan uang kecil untuk kembalian. Tapi nggak banyak. Sudah habis untuk kembalian 2 – 4 orang tua saja. Nah, kalau pakai pembayaran digital kan nggak repot dengan uang kembalian.

Hmm, uang kembalian memang sering membingungkan. Pernah kan ke warung tapi sama kasirnya ditawarkan permen sebagai kembaliannya.

“Kembaliannya permen aja ya Pak? Nggak ada uang kecil,”

Mau nolak, tapi kok nggak enak.

Dengan transaksi digital, hanya smartphone sebagai bekal, berbagai transaksi pembayaran bisa dilakukan. Gampang atau gampang banget? Hehe.. apalagi zaman now setiap orang pasti nggak asing dengan smartphone. Bahkan banyak kan satu orang punya dua atau tiga smartphone.

 

2. Nggak Repot Mengantre

Di sekolah saya gajian setiap awal bulan. Kalau sudah hari H gajian, saya segera ke ATM untuk ambil gaji. Biasanya ATM nggak pernah sepi. Biasa ada saja antrean. Kalau nggak sesama teman guru, ya nasabah lainnya. Tapi itu dulu.

Sudah lama tidak begitu. Sebab sudah pakai aplikasi mobile banking. Sekarang saya bisa mengecek gajian kapan saja dan dari mana saja. Bisa dari rumah, tempat kerja, atau tempat ngopi sekalipun.

Cuma tinggal pencet sana pencet sini ketahuan sudah masuk gaji atau belum. Kalau ternyata gaji sudah tinggal ke ATM buat ngambil. Kalau belum tentu nggak perlu capek-capek ke ATM yang kadang di perjalanan bisa kehujanan atau kepanasan.

Nunggu gajian memang harap-harap cemas. Kalau tidak punya aplikasi mobile banking harus mengecek ke ATM. Namanya untung-untungan. Kalau sudah gajian, lumayan. Kalau belum gajian, lumanyun. Hehe…

Kasihan. Jauh-jauh atau panas-panas berangkat ke ATM ternyata nihil.

3. Mudah Mengamankan Bukti-bukti Pembayaran

Ini cerita ini nyata. Masih seputar pengalaman menjadi panitia PPDB. Saat orang tua datang ke sekolah untuk pendaftaran ulang, beliau lupa membawa bukti biaya pendaftaran. Padahal bukti ini sebagai salah satu syarat administrasi pendaftaran. Untungnya, panitia menyimpan salinannya. Dan kejadian ini sering terjadi lho. Nggak cuma satu dua kali.
Ketinggalan dokumen seperti ini memang sering terjadi. Salah satunya bukti pembayaran SPP juga. Misalnya orang tua yakin kalau sudah membayar SPP, tapi sekolah yakin kalau orang tua belum bayar.

Entah mana yang benar. Hitungan sekolah atau orang tua. Sementara, kedua pihak tidak menyimpan bukti pembayaran. Hilang atau lupa menyimpan. Nah, kalau pakai sistem pembayaran digital, bukti pembayaran bisa diakses kapanpun mau. Bukti pembayaran masih tersimpan dengan rapi dan baik.

4. Bebas Kontak Fisik

Saat ini kita sedang dilanda pandemi akibat virus Covid-19. Dan kita dianjurkan agar menjaga jarak, menghindari kerumunan, atau kontak fisik dengan orang lain. Tapi bagaimana kalau harus melakukan pembayaran?

Nah, dengan penggunaan transaksi digital hal ini bisa dilakukan.

Kita bisa melakukan pembayaran dengan aman dan tetap jaga jarak serta menghindari kontak fisik. Kita juga bisa melakukan berbagai transaksi ekonomi dari rumah saja.

Nah, begitu banyak kelebihan penggunaan transaksi digital yang dapat membantu berbagai aktivitas kita.

Sederet kelebihan di atas memang terjadi di dunia pendidikan. Tapi, bukan hanyak di dunia pendidikan saja lho. Berbagai kemudahan aktivitas ekonomi karena penggunaan transaksi digital juga berlaku di bidang lainnya.

Ringkasnya, transaksi digital memudahkan berbagai aktivitas ekonomi kita sekaligus mengantisipasi terjadinya human eror yang mungkin terjadi.

Kabar baiknya, saat ini Bank Indonesia (BI) baru saja meluncurkan sistem Quick Respon Indonesia Standard (QRIS)  sebagai metode pembayaran digital bagi seluruh masyarakat Indonesia. QRIS merupakan hasil kerjasama BI dengan asosiasi sistem pembayaran Indonesia.

Saat ini kan banyak pembayaran dengan menggunakan QR Code. Nah, QRIS (dibaca KRIS) adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code ini.

QRIS diluncurkan demi mendukung perkembangan ekonomi digital. Melalui QRIS pembayaran digital menjadi lebih mudah dan dapat diawasi oleh regulator dari satu pintu.

QRIS ini pas banget buat kita yang bergaya digital. Dengan QRIS, seluruh aplikasi pembayaran baik dari bank maupun nonbank. Termasuk toko, warung, parkir, tiket wisata, donasi, dan lainnya. Berbagai usaha pun sekarang sudah memakai QRIS. Bahkan penjual bakso hingga cilor pun ada yang sudah menggunakan QRIS dalam pembayarannya.

Dengan menggunakan QRIS nantinya berbagai merchant akan melalui satu pintu.

Merchant hanya perlu membuka rekening atau akun pada salah satu penyelenggara QRIS yang sudah berizin dari BI. Selanjutnya, merchant sudah dapat menerima pembayaran dari masyarakat menggunakan QR dari aplikasi manapun penyelenggaranya.

Jenis-jenis pembayaran apa saja yang bisa menggunakan QRIS?

Merchant Presented Mode (MPM) Statis

Paling mudah, merchant cukup memajang satu sticker atau print-out QRIS dan gratis. Pengguna hanya melakuk​an scan, masukkan nominal, masukkan PIN dan klik bayar. Notifikasi transaksi langsung diterima pengguna ataupun merchant. QRIS MPM Statis sangat cocok bagi usaha mikro dan kecil.​

Merchant Presented Mode (MPM) Dinamis
 
QR dikeluarkan melalui suatu device seperti mesin EDC atau smartphone dan gratis. Merchant harus me-masukkan nominal pembayaran terlebih dahulu, kemudian pelanggan melakukan scan QRIS yang tampil atau tercetak.
QRIS MPM Dinamis sangat cocok untuk merchant skala usaha menengah dan besar atau dengan volume transaksi tinggi.

Customer Presented Mode (CPM) (sedang dalam tahap ujicoba)

Pelanggan cukup menunjukkan QRIS yang ditampilkan dari aplikasi pembayaran pelanggan untuk discan oleh merchant. QRIS CPM lebih ditujukan untuk merchant yang membutuhkan kecepatan transaksi tinggi seperti penyedia transportasi, parkir dan ritel modern.

Mengenal Karakteristik QRIS

QRIS memiliki karakteristik UNGGUL yang merupakan kepanjangan dari:

 

UNiversal
QRIS dapat menerima pembayaran aplikasi pembayaran apapun yang menggunakan QR Code, jadi masyarakat tidak perlu memiliki berbagai macam aplikasi pembayaran.
GampanG
Masyarakat: Mudah, tinggal scan dan klik, bayar.
Merchant: Mudah, tidak perlu memajang banyak QR Code, cukup satu QRIS yang dapat dipindai menggunakan aplikasi pembayaran QR apapun.
Untung
Pengguna: Dapat menggunakan akun pembayaran QR apapun untuk membayar.
Merchant: Cukup punya minimal 1 akun untuk menerima semua pembayaran QR Code
Langsung
Pembayaran dengan QRIS langsung diproses seketika. Pengguna dan merchant langsung mendapat notifikasi transaksi.​​​
Penggunaan QRIS memang menjadi langkah maju dalam dunia ekonomi digital. Namun, apa ada yang masih membuat ragu menggunakannya? Tentu saja ada. Apa yang membuat ragu?

Salah satunya adalah faktor keamanan. Ya, tentu konsumen sangat ingin keamanan datanya terjamin. Tidak mau bocor yang bisa dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggungjawab. Wajar sih ada kekhawatiran ini.

Tapi jangan khawatir karena Bank Indonesia menjamin data sistem pembayaran harus terlindungi dari risiko serangan siber.  

Bank Indonesia telah menerbitkan ketentuan PADG No.21/18/PADG/2019 tanggal 16 Agustus 2019 tentang Implementasi Standar Nasional Quick Response Code untuk Pembayaran yang antara lain mengatur ruang lingkup penggunaan QR Code untuk pembayaran, implementasi QRIS sebagai standar nasional, laporan dan pengawasan.

Hal ini bisa kita lihat dari para pihak dalam pemrosesan transaksi QRIS yang terdiri atas Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), Lembaga Switching, Merchant Aggregator; dan pengelola National Merchant Repository.

Yang dapat melakukan pemrosesan transaksi QRIS adalah Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran yang termasuk dalam kelompok Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran front end seperti Penerbit dan/atau Acquirer.

PJSP dan Lembaga Switching yang melaksanakan kegiatan pemrosesan Transaksi QRIS wajib terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari Bank Indonesia. Nah, regulasinya sangat meyakinkan, bukan? Karena itu, nggak usah ragu lagi dengan penggunaan QRIS ini.

Peluncuran QRIS pada Agustus 2019 lalu

Penutup

Penggunaan transaksi digital jelas membantu berbagai aktivitas ekonomi kita. Di bidang pendidikan, berbagai keperluan pembayaran bisa dilakukan dengan mudah, cepat, aman, dan dokumen terjamin. Dengan berbagai kelebihan tersebut tentu saja membuat iklim pendidikan semakin maju.

Bukan hanya di bidang pendidikan saja. Di bidang lainnya seperti ekonomi pun penggunaan transaksi digital bukan hanya memudahkan setiap transaksi tapi dipastikan membuat usaha atau bisnis semakin banyak mendatangkan cuan. (*)

Penulis:

Supadilah, M.Pd.

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. menyukai literasi dan olahraga. Juara 2 lomba artikel dan karya jurnalistik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2018.

Mendidik Anak dengan Bijaksana

Mendidik Anak dengan Bijaksana

Ibaratnya saat menghadapi lampu lalu lintas. Ada yang membolehkan belok kiri langsung, ada juga yang berhenti meskipun belok kiri. Lalu apa yang kita rasakan ketika belum tahu tentang peraturan di tempat tersebut lalu ditindak oleh polisi? Tentu tidak rela dan bersungut-sungut bukan? Kita merasa keberatan ditindak karena belum tahu atau belum paham dengan peraturan itu.

Nah, begitu juga dengan anak-anak terhadap peraturan kita. Orang tua sering menganggap anak harus sudah tahu mana yang benar dan salah. Padahal anak mungkin belum memahaminya, tetapi orang tua tetap menghukumnya.

Menjadi seorang tua adalah sebuah karunia karena tidak semua orang tua diberikan kesempatan memiliki anak. Bersamaan dengan anugerah itu ada tugas dan tanggung jawab yang besar. Menjadi orang tua memang tidak mudah. Ada banyak permasalahan yang dihadapi. Buku ini memberikan panduan menjadi orang tua yang bijaksana. Ada tiga penulis berkolaborasi di dalamnya. Secara kebetulan ketiganya memiliki anak masing-masing tiga sehingga ilmu yang mereka tulis tidak diragukan lagi. Tentu saja berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka .

Anak banyak masalah? Percayalah bahwa kemampuan kita sesuai kadarnya ujian. Orang tua merasa disibukkan mengurusi anak. Mengajarkan berbagai ilmu dan menanamkan nilai-nilai agama kepada anak. Akan tetapi buku ini, waktu untuk mengasuh anak dan membesarkan anak itu sebentar akan ada masanya kita akan kaget bahwa mendapati anak yang lekas besar dan mungkin kita akan merindukan masa-masa pengasuhan itu.

Jadikanlah setiap hari yang kita lalui bersamanya sebagai saat-saat terpenting dan terindah karena masa itu takkan pernah kembali (hlm 21). Anakmerupakan amanah dari Allah. Dalam hal ini kita mencintai sepenuh hati. Bagaimana indikasi mencintai sepenuh hati? Orang tua merespon dengan bijaksana saat anak melakukan kebaikan dan kesalahan. Ya, orang tua harus rela dan siap ketika anaknya melakukan kesalahan. Tidak jarang orang tua berharap anaknya tampil seperti malaikat. Anak harus tampil manis setiap hari dan melakukan aktivitasnya dengan benar.

Respon orang tua sangat berpengaruh pada anak. Coba tanyakan berapa banyak kemarahan kepada anak dibandingkan pujian penghargaan dan dukungan? Menurut penelitian, manusia manusia sejak umur dua tahun sudah mulai berbohong. Maka, begitu pula anak-anak. Mengapa anak berbohong? Ada beberapa penyebabnya seperti anak takut mendapatkan hukuman, ingin diperhatikan dan dipuji, ingin mendapatkan pengakuan, pola asuh otoriter dan meniru orang tua serta lingkungan.

Setiap orang tua pasti tidak menginginkan anaknya berbohong. Lalu bagaimana jika anak berbohong? Bersikaplah bijak saat mendapati anak berbohong. Kadang ada orang tua yang langsung merespon dengan kekerasan verbal atau langsung menghukum anak dengan kekerasan fisik. Orang tua melakukan investigasi dengan kekerasan. Hal ini sangat tidak dianjurkan karena pengalaman kekerasan akan memberikan pengaruh buruk kepada anak.

Sanksi memang boleh dijatuhkan pada anak saat berbohong, apalagi jika anak sering melakukannya. Tujuannya agar anak tidak lagi mengulangi perbuatannya. Tapi yang paling tepat adalah orang tua memberikan konsekuensi yang dapat mendidik anak.

Memberikan hukuman berat pada anak yang melakukan kesalahan akan mendorong anak untuk berbohong. Tidak kalah penting adalah mengetahui penyebab anak berbohong. Tugas orang tua adalah memberikan perhatian dan mengarahkan anak agar dapat bertanggung jawab dengan perilakunya. Orang tua harus menjadi role model bagi anak.

Memang menjadi seorang tua tidak mudah. Ada tanggung jawab yang besar. Akan tetapi memberikan manfaat dan balasan di dunia dan akhirat. Seyogyanya orang tua memperlihatkan sikap bijaksana dan menumbuhkan karakter mulia pada anak.

Identitas Buku

Judul                     : Menjadi Orang Tua bijaksana

Penulis                 : Rimalia, Riawani Elyta, Risa Mutia

Penerbit              : Penerbit Indiva

ISBN                      : 978 602 495 291 4

Tebal                     : 224 halaman

Cetakan               : 2020

Peresensi            : Supadilah (Guru SMAT Al Qudwah)

Prestasi

Prestasi

Dokumentasi prestasi ini semata-mata untuk merapikan juara-juara pada lomba yang saya ikuti. Siapa tahu ada manfaatnya, jadi saya nggak susah lagi mencarinya. Begitu.. Hehe.. Doakan semoga selalu bertambah ya.. Aamiin.

2018

Juara 2 Lomba artikel dan Karya Jurnalistik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2018. 

Juara Harapan 1 Lomba Menulis MUI Banten 2018. 

Juara 3 Lomba Blog Sawitbaik. 

2020

Juara Favorit Lomba Jurnalistik Ulang tahun PT Semen Padang

Juara 2 lomba menulis blog Sekolah Relawan.

Juara 1 Lomba Blog kbr.id tema Kebutuhan Pkok vs Kebutuhan Rokok

Peringkat 10 Besar lomba blog guruinovatif.id

Juara 2 Lomba Blog DUMET School.

10 besar Lomba Blog DUMET School.

2021

  1. Juara hiburan Qwords, Januari 2021, artikelnya di sini :
  2. Juara 1 lomba blog yang diadakan oleh AISES, Januari 2021. artikelnya di sini
Rekomendasi Laptop untuk Guru, Pekerja, dan Profesi Apapun

Rekomendasi Laptop untuk Guru, Pekerja, dan Profesi Apapun

Rekomendasi Laptop untuk Guru, Pekerja, dan Profesi Apapun.

ASUS VivoBook 14 A416

ASUS menjadi separuh hidup saya sebagai guru. Dan ASUS ini saya dapat dengan penuh perjuangan. ASUS ini adalah ‘hadiah’ dari Mendikbud Prof. Muhadjir Effendy pada tahun 2018. Laptop ‘dikasih’ Pak Menteri. Kok bisa?

ASUS X441U telah menjadi separuh hidup saya sebagai guru. Hari-hari saya menjalani sebagai profesi guru banyak ditopang dengannya. Laptop ASUS ini saya dapat dengan penuh perjuangan.

Aku seorang guru SMA. Selain mengajar, saya menyukai literasi. Membaca dan menulis menjadi hobi yang saya lakoni hingga kini.

Suatu hari, saya mengirim tulisan ke koran. Artikel berjudul “Bahagia Saat Sekolah’ itu diterima redaksi sebuah koran. Tulisan saya dimuat. Wah, seneng banget rasanya saat itu.

Saya mengirimkan foto pemuatannya ke grup guru. Bukan untuk pamer, tapi hanya ingin berbagi kebahagiaan dengan guru-guru lain. Lalu ucapan selamat dan sambutan baik berdatangan.

“Wah, keren Pak Padil.”

“Hebat, Pak Padil, “

“Guru lain harus bisa juga, nih,” ketua yayasan menimpali.

Ibarat aliran air yang dibendung, kalau sudah jebol maka akan terus mengalir dengan mudahnya. Begitu pun yang saya alami. Semakin banyak ide yang muncul. Lalu tulisan-tulisan berikutnya muncul. Hampir setiap dua pekan tulisan saya dimuat di koran.

Suatu hari ada lomba guru menulis yang diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Lomba ini sifatnya jurnalistik. Jadi tulisan harus dimuat di media. Saya ikut lomba itu. Mengirimkan satu karya berjudul “Ketika Siswa Mendengar”. Tulisan saya meraih juara 2.

Para pemenang diundang ke gedung kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional di Jakarta pada Mei 2018. Selain bertemu Pak Menteri, para pemenang diganjar sejumlah hadiah. Nominalnya cukup besar. Sebagiannya saya belikan laptop ASUS X441U. Sebagiannya lagi untuk mendaftar kuliah magister.

Kenapa Pilihan Saya Langsung ke ASUS X441U?

Alasannya karena saya sudah pakai ASUS X441U duluan. Di sekolah saya, para wakil kepala sekolah mendapatkan inventaris laptop. Ada empat wakil kepala sekolah. Semuanya difasilitasi ASUS X441U. Termasuk saya. Saat itu saya sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.

Jadi, saya meraih juara 2 lomba Kemdikbud itu menulis dengan ASUS (inventaris sekolah).

Makanya sewaktu dapat hadiah dari Kemdikbud tanpa ragu saya belikan ASUS X441U. Sebab sudah terbukti memuaskan performanya.

Berbagai fiturnya cukup mumpuni dalam menunjang tugas dan pekerjaan saya sebagai guru – sekaligus penulis bahkan desain grafis.

Sederet Manfaat Menulis

Sudah bertahun-tahun saya rutin menulis. Bisa dibilang hobi, lah. Kemudian, ternyata hobi ini bisa mendatangkan pemasukan, lho.

Kalau dimuat, tulisan dapat honor yang lumayan,eh tapi mungkin relatif juga sih.

Paling besar sih honor menulis Rp. 400.000 di koran nasional. Ada juga yang Rp. 300.000, Rp. 250.000, bahkan Rp. 25.000. segitu juga udah lumayan. Bisa buat beli kopi temen nulis atau begadang. Juga mengganti kuota internet. Hehe..

“Jangan mau jadi guru biasa. Jangan hanya menjadi seorang pengajar saja. Dalami keterampilan lain,” kata kepala sekolah saya di sebuah rapat.

Benar juga. Guru baiknya punya skill lain seperti literasi, fotografi, desain grafis, dan lainnya. Secara nggak langsung saya sudah jadi guru penulis.

Apakah menjadi guru penulis itu susah? Menulis merupakan keterampilan. Akan terasah dan mahir dengan terus latihan. Supaya mahir menulis kuncinya 3 M yaitu menulis, menulis, dan menulis. Hehe…

Intinya adalah kalau kita mau belajar pasti bisa. Banyak juga lho seorang guru yang juga menjadi seorang penulis. Bahkan karyanya menjadi best seller.

Rasanya kok kok mubazir amat kalau hanya mengajar saja. Hehe..

Kumpulan tulisan bisa dibuat buku juga. Kumpulan tulisan saya di koran lalu saya buat menjadi sebuah buku. Judulnya Guru untuk Indonesia. Punya buku solo adalah impian saya sejak lama. Bukan diterbitkan di penerbit mayor. Saya terbitkan di penerbit indie. Saya tetap bersyukur banget.

 

Menulis buku, apalagi solo, gampang-gampang susah, lho. Semacam sebuah pencapaian yang kudu disyukuri banget.

Saya menulis banyak hal mulai dari opini, resensi, cerpen, dan puisi. 1 karya saya dimuat di koran nasional. 4 resensi buku dimuat di koran ibu kota. Puluhan opini saya dimuat di koran lokal.

Saya mendapat honor dari tulisan itu. Honornya bisa menutupi biaya transportasi dan jajan saya serta anak. Itu juga yang membuat saya rajin menulis di tengah-tengah kesibukan profesi saya sebagai guru.

Satu senjata banyak gunanya. Setelah memiliki laptop ASUS, produktivitas saya makin meningkat. Pekerjaan apa saja yang saya lakukan dengan laptop ASUS di tangan?

1. Makin Pede Menjadi Blogger, Dengan ASUS Sebagai Senjatanya

 

Percayalah, tulisan kita itu nggak ada mubazirnya. Begini, misalnya nggak dimuat di koran, posting aja tulisan itu di blog. Jadi menulis itu tidak ada ruginya. Kalau koran orang lain sebagai redaksinya, kalau blog itu yang jadi redaksinya kita sendiri, pasti dimuat dong. Hehe..

 

Saya makin semangat menulis blog saat laptop ASUS di tangan. Kadang untuk membuat satu tulisan butuh berjam-jam hingga berhari-hari lamanya. Walaupun, kadang ada juga yang selesai dalam hitungan jam. Untungnya, laptop ASUS sangat membantu sekali. Nyaris tidak ada keluhan atau rewel sedikit pun. Pekerjaan menjadi blogger pun lancar jaya. Mulus tanpa hambatan.

Padahal, mengisi blog bukan hanya dengan tulisan aja lho. Perlu juga melengkapi dengan gambar dan desain grafis agar postingan semakin ciamik dan apik. Untungnya laptop ASUS bisa diajak kompromi. Ngeblog pun menjadi semakin serius. Bahkan nggak cuma satu blog lho. Ada 3 blog saya kelola. Salah satunya ya blog ini.

 

2. Dengan ASUS Semakin Mudah Mengelola Website Sekolah

 

“Sekolah kita banyak kegiatan. Tapi kurang pemberitaan,” keluh Pak kepala sekolah di suatu hari.

“Bener sih Pak. Tapi kalau mau dimuat di koran cukup mahal juga,” jawab saya waktu itu.

Saya pernah ngobrol dengan redaktur di koran. Bisa saja kegiatan sekolah dimuat di koran. Tidak bayar. Tapi ‘hanya’ harus beli 100 eksemplar. Kalau harga koran Rp. 4000 per eksemplar artinya sekolah harus mengeluarkan Rp. 400.000 per satu kali tayang.

“Gimana kalau bikin website aja, Pak?”

“Boleh juga. Saya minta tolong Pak Padil ya yang membuat dan mengelolanya?”

Laptop ASUS siap sedia untuk bekerja kapan saja. Tiga hari kemudian website sekolah sudah jadi. Bikin website mah tidak susah. Yang cukup lama itu mengumpulkan bahan seperti profil sekolah, kegiatan-kegiatan sekolah, organisasi yang ada di sekolah, struktur sekolah, dan lainnya.

ASUS membantu saya membuat sebuah sejarah. Sekolah kami masih baru. Sejak berdiri di tahun 2013 lalu, baru punya website di tahun 2018. Ini berkat ASUS juga. Ah, layak berterima kasih nih sama ASUS.

Dan selanjutnya, nggak cuma membuat website sekolah, saya juga mengelolanya. Jadi kalau ada kegiatan sekolah, saya hadir di acara itu sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, sekaligus jadi reporter yang nanti membuat beritanya.

3. Kewajiban Administrasi Semakin Lancar Jaya

Tentang administrasi sekolah merupakan salah satu yang dipikirkan banget sama guru. Pengen tahu seberapa beratnya menyiapkan perangkat pembelajaran ini? Begini, saya mengajar fisika SMA. Untuk satu perangkat pembelajaran terdiri dari RPP 184 halaman, silabus 6 halaman, analisis alokasi waktu 2 halaman, promes 2 halaman, dan prota 2 halaman. Totalnya 196 halaman. Itu baru  1 kelas. Ada 3 kelas, jadi keseluruhan 588 lembar.

Kalau sedang musim bikin RPP, guru biasanya sampe begadang atau bikin berhari-hari. Laptop bisa nggak mati-mati. Cuma di-sleep atau stand by aja. (Sekarang emang sih sudah agak ringan, RPP hanya 1 lembar setiap pertemuan. Jadi lumayan meringankan.)

4. Di Sekolah Guru, ASUS Memudahkan Dalam Berbagi Ilmu

Di sekolah saya ada program sekolah guru. Mungkin bentuk kegiatannya mirip di sekolah-sekolah lain. Tapi sengaja dinamakan sekolah guru supaya kebentuk paradigma bahwa guru itu tak henti terus belajar.

Emang sih, kalau sudah jadi guru bukan berarti lantas berhenti belajar. “Guru yang berhenti belajar, berhenti saja mengajar” pesan kepala yayasan tempat sekolah saya.

Trus, apa aja kegiatannya? Di antaranya bedah buku, seminar, workhsop desain grafis, pelatihan menulis, training fotografi, outbond training, dan lainnya.

Dan hebatnya pematerinya bisa dari guru sendiri. Nggak harus mendatangkan pemateri dari luar atau dari pimpinan yayasan atau sekolah. Ya, pematerinya bahkan dari guru sendiri.

Saya pernah menjadi pemateri. Waktu itu kegiatannya bedah buku Muhammad Super Teacher. Di sekolah, saya telah dibranding sebagai guru literasi. So, begitu ada acara bedah buku, segera saja saya ditunjuk.

 

Apa saja yang disiapkan? Tentu saja review isi buku. Sebagian saja. Nggak usah semuanya disampaikan. Tapi garis besarnya saja. Isi buku diringkas, ditampilkan dalam bentuk presentasi power point. Jadi pakai slide-slide begitu. Supaya lebih seru saya tambahkan video. Untungnya, ASUS selalu siap sedia. Selalu membantu di saat ada perlu. Acara pun berjalan lancar.

Saat tampil sebagai pemateri saya terpaksa mengajak anak. Karena pada saat itu isteri ada jadwal mengajar di kampus. Oh iya, kegiatan ini sebelum pandemi, lho. Jadi masih bisa ngumpul di sekolah.

Berbagi ilmu dalam acara bedah buku

Pertimbangan-pertimbangan

Dalam Memilih Laptop

“Bu, kalau mau beli laptop, pilih yang gimana, Bu?” tanya saya ke seorang teman guru saat rapat pembagian raport.

Meskipun sedang pandemi, mau nggak mau rapat harus tatap muka. Sebab biasanya banyak diskusi tentang nilai siswa.

Ah, kalau guru pasti paham kayak gini. Hehe..

“Yang ringan, Pak. Biar nggak keberatan kalau bawa ke mana-mana.”

“Emang biasanya ke mana aja, Bu?”

“Lha kita kan sering rapat MGMP, bawa ke sekolah, balik lagi ke rumah, kan lumayan Pak kalau berat. Ibu-ibu mah pengen yang ringan.”

Apa diskusi di atas mewakili suara ibu-ibu atau kaum hawa? Sepertinya iya. Bener apa betul?

 

Tapi beda lho kalau tanya ke siswa. Pernah saya melakukan survey kecil-kecilan. Kalau beli laptop, spek-nya yang seperti apa? Mereka bilang kalau beli laptop pengennya yang bisa dipacu kenceng. Buat apa? Maen game, editing video, desain grafis, dan lainnya.

Beda generasi, beda pilihan. Hm, wajar ya. Pilihan mereka tentunya didasarkan pada karakter yang menghendaki laptop sesuai dengan karakter mereka.

Dan tenang saja, dua pertimbangan di atas dipenuhi oleh salah satu produk terbaru dari ASUS. Penasaran produknya apa?

Yap, ini dia. ASUS VivoBook 14 A416. Sebuah  laptop yang  memberikan pengalaman yang memuaskan dalam menggunakannya. Kesan ini sangat kentara dengan jargonnya : Easy portability. Effortless productivity.

Dan, nggak cuma 2 pertimbangan di atas yang bakal dipenuhi oleh ASUS VivoBook 14 A416, lho. Yang benar? Tentu saja!

1. Simpel dan Ringkas, Mudah Dibawa Ke Mana Aja

ASUS VivoBook 14 A416 memang laptop modern yang cocok untuk mobilitas tinggi. Sekarang ini kan banyak yang kerjanya sambil ke mana-mana sambil di mana-mana. Bisa pindah-pindah tempat bahkan ke tempat yang nggak terduga. Terutama pas sebelum pandemi ya.

Seperti saya, rapat nggak melulu di sekolah, lho. Ini saya alami  di awal tahun ajaran. Biasanya sekolah menyusun RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah). Hebatnya, rapat RKAS ini dilakukan pas liburan kenaikan kelas. Jadi, siswa mah udah liburan, guru belum. Supaya fokus dan lebih nyaman rapat biasanya diadakan di rumah makan atau kafe yang menyediakan ruang rapat. Ssst, sekalian perbaikan gizi. Hehe…

Nah, selain laptop, guru bawa juga benda-benda lain. Kebayang kan beratnya bawa barang bawaan guru?

Tapi tenang. ASUS mengerti betul kebutuhan ini. ASUS VivoBook 14 A416 hadir dengan bodi yang ringkas dan ringan. Tau nggak, bobotnya hanya 1,6 kg. Bayangkan saja, ketebalannya hanya 19,9 mm atau 1,99 cm! Wow. Tipis banget ya.

Makanya ASUS VivoBook 14 A416 ini bakal mudah dibawa bepergian ke mana aja. Nggak bakal nambah berat barang bawaan. ASUS pun menyediakan charger yang sangat ringkas dan mudah dimasukkan ke berbagai kompartemen atau ruang-ruang terpisah di dalam tas. Tas kita nggak bakal berantakan. Keren atau keren banget nih?

Bulan lalu saya mengambil honor di kantor redaksi. Perjalanan sekitar 2 jam pakai kereta. Lumayan jauh ya. Makanya saya ngambil honor kalau sudah bayak. Dirapel. Perjalanan 2 jam rasanya kok mubazir banget kalau nggak dipakai nulis. Akhirnya saya keluarkan laptop, dan mulai menulis. Cuek saja dengan orang-orang yang melihatnya.

 Enaknya kalau bisa kerja di mana saja dan kondisi apa saja. Apalagi jika ditunjang ASUS VivoBook 14 A416 yang ringan dan ringkas kita nggak akan mikir-mikir bawa laptop ke mana saja karena ringan dan ringkas itu tadi.

Salah satu rahasia mengapa VivoBook 14 (A416) dapat memiliki bodi yang lebih ringkas dibandingkan dengan laptop 14 inci pada umumnya adalah berkat teknologi NanoEdge Display. Teknologi eksklusif dari ASUS tersebut memungkinkan bezel layar pada VivoBook 14 (A416) dapat tampil sangat tipis, sehingga laptop ini dapat memiliki screen-to-body ratio hingga 82%.

2. Layar Luas dan

Anti Silau, Mengerjakan Tugas dengan Jelas,

Menonton Film Pun Puas

Sebelum pandemi, saya punya program nonton bareng bersama anak-anak di komplek. Terutama anak-anak tetangga kanan kiri. Setiap malam Sabtu anak saya ngajak teman-temannya untuk nobar di rumah. Nggak banyak sih, kadang belasan anak, kadang hanya 5 anak saja. 

Apa yang mereka tonton? Mereka nonton film animasi, kartun, dan film pendidikan. Bisa dari laman Youtube atau film yang ada di laptop. Anak-anak seneng. Seru karena nobar. Daripada mereka main hape aja, masih mendingan nonton laptop karena bisa kita pilih tontonannya. Anak-anak menonton pakai laptop ASUS. 

Nggak cuma anak-anak yang butuh hiburan. Orang dewasa pun butuh hiburan. Keluarga saya biasanya nobar juga akhir pekan. Nggak lama-lama dan nggak sering sih. Biasanya sebulan sekali. Kami jarang sekali menonton di bioskop. Laptop ASUS itulah andalan kami. 

Menatap layar ASUS yang lebarnya 14 inci saja sudah merupakan kenikmatan yang haqiqi. Layarnya lebar. Pun, soal suara, ASUS menghasilkan suara nan cetar dan menggelegar.

Berbicara soal layar, ASUS VivoBook 14 (A416) juga telah dibekali dengan layar berukuran 14 inci dengan resolusi hingga Full HD. So, buat pecinta film, kita bisa mendapatkan pengalaman berkesan dengan ASUS VivoBook 14 A416 ini.

Buat guru gimana? Ah, lebih cocok lagi. Ya, di masa belajar dari rumah (BDR) akibat pandemi Covid-19 ini guru sering mengajar daring. Biasanya guru melakukan meeting online baik itu menggunakan Zoom, Google Meet, Cisco Webex, dan lainnya. Supaya bisa memantau banyak peserta, memang pas banget kalau pakai laptop layar lebar. Dengan layar lebarnya ASUS VivoBook 14 A416 14 inci tadi meeting online pastinya lebih kerasa lebih berasa.

Siapa di sini yang betah banget ngadep laptop? Kalau gitu kita sama. Saya bisa berlama-lama di depan laptop saat membuat konten tulisan di blog. Tau sendiri lah. Bikin tulisan itu kadang cepet kadang lama. Ide bisa muncul dengan cepat atau lambat datangnya.

Kadang satu tulisan bisa dua jam, tiga jam, atau bahkan lebih. Eh ternyata bukan cuma nulis aja yang membuat lama di depan laptop.

Termasuk saat webinar-webinar di masa pandemi begini yang biasanya berlangsung berjam-jam lamanya. Sampai berhari-hari.

Seperti kegiatan PembaTIK (Pembelajaran berbasis TIK) yang merupakan program Peningkatan Kompetensi TIK guru pada 2020 kemarin. Guru kan banyak ikut tuh. Kegiatannya berlangsung lama. Ada level 1 – level 3.

Setiap levelnya bisa 4 – 6 hari. Ditambah ujian kenaikan level. Belum lagi ada persiapan-persiapan setiap levelnya.

Tapi nggak usah kuatir karena ASUS VivoBook 14 A416 sangat cocok digunakan untuk bekerja bahkan dalam waktu yang lama.  

Layarnya sudah dilapisi dengan lapisan anti-silau (anti-glare) serta memiliki sudut pandang hingga 178 derajat. Mata nggak cepat perih atau wajah panas dan hati berdebar-debar akibat lama menatap mantan laptop.

Dengan teknologi ini nggak perlu lagi khawatir pekerjaan terbengkalai atau ditunda-tunda akibat nggak betah berlama-lama menatap laptop. Sangat mendukung kalau sedang mengikuti webinar, meeting online, atau kejar deadline pekerjaan bahkan buat lomba. 

Kerja dalam durasi lama pun nggak masalah karena teknologi ini membuat mata kita tidak mudah lelah. Pencahayaannya pas sehingga kita semakin fokus dengan pekerjaan.

3. Dengan Fingerprint Sensor.

Semakin mudah Log in, Keamanan Pun Terjamin

ASUS VivoBook 14 A416 ini punya keamanan tinggi dan berlapis, lho. Teknologi keamanan biometrik fingerprint sensor adalah fitur login menggunakan sidik jari. Sidik jari setiap orang kan beda-beda. Jadi hanya satu user atau pengguna saja yang bisa menggunakannya.
Wow. Kita bahkan nggak perlu repot mengetikan password. Cukup tempelkkan jari saja. Cukup satu sentuhan saja laptop pun menyala. Semakin simpel dan cepat. Enak atau enak banget?

Maka dipastikan kalau keamanan ASUS VivoBook 14 A416 makin terjamin dan yakin. Fitur ini – fingerprint sensor- biasanya ada di laptop kelas premium. Jadi emang ASUS VivoBook 14 A416 ini laptop kelas premium ya. 

Nggak cuma itu saja dengan fitur ini memungkinkan pengguna ASUS VivoBook 14 A416 bisa masuk ke dalam sistem Windows 10 Home melalui Windows Hello. 

 

4. Performa Kencang, Dengan Prosesor Generasi Terkini

Pernah punya laptop yang lelet dan sering macet? Sedang sayang-sayangnya butuh cepet eh malah kerjanya merayap pelan. Bahkan ngidupin aja lamaa pakai banget. Bisa ditinggal masak air buat nyeduh kopi, dulu. Hehe…

Kalau kayak gitu, kapan pekerjaan mau selesai? Sementara, dunia kita makin serba cepat. Nggak bisa tuh lelet-lelet. Bisa bikin kepala puyeng.

Tapi tenang. ASUS VivoBook 14 (A416) ditenagai oleh prosesor intel i5 generasi 10. Eh, tau nggak, laptop saya itu ditenagai prosesor intel i3, lho. Tapi performanya udah kenceng. Mumpuni buat seabrek aktivitas saya sebagai guru, blogger, desain grafis, dan editing video.

Nah, kebayang kan segimana kencengnya ASUS VivoBook 14 (A416)? Pastilah wush..wush.. Kalau ngidupin ASUS VivoBook 14 (A416) ini nggak bakalan sempet buka bungkusan kopi sachet deh saking kencengnya.

Dengan prosesor Intel core i5 generasi 10 dengan konfigurasi 4 core dan 8 thread serta boost clock hingga 3,6 GHz. Dengan serangkaian fitur dan teknologi terkini yang dimiliki ASUS VivoBook 14 (A416) pastinya

membuat berbagai kegiatan mulai dari bekerja, berselancar di internet, nonton film, editing video, dan lainnya makin lancar jaya.

5. Keyboard Backlit yang mendukung Bekerja

dalam Berbagai Keadaan

Pekerjaan bisa datang mendadak, nggak pandang keadaan. Mau santai atau terdesak, kita harus siap dihadapkan pada pekerjaan.

Dalam berbagai keperluan, pasti membutuhkan dukungan laptop yang nyaman dalam pengetikan.  ASUS VivoBook 14 A416 dibekali dengan keyboard full-size yang telah dilengkapi dengan fitur backlit, sehingga bisa tetap terus mengetik meskipun dalam kondisi gelap. 

Keyboard VivoBook 14 A416 juga didesain secara ergonomis dan lebih kokoh. Setiap tombol keyboard-nya memiliki key travel sejauh 1,4mm yang sangat ideal untuk mengetik.  Jemari nggak perlu jauh-jauh ke mana jangkauannya. Ngetik pun jadi nyaman dan santai.

Sering kali kita kerja dalam kondisi minim cahaya bahkan dalam kondisi gelap. Kan repot kalau ngetik nggak kelihatan tombol-tombol keyboard hurufnya. Tapi hal ini bisa diatasi dengan fitur keren keyboard VivoBook 14 A416.  

Sering ya, asyik kerja sampai suasana gelap. Mau pindah ke tempat yang lebih terang kok rasanya mager (malas gerak) atau ngerasa tanggung. Eh tanggungnya lama. Hehe… Tapi nggak masalah, dengan fitur backlit ini, kerjaan bisa lanjut terus.

6. Doble Penyimpanan yang Ekstra Besar

Salah satu pertimbangan memilih laptop adalah ruang penyimpanan yang besar. Apalagi laptop untuk keperluan sekolah. Sebab berbagai kegiatan harus terdokumentasikan dan disimpan. Dokumentasi itu sering dibutuhkan untuk laporan sekolah termasuk akreditasi. Itu untuk keperluan sekolah. Untuk keperluan lain sama saja, kan? Pengennya punya laptop berkapasitas penyimpanan yang besar? 

Nah, agar dapat memenuhi kebutuhan semua kalangan, VivoBook 14 A416 hadir dengan konfigurasi hardware yang beragam, termasuk pada jenis media penyimpanan data serta memori. 

ASUS VivoBook 14 A416 menggunakan memori DDR4 yang merupakan standar laptop modern dengan kapasitas yang dapat di-upgrade hingga 12GB.

Sementara untuk penyimpanannya, laptop ini mengandalkan dua jenis penyimpanan yaitu 2.5” SATA dan M.2 PCIe. ASUS VivoBook 14 A416 memiliki varian 256 GB, 512 GB, dan 1 TB (SSD). Untuk HDD, ASUS ASUS VivoBook 14 A416 tersedia dalam 1 TB.

Dan pilihan SSD saat ini merupakan kebutuhan banyak orang yang menghendaki pekerjaan menjadi semakin cepat dan performa laptop yang melesat. Kerja nggak perlu nunggu laptop muter-muter mulu. Yakin deh, nggak sempet buat nyeduh kopi dulu.

ASUS VivoBook 14 A416 memiliki desain ruang penyimpanan yang dapat memberi Anda keunggulan kinerja data supercepat dan kapasitas penyimpanan yang besar. Instal aplikasi di SSD untuk respons dan waktu load yang lebih cepat, dan gunakan HDD untuk menyimpan file besar seperti film, koleksi musik, dan album foto.

7. Support Banget buat Bekerja atau Belajar dari Rumah

Jika Anda guru, kerasa banget bermanfaat dua keunggulan ini.

ASUS telah membekali VivoBook 14 A416 dengan satu kamera yang tajam dan cerah sehingga tampilan kita jelas di berbagai ruang aplikasi video conference untuk meeting online.

Ya, hingga saat ini kita masih harus beraktivitas di rumah. Pandemi akibat Covid-19 mengharuskan kita melakukan banyak aktivitas di rumah.

Saya seorang guru SMA hingga saat ini pun masih mengajar dari rumah. Full 5 hari dalam satu pekan. Keperluan untuk mengajar dari rumah pun bisa dipenuhi dengan ASUS VivoBook 14 A416 yang memiliki kamera mumpuni untuk mengajar dari rumah.

Eits, nggak cuma mengajar dari rumah aja, kan? Guru pasti ngerasain selama pandemi ini banyak webinar, workshop, atau rapat online. Bahkan nggak cuma sekali dua kali.

Seperti kegiatan PembaTIK (Pembelajaran berbasis TIK) yang merupakan program Peningkatan Kompetensi TIK guru pada 2020 kemarin. Guru kan banyak ikut tuh. Kegiatannya berlangsung lama. Ada level 1 – level 3. Setiap levelnya bisa 4 – 6 hari. Ditambah ujian kenaikan level. Belum lagi ada persiapanM-persiapan setiap levelnya. Nah, kebayang kan enaknya PembaTIK itu diikuti dengan ASUS VivoBook 14 A416.

8. Dilengkapi dengan Microsoft Office Pre-Installed

Kerja apa yang paling sering dilakukan guru? Ngetik. Ya, mungkin ngetiklah pekerjaan yang paling sering dilakukan guru. Bahkan yang paling merepotkan.  

Software apa yang paling sering dibutuhkan untuk kegiatan mengetik? Apakah sepakat kalau Microsoft Office? Ya, Microsoft Office merupakan aplikasi office terbaik di dunia. Microsoft Office paling diandalkan sebagai aplikasi standar dalam pengolahan data dan dokumen oleh siapapun dalam pekerjaannya. 

Termasuk digunakan kantor sebagian besar institusi di dunia. ASUS VivoBook 14 A416 dilengkapi dengan Microsoft Office Home & Student 2019. Hebatnya lagi, Microsoft Office Home & Student 2019 tersedia secara gratis. Nggak ada biaya tambahan. Seneng apa seneng banget?

Microsoft Office Home & Student 2019 ini juga dapat terus di-update, terbebas dari berbagai ancaman celah kemanan dan malware.

9. Konektivitas Cepat, Terhubung dengan Mudah

Sering banget ya kita menggunakan laptop yang dihubungkan dengan komponen eksternal lainnya. Apalagi buat guru nih ya sering mengajar pakai LCD, Interactive White Board (IWB), speaker eksternal, flashdisk, atau lainnya.

Nggak perlu kuatir. Walaupun VivoBook 14 A416 ini memiliki desain ringkas, tapi menyediakan banyak pilihan port, lho. Cocok banget untuk siapa pun yang punya berbagai kegiatan.

 

VivoBook 14 (A416) dirancang sebagai laptop modern dan mengedepankan mobilitas. Untuk itulah VivoBook 14 (A416) dibekali dengan serangkaian fitur konektivitas mulai dari port USB Type-C, USB Type-A, HDMI, serta combo audio jack untuk memenuhi kebutuhan konektivitas sehari-hari.

Berikut jenis konektivitasnya dalam gambar.

Sementara di sisi konektivitas nirkabel, VivoBook 14 (A416) dibekali dengan WiFi 5 (802.11ac) untuk terhubung dengan jaringan internet, serta Bluetooth 4.1 sehingga penggunanya dapat menghubungkan berbagai aksesori nirkabel.

10. Konstruksi Tangguh, Performa Grafis Mengesankan

ASUS VivoBook 14 (A416) juga tidak hanya dilengkapi dengan berbagai fitur, tetapi juga memiliki konstruksi yang tangguh. Berbagai bagian pada laptop ini, seperti pada chasis utama dan rangka layar, terbuat dari bahan logam untuk memperkuat keseluruhan konstruksi bodinya. ASUS juga menghadirkan perlindungan ekstra untuk HDD di VivoBook 14 (A416) bernama E-A-R HDD Protection. Perlindungan tersebut dapat menyerap getaran yang dihasilkan saat perangkat terguncang dan menyelamatkan HDD yang ada di dalamnya.

Reinforced chassis

 

Reinforced lid

11. MyASUS, Mengontrol Laptop dari Smartphone

Nah, ini satu lagi kelebihan ASUS VivoBook 14 A416. Jadi dengan aplikasi MyASUS, aplikasi bawaan yang bisa menjadi pusat kontrol ASUS VivoBook 14 A416.  

Melalui MyASUS, sang pemilik ASUS VivoBook 14 A416 bisa memantau status laptopnya, melakukan troubleshooting. 

MyASUS juga menyediakan fasilitas agar penggunanya dapat memindai sistem laptop, menemukan masalah, dan memperbaikinya secara otomatis. Keren atau keren banget nih?

 Selain itu, MyASUS juga dapat memperlihatkan status garansi perangkat serta fasilitas untuk menghubungi layanan konsumen ASUS.

Yang paling menarik dari MyASUS adalah fitur bernama Link to MyASUS. Dengan fitur tersebut, pengguna VivoBook 14 A416 dapat menghubungkan smartphone-nya dengan laptop. Kita bisa menampilkan pesan dan notifikasi dari smartphone ke laptop, melakukan panggilan telepon langsung dari laptop, dan membuat smartphone menjadi layar kedua untuk laptop. Link to MyASUS bahkan menyediakan fasilitas untuk berbagi file secara instan antara laptop dengan smartphone.

Spesifikasi ASUS VivoBook 14 A416

Saatnya Memutuskan, Pilih Yang Terbaik.

Memilih laptop ibarat mirip jodoh, lho. Kok bisa? Simak dua alasan ini. Pertama, laptop akan selalu menemani dalam berbagai pekerjaan kita, apapun pekerjaannya.

Waktu kita akan banyak bersama laptop. Pagi, siang, sore, atau bahkan hingga malam. Udah mirip jodoh kan?

Kedua, laptop ini kan buat dipakai lama, kalau bisa emang seumur hidup nggak ganti-ganti. Nah, bener-bener mirip nyari jodoh, to?

Karena itu, pilih laptop yang bener-bener ketahuan bobot, bibit, dan bebetnya. Udah jelas kualitasnya. Dan untuk pertimbangan ini, pilihan tepat jatuh pada ASUS VivoBook 14 A416. Sekarang saatnya memutuskan, maka pilihlah yang terbaik.

6 Sosok Guru Inspiratif

6 Sosok Guru Inspiratif

Guru Inspiratif memiliki banyak makna. Menurut saya, seorang guru inspiratif  adalah guru yang dihormati, dikenang dan diteladani. Bukan hanya oleh siswa tapi juga oleh guru bahkan oleh siapa saja.

Menjadi guru inspiratif memang menjadi dambaan bagi setiap guru. Siapa sih yang nggak ingin sosoknya dijadikan inspirasi oleh banyak orang? Sosoknya dibicarakan bertahun-tahun hingga belasan atau bahkan puluhan tahun. Bahkan  bisa menggerakkan guru-guru lain.

Lalu seperti apakah karakter dari guru inspiratif?  Saya hendak menggambarkan karakter-karakter guru inspiratif lewat sosok guru-guru saya.

Satu

Namanya Bu Sri. Beliau merupakan wali kelas saat saya kelas 2 SD. Beliau mengajar banyak mata pelajaran. Orangnya sabar dan perhatian  Kalau mengajar, intonasi suaranya jelas dan enak didengar. Beliau sering  memanggil siswa dengan sapaan hormat. Bukan hanya nama saja.

Seperti ‘Mas Fadil’,  ‘Mbak Ayu’, bahkan ‘Den Bagus’.  Dengan perlakuan seperti itu saya dan teman-teman merasa diperhatikan dan dihormati. Bahkan sapaan itu masih saya ingat sampai 24 tahun. Sampai saat ini.

Dua

Beliau menjelaskan dengan suara lantang. Suaranya terdengar sampai belakang kalau mengajar pakai kapur tulis warna-warni. Dulu masih pakai kapur tulis.

Pakai kapur merah, putih, biru, hijau dan lainnya. Mata kami pun enak memandangnya. Maka, matematika yang biasanya ditakuti malah menjadi mata pelajaran yang menantang. Beliau adalah Pak Heri.

Beliau sering menggunakan bahasa Jawa untuk memahamkan siswa. Bisa jadi dengan menggunakan bahasa sehari-hari, pelajaran lebih mudah dimengerti. Pak Heri, guru kelas 5 dan 6 SD. Saya masih mengingat beliau hingga sekarang, 21 tahun berlalu.

Tiga

Orangnya supel dan bersahabat. Kalau istirahat atau selesai sekolah masih rajin mengobrol dengan siswa. Sosoknya lucu dan kalau mengajar suaranya lantang. Materi pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Beliau adalah Pak Sayuti, guru agama waktu SMP. Karakternya masih saya ingat hingga 20 tahun ini.

Empat

Bu Patmahwati, guru sejarah waktu SMP. Beliau sungguh pandai bercerita. Kami ibarat disihir. Ceritanya mengalir seperti nyata. Beliau sering memberikan hadiah kepada siswa yang berprestasi. Misalnya bagi yang juara kelas atau yang mendapatkan nilai tertinggi saat ujian. Baik itu ulangan harian atau ujian semester. Mungkin hadiahnya tidak besar tapi hadiah itu pertanda perhatian sayang dan apresiasi kepada siswa. Hadiah kecil dianggap besar oleh siswa

Lima

Pertama mengalami pengalaman ngaliwet sama beliau, Pak Zaenuri. Beliau guru agama waktu di SMA. Selain hebat dalam mengajar, beliau dekat dengan siswa. Saya dan teman-teman pernah ngaliwet. Masak menggunakan pawon atau tungku, kayu bakar sebagai bahan bakar, dan makan di atas daun pisang. Seperti tak ada sekat dan batas antara guru dan siswa. Tapi kami tetap menaruh hormat pada beliau. Hingga kini beliau dengan tangan terbuka menerima kunjungan siswa.

Enam

Pak Saragih merupakan guru eksekutor kedisiplinan siswa. Beliau wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Tapi aneh, siswa sukarela untuk dihukum. Ternyata sebelum mengeksekusi hukuman, beliau menyadarkan dulu bahwa memang siswa melanggar. Sehingga konsekuensinya harus dipatuhi.

Beliau guru matematika waktu SMA. Saat mengajar kalimatnya jelas dan keras. Siswa jadi memerhatikan dengan serius. Matematika yang biasanya ditakuti, malah menjadi mata pelajaran yang menantang. (*)

Tulisan ini diikutkan pada lomba blog yang diadakan AISEI Writing Club, dalam rangka Hari Ulang Tahun AISEI yang ke-2. www.aisei.id.

Biodata Peserta : Supadilah. Guru di SMA Terpadu Al Qudwah. Menyukai olahraga dan literasi. Penulis berdomisili di Rangkasbitung, Banten.