Pilih Laman
Skill Meningkat, Usaha Melesat Dengan Memanfaat Media Sosial

Skill Meningkat, Usaha Melesat Dengan Memanfaat Media Sosial

Skill Meningkat,

Usaha Melesat

dengan Memanfaatkan Media Sosial

Media sosial ibarat sebuah pisau. Bisa berbahaya juga bermanfaat. Tergantung siapa yang memegang pisau itu. Kalau pisau dipegang tukang daging, pisau jelas bermanfaat untuk membantu pekerjaannya yaitu memotong atau mengiris-iris daging.

Saya merasakan benar manfaat media sosial saat pandemi. Dari pengalaman saya isoman, media sosial mengubah ketakutan karena virus Covid-19  menjadi optimis bisa sembuh. Berkat teman-teman yang menyemangati dan memberikan perhatian.

Padahal, saat itu saya dan istri sampai cemas, apa bisa sembuh dari Covid-19 ya? Mengingat efek yang dirasakan begitu aneh dan menyiksa. Bagi yang sudah kena pasti akan merasakannya. Kalau positif Covid-19 itu sungguh tidak enak rasanya. Badan lemas, demam, batuk, hingga anosmia atau kehilangan penciuman.

Saat terkena Covid-19 bulan Juni 2021 lalu. Padahal, sejak 2020 lalu saya sering bolak-balik ke Jakarta, sering naik kereta api, dan sering bepergian. Namun, saya tidak terkena Covid-19. Eh malah kena Covid-19 di Juni 2021. Sementara, saat itu kasus Covid-19 dalam kurva menurun, termasuk di daerah saya.

Bahkan, saya sudah melakukan vaksinasi sebanyak 2 kali. Jadi saya mengalami sendiri bahwa sudah divaksin belum tentu bebas dari Covid-19. Namun, dengan vaksinasi, dampaknya lebih ringan.

Diawali dengan demam selama tiga hari. Namun, saat itu penciuman masih ada. Sehingga saya anggap demam biasanya. Istri dan anak saya tidak tertular. Nah, di hari keempat, istri saya mengalami anosmia atau kehilangan penciuman. Herannya, istri saya tidak mengalami demam. Jadi gejala saya dan istri berbeda. 

Saat itu, kami langsung cemas. Di sini kami merantau. Tidak ada orangtua atau saudara dekat. Kami di Banten, sementara orang tua di Jambi. Kalau dirawat di rumah sakit, anak-anak sama siapa? 

Saat itu rumah sakit kewalahan menerima pasien Covid-19. Bahkan banyak yang ditempatkan di tenda sementara karena ruangan penuh.

Akhirnya pilihan kami adalah kalau isoman dengan sangat hati-hati karena ada anak-anak. Anak sulung berusia 5 tahun, yang bungsu 3 tahun.  

Di hari kelima demam sudah hilang. Lemas juga hilang. Saya lebih banyak mengurus rumah dan anak-anak. Mulai dari masak, mandi, makan, atau main. Untungnya saya bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dilakukan istri. Jadi, walaupun laki-laki, harus bisa juga melakukan pekerjaan perempuan.

Kondisi istri lumayan mencemaskan. Dia lemas, batuk, dan demam. Mungkin karena belum melakukan vaksinasi. Saya sudah vaksinasi karena ada kebijakan guru harus divaksinasi untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Di daerah saya belum ada vaksinasi untuk masyarakat. Makanya istri saya belum vaksinasi.

Hanya satu pertimbangan kami tidak mengabari tetangga kalau sedang isoman; tidak mau merepotkan tetangga.

Di hari ketiga kami isoman, mau tidak mau, banyak yang tahu kalau kami isoman. Ada yang ngasih makanan. Anak-anak kami yang menerimanya. Tapi tidak tahu namanya.

Akhirnya kami mau ngucapkan terima kasih lewat status WhatsApp.

“Nanti tetangga tahu kalau kita sedang isoman, Dek?”

“Tapi bagusnya ngabari kalau sedang isoman. Juga kasih tahu Pak RT. Biar mereka juga jaga-jaga. Atau untuk pendataan.”

“Betul juga. Biar mereka tahu kalau nggak keluar rumah karena sedang isoman,”

Akhirnya kami berterima kasih lewat status WhatsApp. 

Saya juga mengirim pesan ke Pak Ridwan, ketua RT. Beliau menganjurkan agar langsung isoman saja. Mendoakan agar cepat sembuh.

Saya mengabari kepala sekolah kalau kena Covid-19. Sama seperti Pak RT, kepala sekolah menganjurkan isoman saja. 

Tidak berapa lama dari pasang status WhatsApp, banyak yang mengirimkan pesan. Banyak yang menyemangati agar tetap semangat menjalani isoman. Di grup guru pun banyak yang mendoakan.

Wah, benar-benar senang dan semanga kalau dikasih perhatian. 

Tuhan telah menggerakkan Tangan-Nya. Setelah banyak yang tahu kalau kami sedang isoman, banyak yang ngasih bantuan. Saudara, teman, dan tetangga yang silih berganti mengirimkan makanan.

Ada yang berkirim bakso, martabak, telur, sop, dan nasi berikut lauk pauknya. Ada  yang berkirim buah, minuman herbal, madu, dan obat-obatan.  Saya makin sehat karena makin banyak makan. Ada yang mengirimkan bahan makanan mentah. Selama 5 hari selanjutnya saya tidak masak karena sudah cukup dari kiriman tadi.

Banyaknya antaran ke rumah, menandakan kepedulian teman-teman. Satu pekan saya nggak masak. Bahkan makanan berlebih. Buah-buahan banyak.

Ibu berpesan. “Kalau ada yang nganterin makanan diterima. Pertanda mereka peduli Kalau ada teman yang sakit, gantian ngasih bantuan.”

Betul-betul terharu.

Kami sudah merasakan betul dampak positif dukungan dari saudara, teman, dan tetangga. Karena itu, saya harus bisa membalasnya. Setelah kami sembuh, kalau ada teman yang positif, kami berusaha membantu.

Sekolah kami membuka gerai pangan. Guru dipersilakan meletakkan bahan makanan yang sesuai kemampuannya. Pada umumnya sembako.

Lalu guru yang membutuhkan bisa mengambil secukupnya.

Tidak jarang ada masyarakat yang juga ikut. Memanfaatkan media sosial kami menawarkan kegiatan ini. Responnya bagus. Kegiatan ini dilakukan setiap hari Jumat. Hingga saat ini sudah berjalan sepuluh bulan.  

Saat ini kita memang tengah dihadapkan pada pandemi yang memberikan dampak yang luar biasa. Sekolah harus daring,  wisata sepi, usaha/perekonomian lesu, kesehatan terganggu, dan lainnya.

Positif Negatif Media Sosial

 

Selama pandemi, durasi bermain media sosial mungkin semakin lama. Karena anjuran untuk membatasi mobilitas, kita jadi sering di rumah. Semakin sering pula kita berinteraksi di media sosial. Beragam motif orang mengakses media sosial. Mulai dari menjalin silaturahmi, mencari informasi, mengembangkan hobi, promosi usaha, hiburan, dan lainnya.

Teknologi semakin berkembang. Kehidupan erat sekali dengan perkembangan teknologi. Salah satu dampak positif perkembangan teknologi itu adalah kehadiran media sosial. Saat ini siapa sih yang tidak punya media sosial? Hampir setiap orang punya. Bahkan, banyak orang yang punya media sosial lebih dari satu.

Media sosial memang punya kekuatan yang luar biasa. Bisa mengubah keadaan dan menggerakkan. Dalam kasus Baim Wong dan Kakek Suhud misalnya. Dengan catatan kita tidak tahu siapa yang benar siapa yang salah, media sosial punya andil dalam mempertemukan sekaligus mendamaikan keduanya. Baim yang tadinya marah-marah dan kesal menjadi ramah kepada Kakek Suhud.

Tapi, kalau boleh usul, dengan kejadian seperti ini tidak harus buru-buru ada di pihak mana. Tahan untuk berkomentar apapun kalau tidak menjernihkan. Sebaiknya kita mendapatkan secara utuh masalahnya. Kemudian mengambil hikmah dari peristiswa itu.

Jangan ‘bersumbu pendek’ dengan sebuah peristiwa yang bisa menjadi bumerang. Begitu pun dengan peristiswa lain. Di masa pandemi ini banyak sekali berita hoax yang berseliweran.

Pelaku hoaks itu bukan tidak pintar. Malah, hoaks sering juga dilakukan orang-orang yang secara pendidikannya cukup mumpuni dan punya gelar akademik.

Bahkan ada plesetan ‘semua akan kena hoaks pada waktunya’. Sebuah gambaran bahwa hoaks bisa terkena siapa saja.

Ini juga yang saya alami di grup sekolah. Ada beberapa guru yang suka mengirim berita yang belum tentu benarnya. Malahan, beberapa kiriman itu adalah berita bohong itu.

Ada yang mengingatkan. Dia malah tersinggung. Dia beralasan, ‘kalau salah ya tidak apa-apa. Kalau benar, kita bisa waspada.’

Lain waktu, seorang guru-pendidik mengirim sebuah video tentang magnet yang menempel di lengan pascavaksin. Lalu pura-pura bertanya apa betul yang dikatakan di video itu.

Saya tahu kalau dia pura-pura bertanya. Dari sekian banyak guru, dia yang termasuk belum divaksin. Sampai sekarang, dia belum divaksin.

Lalu saya mengingatkan untuk mengecek berita seperti itu ke google dulu. Biasanya sudah ada yang membahasnya. Termasuk video magnet vaksinasi tadi. Hanya keluar sedikit kuota internet untuk searching.

Nah, ketimbang menyebarkan berita yang belum tentu benar, lebih baik gunakan media sosial untuk menyebarkan hal-hal baik. Tidak sulit. Konten-konten positif juga banyak tersedia di internet baik berupa gambar, tulisan, video atau podcast.

Media Sosial Sebagai Senjata Meraup Cuan

Saat pandemi memang banyak usaha yang turun pendapatannya bahkan gulung tikar. Namun, banyak juga usaha yang tetap eksis seperti bisnis perawatan, kecantikan, kesehatan, dan lainnya.  

Indozone juga melaporkan bahwa penggunaan dompet digital atau e-wallet mengalami lonjakan drastis pada 2020 dengan meningkat 44 persen dibanding tahun sebelumnya.

Ringkasnya, selama pandemi, hal yang berbau online berkembang pesat. Jualan online semakin marak. Ini menjadi peluang kita untuk ikut meraup keuntungan lewat online.

Usaha saya juga terdampak pandemi. Saya dulu punya toko yang menjual pakaian, obat-obatan herbal, frozen, dan barang-barang rumah tangga. Toko kami berdiri sejak 2015. Sudah punya banyak reseller dan mengerjakan karyawan. Toko kami terus berkembang. Sampai kemudian pandemi Covid-19 menerpa.

Sebelum pandemi kami bisa menambah freezer, menyetok barang-barang, dan selalu menambah reseller, tidak ketika pandemi begini. Pelanggan yang datang semakin sepi. Jumlah reseller mentok bahkan berkurang. Dan kami tak berani menambah stok barang.

Pemasukan terus menurun. Akhirnya, dengan berbagai pertimbangan akhirnya satu mesin freezer dijual. Barang-barang pun banyak yang didiskon.

September 2020 kami fokus berbisnis produk kesehatan. Pendirinya merupakan trainer top di Indonesia. Buku-bukunya banyak menjadi best seller. Salah satunya adalah buku 7 Keajaiban Rezeki.

Sejauh yang saya amati, orang-orang di dalam bisnis ini tidak pernah terdengar kontroversi atau bermasalah. Makanya saya yakin ikut bisnis ini. Setelah bergabung, ada pembinaan. Jadi tidak dilepas atau dibiarkan begitu saja.

Karena dalam kondisi pandemi, pembinaan dilakukan secara daring. Justru semakin hemat. Kalau offline sudah berapa biayanya. Belum lagi masalah transportasi dan akomodasinya. Hampir tiap pekan di-coaching sama beliau. Banyak ilmu yang didapatkan.

Bisnis ini menekankan pentingnya media sosial untuk menjual. Media sosial berfungsi sebagai senjata. Ada 4 senjata yang harus dimaksimalkan. Media sosial itu disingkat dengan WIFI.

Nah, WIFI merupakan akronim dari WhatsApp, Instagram, Facebook, dan Internet. Media sosial harus dimanfaatkan untuk meningkatkan penjualan. Smartpone digunakan dengan smart.

Jadi jangan hanya untuk eksis atau hiburan semata. Bermodal smartphone, jaringan internet, dan jari jemari yang selalu postang posting. Akhirnya bisa closing.

Tidak hanya tentang profit, di bisnis ini kami juga menambah skill yang mendukung bisnis. Apa aja? Misalnya desain grafis dan editing video

kemampuan public speaking untuk daya gedor marketing, optimasi media sosial, mahir copywriting, dan lainnya. Semuanya itu dari rumah saja.

Di bisnis ini, kami ‘dipaksa’ menguasai banyak hal baru dan terbaru. Seperti aplikasi kinemaster, capcut, hingga reels-nya instagram. Benar-benar harus melek media sosial.

Setiap media sosial dikelola dengan baik. Instragram begitu juga. Akunnya harus dikelola. Tidak boleh sembarang posting. Tampilannya harus rapi, teratur, dan tertata.

Tampilannya harus apik dan menarik. Harus kelihatan enak dipandang. Warna dan kontennya diatur. Warna postingan membranding akun. Aturannya mirip Instagram Indozone yang dominan merah. Jadi kelihatan enak dipandang.

Warna merah identik Indozone memberikan penegasan keberanian. Merah juga warna kuat yang hangat, menarik, dan seksi. Pas betul dengan jargonnya Indozone #KAMUHARUSTAU. Sebab Indozone memang selalu menyampaikan berita yang aktual secara maksimal.

Semua media sosial Indozone menjadi rujukan berita dan informasi. Indozone menyajikan menu lengkap seperti #kamuharustau, infografik, otomotif, sport, life, health, travel, movie, music, seleb, youtube, dan lainnya.

Tak hanya menyajikan konten yang informatif dan menghibur, Indozone lewat media sosial dan website-nya juga konsisten memberikan sajian edukatif.

 

Termasuk saat pandemi. Indozone juga menyediakan berita dan hiburan berkualitas dan ter-update. Bahkan kita bisa mengecek kebenaran suatu berita lewat Fakta dan Mitos. Ada juga menu FYI atau For Your Informasi yang bekal memberikan tambahan pengetahuan yang penting bagi generasi Milenial dan Gen Z.

Didahului dengan instagram @indozone.id pada tahun 2014, PT Indozone Media Indonesia yang berdiri pada tahun 2018. Lalu di 2019, portal berita www.indozone.id berdiri untuk menginspirasi Generasi Milenial dan Gen Z. Dengan tagline #KAMUHARUSTAU, Indozone merupakan portal berita yang sangat tepat untuk kebutuhan generasi muda Indonesia. Indozone juga menyajikan tulisan, video, maupun infografik. Kita tinggal pilih atau ambil semuanya untuk mendapatkan beragram bacaan dan sumber pengetahuan yang sangat luas.

Penutup

Jadi benar sekali ada ungkapan selalu ada hikmah di setiap kondisi. Pandemi membuat kita semakin kreatif dan adaptif. Kreatif menemukan berbagai ide agar bertahan melewati pandemi yang entah kapan berakhir.

Selama belum pasti itulah kita harus bersiap dengan segala kemungkinan.

Yang bertahan dalam menghadapi pandemi bukanlah  yang terkuat, tapi orang yang bisa beradaptasi.

Termasuk dalam penguasaan teknologi. Kalau sebelumnya begitu awam tentang teknologi, selama pandemi kita dipaksa untuk akrab dengan pandemi.

Pilihannya ada 2 antara jadi victim (korban) atau victor (pemenang). Pilih yang mana? Terserah kita. 

Mari kita manfaatkan media sosial agar lebih menghasilkan dari sekadar hiburan. Jualan online semakin marak. Rugi kalau tidak ambil bagian di dalamnya. Dan bukan cuma beradaptasi, tapi agile atau lincah menguasainya.

Kuncinya tiga yaitu 1) Lebih rajin, 2) lebih bermutu dan lebih kreatif, dan 3) konsisten.

GuruInovatif.id sebagai platform Terbaik Tingkatkan Mutu dan Sertifikasi Guru

GuruInovatif.id sebagai platform Terbaik Tingkatkan Mutu dan Sertifikasi Guru

GuruInovatif.id

Platform terbaik

untuk Tingkatkan Mutu & Sertifikasi Guru

Selama belajar dari di masa pandemi, tugas guru semakin berat. Bukan saya mengatur strategi menguasai teknologi tapi juga menerima kritik ‘makan gaji buta’. Bagaimana guru menyikapinya?

“Anak-anak gimana ini ya? Sudah kelas 10 SMA tapi kok pelajaran kelas SD masih nggak bisa. Masa iya kita harus ngajar pelajaran SD lagi?”

“Wah sama Pak di tempat saya juga begitu. Anak-anak itu pecahan aja entah lupa ntar nggak bisa. Kalau hitung-hitungan itu kan sering menggunakan pecahan desimal atau pecahan campuran. Itu kan pelajaran SD juga.”

Begitulah yang terjadi dalam percakapan percakapan MGMP guru beberapa waktu lalu. Selama belajar daring saat pandemi, pekerjaan guru semakin berat. Mengeluhkan siswa yang sulit memahami materi pembelajaran.

Saat pembelajaran tatap muka saja siswa susah paham. Apalagi daring. Dulu kurang semangat belajar, sekarang semakin tidak semangat belajar. Dari 30-an siswa hanya 8 yang on camera saat belajar daring.

Lalu guru ada yang cuek mengajar sekadarnya. Akhirnya Cuma ngasih tugas. Siswa mengerjakan soal di buku. Tugas dikumpulkan. Bisa dinilai bisa juga tidak.

Tidak semua guru yang begitu. Ada juga guru yang komitmen dengan perannya. Memaknai tugasnya sebagai pedidik. Tidak mau hanya memberikan tugas saja. dia punya tanggung jawab agar siswa paham ilmu yang diberikan.

mENANGGAPI kIRITIK GURU MAKAN GAJI BUTA?

Selama belajar dari di masa pandemi, pekerjaan guru semakin berat. Bukan saya mengatur strategi menguasai teknologi tapi juga menerima tuduhan ‘makan gaji buta’.

Seorang rekan guru, dan bilang, “Ya sudah biar anaknya diajar sendiri aja. Kasih nilai sendiri, kasih raport sendiri, diluluskan  sendiri.”

Tapi nggak semua guru yang bilang seperti itu. Ada juga guru yang merespon dengan baik. Dia bilang yang penting kita sudah berusaha mengajar dengan baik. Kan tidak semua anak yang bisa menangkap pembelajaran dengan cepat.

Yang penting kita memahamkan bahwa belajar itu sangat penting. Terus, sesulit apapun guru mengajar, jangan lupa tetap melakukan pendidikan karakter.

Jadi guru memang nano-nano rasanya. Saya sudah 10 tahun menjadi guru. Banyak hal yang saya rasakan. Kadang kesal, capek, bahkan marah. Tapi juga sering  bahagia, bangga, bahkan terharu.

Selama pandemi, kita banyak menggunakan blended learning yaitu campuran antara pembelajaran tatap muka dan belajar daring. Sebetulnya Indonesia akan siap menerapkan pembelajaran ini. Kapan waktunya? Di tahun 2035.

Namun, negara api pandemi lebih dulu menyerang. Akhirnya, blended learning semakin cepat diterapkan. Hasilnya? Karena mendadak, banyak guru yang tergagap dengan penggunaan teknologi.

 

Pembinaan Kompetisi Sains Nasional tingkat Kabupaten (saat PTM)

Tantangan Guru Saat Belajar Daring Selama Pandemi

Jadi wajar kalau di awal pandemic dulu banyak masalah yang ditemui. Mulai dari minimnya akses internet, kuota internet terbatas, mati listrik, atau kehadiran siswa minim.

Selain itu, banyak guru yang gagap menggunakan teknologi seperti zoom, google meet, google suite, presentasi power point, membuat video pembelajaran, dan lainnya. Juga memilih strategi pembelajaran, menghidupkan suasana kelas, memberikan tugas, menilai tugas siswa, dan lainnya.

Sudah 1,5 tahun lebih kita mengalami pandemi. Sudah ada 2 angkatan yang lulus. Perpisahan dilakukan secara virtual. Sudah selama itu, ternyata masih ada guru yang belum menguasai teknologi. Begitu pun banyak guru yang masih sulit mengatur kelasnya. Sehingga, saat daring, pembelajaran masih sepi dan berjalan kurang menarik. Misalnya itu tadi, dari 30-an siswa yang hadir belasan siswa, itu pun yang on camera hanya beberapa saja.

Hal ini terjadi juga di kelas saya. Sedikat yang hadir. Selain itu, saya heran, kenapa ada siswa yang telat mengirimkan tugasnya. Dan hal ini terjadi beberapa kali. Saya penasaran. Ada apa dengan siswa ini?

Saya lalu berdiskusi dengan seorang teman. Kebetulan dia lebih senior dari saya. Ternyata dia pernah mengalami hal yang sama. Namun dia sudah menemukan solusinya.

“Kita tidak bisa langsung menyalahkan siswa. Sebelum memulai pembelajaran seorang guru hendaknya melakukan asesmen ketersediaan fasilitas pada siswa. Guru harus mendata siswa yang punya HP atau laptop. Lalu, apakah HP dan laptop punya sendiri, punya orang tua, atau dipakai bersama.”

Hmm, apa bedanya, kenapa harus dilakukan, Mas?”

Saat itu kami mengobrol di warung kopi. Kenapa warung kopi? Biar suasananya lebih cerah. Sekalian refreshing untuk mendapatkan hal yang baru dari biasanya.

“Pertama, kalau hape atau laptopnya punya sendiri, harusnya dia bisa kapan pun masuk kelas atau mengerjakan tugas. Jadi kalau dia telat atau tidak hadir, kita harus dengarkan alasan dia, lalu kasih pemahaman.”

“Ok, paham, Mas. Terus?”

“Kalau alat itu dipakai bersama, bisa jadi dia nunggu gilirannya. Mungkin saat itu sedang dipakai saudaranya untuk belajar daring juga.  Maka, dia harus bergantian. Dia bisa mengerjakan tugas kalau saudaranya sudah selesai pakai alat itu. Nah, kalau begitu, apa kita mau kesal sama siswa?”

Right. Benar juga. Lanjutkan, Mas”

Senior saya tidak langsung menjawab. Melainkan menyeruput kopi di depannya. Menikmati benar seruputan kopinya.

“Terakhir, bisa jadi dia tidak punya handphone. Dia pakai handphone orang tuanya untuk belajar daring,”

“Sebentar, zaman now apa iya ada yang tidak punya handphone, Mas?”

“Kan tidak semua orang itu kaya. Banyak yang tidak punya. Bahkan kehidupan mereka sulit. Kalau di kota mungkin iya semua punya handphone. Lha kalau yang tinggal di pelosok? Banyak lho yang tidak punya handphone. Apalagi laptop. Jadi dia harus nunggu orang tuanya pulang dari kerja, baru bisa masuk kelas, mengecek ada tugas, dan mengerjakannya. Kalau begitu, apa tega kita kesal dan marah sama siswa?”

Saya terdiam. Tak menjawabnya. Mikir. Benar juga ya. Banyak siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Tak mampu membelikan handphone untuk anaknya. Kadang kita seakan tak percaya. Tapi inilah realita yang ada di sekitar kita.

Dari sana saya dapat pemahaman kalau guru tak boleh langsung kesal atau marah kalau siswa telat atau bahkan tidak bisa mengerjakan tugas yang diberikan. Hm, selama ini guru (baca: saya) pukul rata. Menganggap siswa taka da masalah dengan peralatan belajarnya.

Pembaca, setuju enggak kalau setiap pekerjaan punya resiko masing-masing. Pepatah jawa mengatakan Urip kui sawang sinawang. Maksudnya adalah kita seringkali menganggap kehidupan orang lain lebih baik dari kita. Padahal orang lain pun demikian menganggap hidup kita lebih baik darinya.

Profesi guru tentu ada tantangannya. Apa tantangannya? Banyak. Salah satunya ada kritik dari orang tua. Lalu apakah itu menjadikan kita mundur sebagai guru? Mundur sebagai guru bukanlah solusi. Jangan menganggap profesi ini yang paling berat. Percayalah bahwa profesi yang kadang membuat kita bosan sebetulnya diincar oleh banyak orang. Sepakat?

MENJAWAB KRITIK

Daripada sibuk memasang alibi, lebih baik introspeksi diri. Daripada sibuk mengklarifikasi, lebih baik lakukan perbaikan diri.

Namanya manusia pasti ada kekurangan. Orang mengkritik itu wajar. Kalau dikritik, terima saja dulu. Kritik ibarat pengingat, agar kita mengevaluasi diri. Kritik bisa benar, bisa salah. Kalau salah, kota cuekin saja. Berbuatlah seperti yang sudah-sudah. Lha kalau kritik itu benar, kita harus mengubah perilaku kita.

Lebih baik kita lebih semangat menjalankan tugas sebagai guru. terus belajar dari banyak tempat dan orang. Seperti kata Ki Hadjar Dewantara yang mengatakan Setiap orang adalah guru. Setiap tempat adalah sekolah.

Kalau tidak bisa mengatasi masalah yang ditemui, bisa berbagi dan berdiskusi dengan rekan guru. Siapa tahu dia pernah punya pengalaman yang sama. Akhirnya kita bisa mendapatkan solusi untuk masalah yang kita hadapi tadi.

Selain berdiskusi, kita bisa belajar dari berbagai pelatihan. Lalu bagaimana kalau masih pandemi? 

Nah, kita bisa ikuti pelatihan secara online. Dan pelatihan online terbaik untuk guru bisa dibilang adalah GuruInovatif.

Saya mengenal guruinovatif.id sejak 11 September 2020 lalu. Berbagai kegiatan guruinovatif.id yang sudah saya ikuti. Saya tak merasa bosan, justru semakin penasaran.

GuruInovatif.id adalah sebuah platform online learning yang menyediakan kursus, pelatihan, dan sertifikasi untuk guru. Semuanya bisa diakses secara daring atau online. Jadi kita bisa belajar dan meningkatkan kualitas mengajar, menambah wawasan, dan meningkatkan skill tanpa harus keluar rumah. Mudah belajarnya, luar biasa hasilnya.

Kelebihan dan Kemudahan Pelatihan Online

Pertama, pelatihan lebih menarik karena dikemas dengan rapi dan melibatkan teknologi.

Kedua, hemat biaya . Jika dibandingkan pelatihan secara langsung (offline) biaya pelatihan jauh lebih murah. Biaya pendaftaran pelatihan lebih mahal. Belum lagi transportasi ke lokasi pelatihan.

Ketiga, ruang lingkup semakin besar. Kita bisa bertemu dan berinteraksi dengan guru dari berbagai daerah. Semakin beragam interaksi, semakin besar pula ilmu yang bisa didapatkan.

Keempat, efisiensi waktu. Biasanya sertifikat pelatihan online lebih cepat didapat dibanding sertifikat offline. Setuju?

Lalu, apa saja yang bisa guru dapatkan di GuruInovatif.id? Banyak, lho. Guru dapat mendapatkan Pelatihan Guru yang dengan kemudahan akses lewat zoom, Youtube, hingga Instagram live. Jika ada rekamannya, kita bisa mengaksesnya kapan pun kita bisa.

Tersedia pula sertifikat dalam kegiatan GuruInovatif.id dengan 4 JP hingga 32 JP. Sertifikat ini tentu sangat memudahkan untuk Sertifikasi Guru seperti halnya kenaikan pangkat, jenjang karir, guru berprestasi, dan lainnya.

Hampir setiap pekan atau GuruInovatif.id mengadakan kegiatan. Tentu saja ini memberikan kesempatan guru untuk mendapatkan ilmu seluas-luasnya. Sebagai bentuk kemudahan Guru Belajar bergabung di GuruInovatif.id merupakan pilihan yang pas.

Di GuruInovatif.id kita juga dengan mudah mengakses video, artikel, dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Download RPP juga di GuruInovatif.id saja yang semakin cepat, mudah, dan berkualitas layanannya.

Tak hanya meningkatkan skill, GuruInovatif.id mengubah paradigma. Dulu saya tak berpikir harus mengupgrade diri.

Merasa yakin dengan kemampuan yang sudah dimiliki. Selama beberapa kali mengikuti pelatihan GuruInovatif.id wawasan semakin berkembang.

Sejak September 2020 lalu hingga sekarang banyak sekali kegiatan GuruInovatif.id yang saya ikuti. GuruInovatif.id punya banyak yang bisa kita pilih untuk meningkatkan mutu guru. Juga untuk kepentingan Sertifikasi Guru.

 

1. Productivity Course

Dengan mendaftar di GuruInovatif.id, kita bisa mendapatkan berbagai kursus secara gratis. Kita juga bisa dapatkan sertikat 8 JP dengan menyelesaikan pelatihan dengan video berkualitas tinggi yang sangat related untuk pengalaman mengajar .

 

2. Mini Course

Mini Course atau kursus mini menghadirkan topik-topik seperti Pedagogik Content Knowledge (PCK) dan High Order Thinking Skill (HOTS) untuk segala jenjang. Mini Course bersertifikasi 16 JP.

3. Online Certification

Berbagai skill untuk guru atau bukan guru, bisa kita dapatkan dan tingkatkan di GuruInovatif.id. Ada kursus online premium bersertifikat 32 JP yang terdiri dari video pengajaran. Cocok untuk guru TK hingga SMA.

4. Bincang GuruInovatif (GI)

Bincang GuruInovatif (GI) menghadirkan pembicara dari guru dan praktisi pendidikan dari berbagai daerah, bahkan lintas negara, lho. 

5. Online Guru Inovatif Class

Satu lagi program Guru Inovatif yang keren. Mendatangkan berbagai narasumber ahli dalam  seminar online atau webinar. Pasti semakin bertambah skill guru.Kita juga bisa dapatkan sertifikat 4JP.

6. Guru Inovatif (GI)

Guru Inovatif Academy memberikan pelatihan yang semakin lengkap karena ada materi, mentoring, dan pelatihan langsung secara berkala. Program ini sangat menunjang kemampuan dan softskill dalam pengajar. Kita bisa dapatkan sertifikat 32 JP dalam program ini.

Hafiz Anshari, S.Si., S.Pd. dalam GI Class pada Jumat, 8 Oktober 2021 memotivasi guru Indonesia agar percaya diri membuat konten di media sosial. 

Anshari mengutip perkataan Raditya Dika, “Kalau kamu suka baca, mulailah menulis. Kalau kamu suka nonton, mulailah membuat film.

Anshari mendapatkan data bahwa siswa yang diberikan video pembelajaran yang dibuat oleh guru sendiri akan membuat siswa lebih tertarik, siswa termovitasi, dan membuat lebih terkesan.

Karena itu,  guru harus pede (percaya diri) membuat konten pembelajaran sendiri. Kalau kurang mahir itu bisa diatasi dengan banyak latihan dan masalah jam terbang.

Keunggulan belajar dan pelatihan di GuruInovatif.id

Meningkatkan Skill Guru

Trainer Berpengalaman

Kursus Bersertifikasi

Belajarnya Mudah

GuruInovatif.id telah dipercaya oleh guru dan pegiat pendidikan di berbagai daerah di Indonesia. Telah 90.000 lebih guru dan pegiat pendidikan, 11. 000 lebih sekolah dan instansi pendidikan dengan 450 lebih pelatihan di lebih dari 450 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. 

GuruInovatif.id memberikan kesampatan kita untuk mendapatkan berbagai fasilitan dengan biaya yang sangat terjangkau melalui program membership. Untuk membership, nanti akan mendapat fasilitas VVIP/Premium webinar dan course bebas selama 1 tahun. Termasuk fasilitas Bincang GI, GI Class. GI Academy dan ISLTF.

Program ini sangat hemat. Terdapat pilihan paket Rp. 135.000 untuk 3 bulan, Rp. 249.000 untuk 6 bulan, dan Rp. 365.000 untuk 1 tahun.

Jika dirata-rata berbagai fasilitas GuruInovatif.id hanya berbiaya mulai dari Rp. 1.000,- perhari. Kesempatan betul ini kan?

Seorang guru perlu terus meningkatkan kualitasnya. Bukan saja untuk kebaikan diri sendiri, tapi juga agar bisa memberikan pendidikan yang terbaik untuk generasi muda Indonesia.Indonesia masih punya banyak masalah yang menunggu solusi. Mulai dari ketimpangan sosial, hukum yang belum tegak dengan benar, korupsi yang merajalela, atau ekonomi yang belum bangkit.

Kita bisa lho menjadi bagian dari solusi permasalah bangsa. Kalau guru mendidik dengan sebaik-baiknya, mudah-mudahan siswa-siswa kita ada yang bisa menjadi solusi bagi permasalahan bangsa. Maka, jangan pandang remeh profesi guru. Sebab, bisa jadi dari didikan guru, Indonesia akan maju. Aamiin. (*)

Memilih Laptop Mobile Workstation untuk Kembangkan Karir dan Bisnis

Memilih Laptop Mobile Workstation untuk Kembangkan Karir dan Bisnis

Memilih Laptop Mobile Workstation untuk Kembangkan Karir dan Bisnis

Seorang teman saya yang seorang operator sekolah mengeluhkan laptopnya yang sudah sekarat karena sering dipakai kerja paksa. Saya heran, padahal, pekerjaannya tidak berat amat. Hanya memproses dan menginput data berbentuk Word atau Excel lalu menguploadnya ke internet.

Belum sampai ke desain grafis maupun video. Hanya saja, durasi kerjanya memang lama. Bisa sampai lembur tengah malam untuk bisa mengakses website tempat mengirim file-nya.

Pekerjaannya seperti ini sudah lama dilakoninya. Katanya, dua sudah menghabiskan dua laptop selama ini.

Nah, ke dia saya sarankan agar punya laptop dengan spek tinggi. Biar sekalian awet. Saya bilang dia harus punya laptop workstation. “Spesifikasinya tinggi, aman dan terjamin awet buat kerja paksa,” saya jawab begitu.

Daripada harus gonta-ganti laptop karena tidak mumpuni, pada akhirnya pengeluaran lebih besar. Jadi enak beli yang sekaligus awet. Bisa dipakai selamanya.

Dalam Bahasa Jawa ada istilah ‘ono bondo ono rego’ yang artinya ada barang bagus, ada harga yang lumayan. Gonta-ganti laptop bukan saja membuat pengeluaran lebih besar. Tapi juga membuat kita makan hati dan uring-uringan saat laptop ngadat atau sekarat.

Nah, untuk memenuhi kerja berat itu, sejak dulu saya memilih laptop berspek tinggi.

 

Di samping menjadi guru sebagai profesi utama, saya punya usaha spanduk digital. usaha ini sangat lumayan menghasilkan cuan. Saya sudah menjalankan usaha sejak 2014 lalu. Jadi sekarang jalan 7 tahun. Tapi saya sudah ngoprek sejak tahun 2007.

Karir atau bisnis? Jangan dibenturkan. Kalau bisa jalan bareng, kenapa tidak? Kalau bisa pilih 2 pilihan kenapa harus satu? Hehe..

Zaman sekarang spanduk sudah beralih ke spanduk digital. Orang perlu membuat spanduk digital untuk ucapan selamat, peringatan hari nasional atau hari besar agama, dan promosi.

Jadi bisa dibilang usaha percetakan spanduk ini nggak akan sepi. Sepanjang ada kegiatan maka spanduk digital dibutuhkan.

 

Di mana-mana percetakan digital selalu rame. Keuntungannya besar. Memang keuntungannya lebih besar kalau punya percetakan digital sendiri. Tapi untuk mendirikan percetakan digital butuh modal yang besar. Bisa hampir Rp. 500 juta untuk mesinnya saja. Bisa lebih dari 1 miliar untuk lengkap mesin, bangunan, dan karyawannya.

Untuk menghemat biaya kita bisa menjadi tangan kedua. Kita membuka usaha percetakan digital tapi cetaknya di tempat orang lain.

Caranya gimana? Gampang. Datang saja ke percetakan, daftarkan nama percetakan kita, dan tanya kalau untuk percetakan dapat harga berapa. Dari sana kita ambil selisih harga bahan dan jasa desaiannya.

Percetakan saya namanya Delta Grafika. Saya bekerja sama dengan dengan Percetakan Simetris Digital. Dapat harga Rp. 18.000 per meter. Saya menjual ke konsumen dengan harga Rp. 30.000 per meter. Jadi selisihnya Rp. 12.000.

Kan lumayan juga untungnya. Di tahun ajaran baru sekolah yang lalu saya berhasil mendapat pesanan sampai dengan 20 meter. Total keuntungan dapat Rp. 240.000.

Dari sebuah partai politik dapat pesanan 40 meter. Jadi saya dapat keuntungan Rp. 480.000. Pernah juga saya dapat pesanan 2 meter. Jadi keuntungannya Rp. 24.000. Sedikit atau banyak tetap diambil. Namanya juga rezeki. Harus disyukuri.

Untuk membuat spanduk saya menggunakan CorelDraw. Saya belajar CorelDraw sejak 2007 lalu. Saya belajar secara otodidak. Dari internet dan bertanya ke teman. Bahkan saat ke percetakan digital dikasih tahu hal-hal seputar spanduk digital seperti format CMYK, ukuran file, skala desain, dan lainnya.

Kalau sudah langganan mereka akan percaya sama kita. Bahkan cukup dikirim via email saja. Jadi ke percetakannya saat ambil sanduk jadinya saja. Cepat kok jadinya. Kadang bisa setengah jam sudah selesai.

Pada musim-musim tertentu malah saya ‘panen’. Biasanya di ulang tahun partai, kabupaten, provinsi, atau HUT RI. Terus pas tahun ajaran baru yang mana sekolah banyak membuat spanduk promosi.

Apalagi kita kan punya banyak perayaan hari-hari negara. Ini jadi kesempatan besar. Kuncinya harus banyak relasi. Kemudian kita promosi usaha kita. Semakin banyak relasi, kita semakin dikenal. Semakin besar pula peluang mendapatkan cuan.

Banyak orang membuat ingin membuat spanduk digital untuk peringatan hari nasional, hari besar agama, dan lainnya. Untuk dipasang di media sosial mereka. Biasanya tokoh-tokoh seperti anggota dewan, pimpinan lembaga, atau orang yang sedang mempromosikan dirinya.

Karir dan usaha bisa sejalan. Tidak harus berbenturan atau bertentangan. Kalau bisa jalankan keduanya, itu lebih baik.

Lama pengerjaan desain beda-beda. Tergantung tingkat kesulitannya. Kalau sulit bisa saya kerjakan dalam 2-3 hari. Kalau desainnya mudah bisa 1 – 2 jam. Kadang saya kerjakan di sekolah. Kalau tidak selesai, saya bawa ke rumah. Kadang saya membutuhkan suasana yang lebih fresh dan tenang.

Kalau seperti ini, saya biasanya ke kafe atau warung kopi. Sering pula saya bertahan lebih lama di sekolah. Guru lain sudah pulang, saya belum. Pulang sampai sore atau menjelang malam. Apa saya merasa capek? Nggak. Mungkin ini yang namanya passion.

Walaupun seperti capek tapi enjoy menjalani. Memang agak aneh kalau sudah mengoprek atau mendesain. Bisa sampai larut malam bahkan dini hari. Tanpa ngantuk ngerjainnya. Padahal, kalau mengerjakan aktivitas lain, cepat mengantuk. Begitu.

Saya mengerjakan orderan di sela-sela mengajar. Kalau sedang ada jam kosong saya pakai untuk mengerjakan orderan. Kalau sedang tidak ada orderan, saya pakai untuk mencari ide desain.

Memilih Laptop Mobile Workstation

 

Pembaca, dalam sehari, kira-kira berapa lama di depan laptop? Cukup 2 hingga 4 jam? Atau membutuhkan lebih dari 5 jam dalam sehari? Sering banget ya kita mengerjakan sebuah pekerjaan dalam waktu lama. Bukan cuma itu, kita juga membutuhkan perangkat yang berperforma tinggi untuk mengerjakan pekerjaan itu.

Nah, kalau pembaca termasuk yang harus sering di depan laptop, ada baiknya memilih senjata yang mumpuni pula. Saat ini laptop mobile workstation menjadi pilihan tepat.

Saat ini, laptop sudah menjadi kebutuhan utama untuk menunjang pekerjaan, tugas, karir, bahkan hobi. Pada umum kebutuhan terhadap laptop disesuaikan dua keperluan. Pilihannya laptop standar atau workstation.

Apa itu laptop workstation? Laptop mobile workstation merupakan laptop yang dirancang untuk aktivitas yang membutuhkan performa tinggi. Laptop workstation memiliki spesifikasi yang mumpuni untuk keperluan semua pekerjaan berat sekalipun.

Umumnya workstation menggunakan prosesor 64 bit bisa Intel Xeon atau AMD Opteron. Malahan, beberapa workstation menggunakan lebih dari satu prosesor. Bagaimana dengan penyimpanannya?

Untuk ruang penyimpanannya, workstation sudah menggunakan SSD yang kinerjanya pasti lebih cepat dari hardisk biasa. Ada beberapa workstation yang menggunakan perangkat yang berbeda dari komputer biasanya seperti fibre channel, SCSI, Ethernet 10GB dan lainnya.

 

Karakter Laptop Mobile Workstation

Workstation dibuat untuk bisa ‘kerja paksa’. Hehe..Sangat mumpuni untuk kerja yang berat, proses cepat atau durasi waktu lama. Workstation memiliki spesifikasi yang tinggi. Memiliki performa di atas laptop pada umumnya mulai dari prosesor, RAM, SSD dan hardware pendukung rendering video lainna.

Spesifikasi tinggi workstation sangat worth it untuk desain grafis, memproduksi video, atau pekerjaan berat lainnya.

Workstation menggunakan kartu grafis yang berdiri sendiri atau discrete graphics. Harus disertifikasi oleh Independent Software Vendor (ISV). Sangat berbeda dengan kartu grafis biasa yang digunakan di perangkat standard.

Kartu grafis profesional di workstation menghadirkan visualiasi yang maksimal. Kemampuan seperti ini tidak tersedia di versi standard.

Dari segi tampilan laptop mobile workstation punya layar yang lebih lebar. Laptop pada umumnya punya ukuran layar 11” hingga 14 “. Jika dibanding dengan laptop mobile workstation yang punya ukuran layar 15” hingga 17” resolusi maksimal mencapai 4K serta mendukung tampilan 8K dan HDR.  Tentu saja laptop mobile workstation lebih terdepan. Layar yang lebar ini sangat mendukung pekerjaan yang membutuhkan durasi penggunaan yang lebih lama.

HP ZBook Create Notebook

Salah satu laptop workstation terbaik adalah HP ZBook Create Notebook sebagai laptop standar baru untuk kreator sejati.

Memiliki berbagai keunggulan yang bakal memuluskan karir dan bisnis kita. Lihat saja spesifikasinya yang membuat kita yakin nyaman, aman, dan puas memakainya.

Kartu Grafis NVIDIA® GeForce® RTX Terbaik

HP ZBook Create Notebook memiliki visualisasi tingkat tinggi dan render proyek rumit tanpa hambatan dengan grafis NVIDIA® GeForce® RTX generasi berikutnya.

Selain itu, arsitektur NVIDIA® Turing™ terbaru dengan teknologi ray tracing terobosan menghadirkan gaming mendatang dengan realisme dan performa yang luar biasa.

 

Intel® Core™ i9

Prosesor Intel Core menawarkan kinerja terbaik dalam hal multi-tasking dan multimedia. Tidak main-main, HP ZBook Create NoteBook yang diperuntukkan laptop dengan kemampuan multitugas dipasangi dengan prosesor Intel® Core™ i9 generasi berikutnya2 yang dirancang untuk menangani aplikasi rumit yang sangat berat, seperti Adobe Premiere Pro®.

Kebutuhan desain grafis dan pemrosesan video yang berat pun bisa dieksekusi dengan nyaman.  

 

Memori 32 GB

Prosesor Intel Core menawarkan kinerja terbaik dalam hal multi-tasking dan multimedia. Tidak main-main, HP ZBook Create NoteBook yang sesuai dengan para konten kreator ini punya memori pemimpinan RAM hingga 32 GB agar dapat melakukan rendering, pengeditan, dan simulasi dengan cepat.

Penyimpanan Hingga 2 TB

Performa sangat cepat melalui beberapa tugas dan menggunakan drive eksternal dengan penyimpanan NVMe lokal hingga 2 TB.

Sistem Pendingin Yang Paling Optimal, Membuat Kerja

Semakin Andal

Dilengkapi dengan sistem HP Vaporforce Thermals yang menghadirkan performa optimal dengan 3 sistem kerja.

Ruang Uap

Ruang uap mengeluarkan cairan, sehingga membantu perpindahan panas dari GPU dan CPU dan mendistribusikannya ke seluruh ruang untuk pendinginan yang lebih optimal

Kipas dan Ventilasi

Dengan kipas polimer kristal-cair setipis pisau dan ventilasi 3 sisi, solusi pendinginan kami memberikan performa terbaik hingga saat ini.

Inovasi Bios

Inovasi tingkat BIOS mendeteksi dan mendistribusikan daya ke komponen yang relevan sesuai dengan aplikasi yang sedang digunakan agar konsumsi dan distribusi daya lebih efisien.

Rasakan pengalaman bekerja dan berkreasi secara nyaman dengan kubah karet yang tidak berisik dan braket anti-goyah.

HP ZBook Create Notebook memiliki akurasi warna untuk menyesuaikan
standar tertinggi. Hitam lebih pekat, putih lebih cerah. Presisi warna spektrum penuh.

Dengan berbagai performa dan fiturnya, HP ZBook Create NoteBook laptop desain terbaik ini menjadi satu perangkat yang sempurna untuk bekerja dan bermain. Pastinya mengerjakan hobi, bisnis, karier dan bermain pun semakin mengesankan.

Kemajuan teknologi sangat memungkinkan kita untuk mengambangkan karir dan bisnis. Bahkan saat ini banyak orang yang punya lebih dari satu bisnis. Hal ini sah-sah saja dan bisa berjalan beriringan. Karir melaju, bisnis terus bertumbuh.

Perangkat teknologi sangat mendukung untuk kesuksesan. Performa laptop mobile workstation membuat pekerjaan yang rumit sekalipun menjadi ringan.  HP ZBook Create G7 Notebook PC dengan    10th Generation Intel® Core™ i7 processor Windows 10 Pro 64 dapat kita miliki dengan Rp44.200.000. Dengan kehebatannya dan bayangkan mudahnya pekerjaan kita dapat diselesaikan dengannya, harganya cukup pantas.

Terdapat juga pilihan lain, HP ZBook Firefly 14 G8 Mobile Workstation yang dapat dipinang dengan Rp 26.850.000.  HP ZBook Firefly 14 G8 Mobile Workstation ini dilengkapi dengan 11th Generation Intel® Core™ i7 processor, Windows 10 Pro 64, 16 GB DDR4-3200 MHz RAM (1 x 16 GB), 512 GB PCIe® NVMe™ M.2 SSD, Intel® Iris® Xᵉ Graphics, dan NVIDIA® T500 (4 GB GDDR6 dedicated).

HP ZBook Power G7 Mobile Workstation dengan spesifikasi 10th Generation Intel® Core™ i7 processor, Windows 10 Home Single Language 64 – HP recommends Windows 10 Pro for business, 16 GB DDR4-3200 SDRAM (1 x 16 GB) 1 TB PCIe® NVMe™ SSD, dan NVIDIA® Quadro® T1000 w yang dibanderol seharga Rp 27.225.000.

Tersedia pula pilihan PC workstation HP generasi Z yang memiliki kecanggihan hingga masa depan. Sangat mumpuni optimal untuk simulasi, pengeditan video 8K, dan Machine Learning yang kompleks.

Kebutuhan yang sangat penting didukung dengan peralatan yang sepadan. Akselerasikan karir dan bisnis dengan piranti yang memuaskan layaknya laptop mobile workstation.

Pilihan ini memberikan probabilitas sukses yang semakin besar. Kesuksesan ada di tangan kita sendiri. Dan, sebagian besarnya ditentukan oleh keberanian memilih. (*)